Friday, May 31, 2013

Gelap Mata - Kepingan 2



Hari itu Riman dan Vindo terpisah dengan anggota bocah jeruji yang lain, dan membuat mereka berdua harus mencari tempat persembunyian mereka sendiri untuk menyelamatkan mereka dari upacara senin pagi. Setelah berlari-lari kesana kemari, mereka masih belum mendapatkan tempat persembunyian di dalam gedung sekolah mereka berdua terus berlari dan mencari tempat dimana mereka berdua bisa bersantai. Langkah mereka akhirnya membawa mereka ke depan gerbang sekolah yang sudah sepi dari guru, murid dan staff yang telah menuju lapangan sejak 15 menit yang lalu. Mereka berdua berhenti dan langsung mengecek gerbang sekolah yang ternyata telah digembok.
“Man gimana ni? Kita gabisa cabut, gerbangnya udah digembok. Ahhh matilah kita pagi ini.” Pungkas Vindo kelelahan, hampir menyerah.
Raut muka Riman nampak serius, otak gilanya harus kembali digunakan agar mereka berdua bisa lolos dari serangan guru BP. Dengan gelisah Riman mencari jalan keluar yang mungkin bisa ia pakai disekitar gerbang sekolah itu. Pandangannya terus mencari celah dan akhirnya matanya terhenti kepada bak mandi yang sangat sempit yang berada di pojokan lahan parkir di sudut pagar pembatas wilayah sekolah. Ia langsung berlari ke arah bak mandi itu dengan riang gembira, rasanya seperti menemukan mata air di tengah gurun pasir, tertawa cekikan dengan tangan melambai-lambai tak karuan, sungguh kebahagiaan yang tidak terelakan.
“Man elo mau kemana? Tungguin man!” sahut Vindo mengejar Riman.
Setelah sampai disisi Riman Vindo melihat seonggok bak mandi kecil kotor yang terbuat dari plastik dan banyak kotoran yang menempel pada setiap sisinya.
“Jangan bilang kita berdua bakal masuk kesini?”
“Lebih tepatnya ngumpet di bawah bak mandi ini, daripada disuruh berdiri 1 jam gua lebih milih buat jongkok di bawah naungan bak mandi ini.” Pungkas Riman dengan seberkas senyuman kemenangan.
Tanpa memedulikan komentar Vindo, Riman langsung jongkok dan menutupi dirinya dengan bak mandi itu. Dengan sedikit rasa kesal Vindo ikut masuk ke dalam bak mandi itu juga dan langsung berkata “Kalo senin depan gua cabut, bakal dipastiin gua ga akan mau cabut sama orang yang otaknya miring kaya elo lagi!” mendengar pernyataan temannya, Riman hanya tertawa melihat raut muka temannya yang secara tersirat mengatakan, Sampe elo ngomong lagi gua hantem lo!


Selamat datang di dunia gua do, dunia dimana logika ga pernah sejalan sama kenyataan


“Yes, sekarang gua secara resmi masuk ke dunia orang ga waras.”

No comments:

Post a Comment