Saturday, May 18, 2013

Gelap Mata - Prolog


PROLOG

 

  Dikala Matamu Terpejam, Masihkah Indah yang Kamu Rasakan?”-Gelap Mata
           
           Tatapannya kosong, menyiratkan sesuatu sedang bergemuruh di benaknya. Momen yang seharusnya tidak terjadi, Riman terhenti di depan pintu kelas XH yang berada di lantai 3 dan tergambar jelas bahwa ia sedang berpikir keras. Vindo melanjutkan derap langkahnya menuju jendela di sudut kelas yang nanti akan memuntahkannya ke cor-an semen sepanjang 2 kaki ke depan dan 200 meter ke arah samping yang bisa dijadikan pijakan untuk jongkok ataupun tiduran. Sebelum melompat keluar jendela, Vindo menoleh ke arah pintu dan didapatinya Riman masih berusaha mencari sesuatu di luar ruangan kelas itu.
“Man.”
“Man!”
“RIMAANNN! Nungguin apaan si lu?” sahut Vindo sedikit gemas.
“Ah iya do?” Sedikit terkejut Riman langsung menoleh ke arah Vindo, “Itu si Maman, kok dia belom dateng-dateng ya?”
“Ah udah cuekin aja, paling-paling dia dapet tempat persembunyian yang lebih bagus.”
“Ga mungkin do, kita udah janjian disini gamungkin dia nyeleweng ke tempat yang ga jelas. Gua tau dia pasti nepatin janji.” Tegas Riman
“Ntar kita keburu kegep sama guru Man! Buruan!” Nada Vindo semakin tinggi, nampak tergesa-gesa.
“Udah elu duluan aja, gua nunggu Maman.”
“Eh elo jadi orang kelewat baek ye? Kalo nanti elu ketangkep sama guru gimana?”
“Iya woles do.”
“Emang dah elo!” Vindo langsung melompat keluar jendela dan sesegera mungkin menunduk di tempat ia berpijak sekarang. Vindo setengah menyesali tindakan bodoh yang diambil sahabatnya itu. Ini bukan kali pertama ia melakukan tindakan gila yang tidak masuk akal itu, hal gila tersebut hanya didasari oleh satu alasan, menurutnya tidak ada suatu kata yang dapat menjelaskan mengapa Riman melakukan semua tindakan gila itu melainkan karena satu kata yang menurutnya ajaib, kata yang memiliki berjuta makna dalam segala kamus di dunia, kata yang menimbulkan kehangatan kepada semua orang yang mempercayainya, kata yang dapat membantu menyelesaikan segala macam masalah manusia serumit apapun karena kehadirannya. Kata ajaib itu adalah sahabat. Sampai saat ini Vindo tetap tidak bisa membayangkan betapa hebatnya daya magis kata ajaib itu sehingga membuat mental temannya menjadi agak sedikit terganggu, atau bisa juga dibilang kurang waras.

No comments:

Post a Comment