PROLOG
“Dikala Matamu Terpejam, Masihkah Indah yang
Kamu Rasakan?”-Gelap Mata
Tatapannya kosong, menyiratkan sesuatu sedang bergemuruh di benaknya. Momen yang seharusnya tidak terjadi, Riman terhenti di depan pintu kelas XH yang berada di lantai 3 dan tergambar jelas bahwa ia sedang berpikir keras. Vindo melanjutkan derap langkahnya menuju jendela di sudut kelas yang nanti akan memuntahkannya ke cor-an semen sepanjang 2 kaki ke depan dan 200 meter ke arah samping yang bisa dijadikan pijakan untuk jongkok ataupun tiduran. Sebelum melompat keluar jendela, Vindo menoleh ke arah pintu dan didapatinya Riman masih berusaha mencari sesuatu di luar ruangan kelas itu.
“Man.”
“Man!”
“RIMAANNN!
Nungguin apaan si lu?” sahut Vindo sedikit gemas.
“Ah iya do?”
Sedikit terkejut Riman langsung menoleh ke arah Vindo, “Itu si Maman, kok dia
belom dateng-dateng ya?”
“Ah udah
cuekin aja, paling-paling dia dapet tempat persembunyian yang lebih bagus.”
“Ga mungkin
do, kita udah janjian disini gamungkin dia nyeleweng ke tempat yang ga jelas.
Gua tau dia pasti nepatin janji.” Tegas Riman
“Ntar kita
keburu kegep sama guru Man! Buruan!” Nada Vindo semakin tinggi, nampak tergesa-gesa.
“Udah elu
duluan aja, gua nunggu Maman.”
“Eh elo jadi
orang kelewat baek ye? Kalo nanti elu ketangkep sama guru gimana?”
“Iya woles
do.”
“Emang dah
elo!” Vindo langsung melompat keluar jendela dan sesegera mungkin menunduk di
tempat ia berpijak sekarang. Vindo setengah menyesali tindakan bodoh yang
diambil sahabatnya itu. Ini bukan kali pertama ia melakukan tindakan gila yang
tidak masuk akal itu, hal gila tersebut hanya didasari oleh satu alasan, menurutnya
tidak ada suatu kata yang dapat menjelaskan mengapa Riman melakukan semua
tindakan gila itu melainkan karena satu kata yang menurutnya ajaib, kata yang
memiliki berjuta makna dalam segala kamus di dunia, kata yang menimbulkan
kehangatan kepada semua orang yang mempercayainya, kata yang dapat membantu
menyelesaikan segala macam masalah manusia serumit apapun karena kehadirannya. Kata ajaib itu adalah
sahabat. Sampai saat ini Vindo tetap
tidak bisa membayangkan betapa hebatnya daya magis kata ajaib itu sehingga
membuat mental temannya menjadi agak sedikit terganggu, atau bisa juga dibilang
kurang waras.
No comments:
Post a Comment