Wednesday, December 21, 2022

Rumah ke Rumah

Ketidaknyamanan adalah salah satu hal yang paling aku hindari dalam hidup.

Sekalipun dalam kehidupanku aku cukup erat bergelut dengan rasa tidak nyaman, tapi entah kenapa rasanya tidak pernah terbiasa.

Akhir tahun yang aku ekspektasikan akan hangat, tenang, dan menyenangkan harus sedikit terganggu dengan realita ketika aku diharuskan untuk pindah kost-an

 

Maret 2023 akan menjadi tahun ke-5 ku di Bandung dan kost-anku berikutnya akan menjadi tempat tinggal ke-5 ku juga di kota ini

Sebagai seseorang yang selalu berusaha menghindari ketidaknyamanan, pindah tempat menetap adalah hal yang benar-benar mengganggu

Untuk kost-anku yang terakhir ini, pemiliknya berencana menjual kost-annya dan satu persatu penghuninya memutuskan untuk pindah hingga menyisakkanku sendiri

Harus mencari tempat baru, harus beradaptasi lagi dengan lingkungan, pemikiran "apa nanti akan cocok dengan suasananya?" dan sebagainya berhasil memporak-porandakan moodku menjelang pergantian tahun

 

Tapi begitulah hidup, masing-masing dari kita tidak pernah benar-benar berjalan di tempat

Pada satu kesempatan bisa jadi kamu yang meninggalkan, bisa jadi kamu yang ditinggalkan

Bisa jadi kamu yang terlalu nyaman menikmati hidup sementara orang lain bekerja begitu keras pada waktu yang sama

Bisa jadi kamu dapat dengan tenang beristirahat sementara orang lain harus segera beranjak meneruskan perjalanan hidupnya yang mungkin juga tidak dia suka

 

Apapun alasan orang lain meninggalkan tempat tinggal, kita harus menghargai itu

Karena baginya, babak baru kehidupan sudah menunggu di depannya

Dan bagi kita, pertemuan singkat telah sampai di penghujung waktunya

 

Dari rumah ke rumah, dari satu tempat tinggal ke tempat menetap yang lain

Jika bisa memilih, aku akan menetap di tempat yang sudah aku kenal dengan baik ini

Namun jika memang diharuskan untuk berpindah, maka opsi yang tersisa hanya menjalaninya saja


Dari pengalamanku berpindah tempat menetap sebanyak 4 kali dalam 5 tahun terakhir, aku tahu betul bahwa yang terberat hanyalah langkah awal

Pada akhirnya, kamu yang harus berpindah tempat tinggal akan berhasil menemukan tempat yang membuatmu nyaman dan bisa menjadi dirimu apa adanya kembali entah di percobaan yang keberapa

Untukku, semoga tempat menetap ini menjadi tempat tinggalku dalam waktu yang cukup lama

Karena sesungguhnya, aku benci packing barang… argh…

 

Wednesday, November 9, 2022

In Terms of Listening to Music, You Can Still Enjoying It Even Without Knowing The Lyrics

Back then in 2019 (perhaps), I attended a gigs with my loved ones.

It's an intimate concert of our favorite band.

I would say that it just a coincidence that we like the same band between all the possible band that we could choose to like.

But idk, it's just how the life works, isn't it? Haha

We were using public transportation to get to the venue

We strolling around Jakarta with our best mood because this band was always in my lifetime bucket list to watch!

I already listen to that band songs from the first album until the last one. I even memorized all the songs lyrics!

We finally arrived at venue

This venue is freshly renovated and became a suitable place to spending the night with all these entertainment things

We enter the venue, window-shopping the merchandise, getting our tickets, and enter the gigs room without no hesitation

We didn't got the best front line but our view was good enough to enjoy the show (I thought her view was a bit blocked by a tall man that standing in front of her haha but she still managed the way to enjoy the show to the fullest)

In between of the excitement, I said to her

"Kamu udah ngapalin semua lagunya?"

"Ehm belom sih, aku paling denger-denger aja lagu-lagu yang aku suka. Sisanya paling dengerin shuffle di playlistnya mereka" she said with coolness and catch me confused

"Kamu ngapalin semuanya?" she continued

"Iya dong! Aku bener-bener ngapalin semua lagunya. Dari album pertama malah haha biar nikmatin shownya sambil sing along sampe suaraku abis!" I replied with proud

"aku juga bakal nikmatin shownya sampe puas!" she replied with more proud

"tanpa tau semua liriknya?" I said thet to flirt her

"buat nikmatin lagu tuh ga harus hapal liriknya tau" she replied confident.

I lift my left eyebrow and gave the expression like, youu sureeeeeee dudee????????? She laughin then

"kalau ada lagu yang kamu gatau liriknya, dengerin aja musiknya dan nikmatin vibesnya" she added that fast enough

I didn't got what she told me about and just accepted that with confused

Like, how can we enjoy the music concert without singing along all the songs?

And then the show started

The first song that they play was one of the hits thet their fans well-known

Of course, I singing along with all my heart

And she singing along too with all her heart

The next song was their hits of their latest album

I was sure that I am singing along with all my heart, again

She was listening to the verse with big smile and when the chorus came out she singing along with all her heart again

Because the setlist was not announced, we were really blind about what songs that going to play next

And then the time when we all didn't know the song has finally arrived

It was their hits in their second album that came out about 20 years ago (maybe) and it's a deep cuts!

Almost 90% of the crowd didn't know that song

I looked at her and she just smile as her eyes saying, this time we will enjoy the music without the lyrics! Letsgo!

As I can remember, the song was pretty absurd but I remembered that I laughin so hard right from the start that song played

It's because they invited a guest star to sang their song, which is makin it more absurd!

The surprise, the performance, the dance that I did was pretty insane

I having a good time by just enjoying music without knowing the lyrics

That event makes me realize so many things that happened to my life until now

In terms to found happiness, there is no specific way to achieve it, there is no just one way to grab it

Hapiness can be found with thousands ways that you never thought before.

Just like enjoying music

You can having a good time with singing along with it or enjoying the music without knowing the lyrics either

As this essay published on my blog, I just heard a song from a band named Sleep Alley

Sleep Alley is a band from Makati City, Philippines

And you know what, I really love their music ahaha

Can't imagined before I enjoyed a song that has lyrics which I can't understand

I wish, you can found happiness with a way that you can't understand too ahaha

Cheers and until we meet again, Exparadoks Gangs!

Tuesday, August 2, 2022

Eyes Never Lies

Beberapa waktu yang lalu, aku menerima telfon dari seorang sahabat yang sudah cukup lama tidak bersua.

Bisa dibilang obrolan terakhir kami terjadi lebih dari 5 tahun yang lalu. Hingga di suatu malam yang acak, kami akhirnya berbicara kembali lewat udara

Berbicara dengan sahabat yang udah lama ga ketemu ternyata menjadikan obrolan kami sangat kaya. Bahkan mungkin terlalu banyak topik yang dapat kita bahas di waktu yang sama.

Dimulai dari hidup sampai kisah cinta.

Semua detail yang terlewat selama masa kita ga ketemu menjadi sangat seru untuk diceritakan. Yang rasanya juga ga akan habis untuk dibahas semuanya dalam satu malam

Dan entah kenapa, setelah sekian lama ga update kehidupan, rasanya dia sama sekali ga berubah

Tentu bukan penampilannya, atau gimana cara dia berpandangan akan sesuatu.

Yang ga berubah adalah core-nya. Jati dirinya

Dia tetap menjadi orang yang ceria, ngomongnya yang masih super cepet WKWKWK, dan dia yang selalu berusaha untuk melakukan hal baik sama semua orang.

Waktu ketika kita ga ketemu selama bertahun-tahun itu rasanya kaya beku.

Dia masih menjadi orang yang sama dan entah kenapa rasanya sangat menyenangkan ketika aku bisa mengidentifikasi itu, sungguh. Aku tidak kehilangan sahabat yang aku kenal

Malam itu dia bercerita banyak, salah satunya adalah kabarnya yang mau menikah.

Wow, it sure surprise me and at the same time I am really glad to hear that directly from her

"Terus lo gimana? Lo lagi deket ga sama seseorang?" katanya penasaran

"Wow, giliran gua nih ya sekarang buat cerita?"

"Iyalah! Gue tuh heran deh, lo kaya ga pernah cerita sama gue. Kaya kenapa sih gua mulu yang cerita sama lo?" jelasnya sambil tertawa tentang keheranannya

"Ahaha ya gimana dong. Kita juga baru ngobrol sekarang kan. Coba coba kalo gitu mulai dengan pertanyaan"

"Ehmm oke... coba gimana kisah cinta lo selama ini? Lagi deket ga sama seseorang?"

Kita berdua memang dikenal sebagai pendengar yang baik. Kita juga memiliki MBTI yang sama haha

Itu mungkin cukup menjelaskan mengapa kita begitu terkoneksi ketika sedang berbicara

"Ehmmm mulai darimana ya?" aku menerawang cerita yang ingin aku bagikan kepada sahabatku yang satu ini.

Karena aku tidak bisa memilih cerita yang spesifik, aku mencoba dengan memikirkan orang yang aku sukai saat itu juga.

Pikiranku menjelajah dengan cepat kenangan-kenanganku bersama orang yang aku sukai dalam beberapa waktu ke belakang

Banyak sekali ingatan yang muncul di kepalaku, seperti

Aku melihat ekspresi senangnya ketika dia memakan makanan kesukaannya,

Aku melihat wajahnya yang serius ketika kita menonton film,

Melihatnya menikmati langit malam di atap sebuah gedung sekitar Senayan,

Melihatnya bersemangat ketika menjelaskan sesuatu yang aku tidak tahu

Melihatnya bercerita

Melihatnya bernyanyi

Melihatnya tertawa

Ingatan-ingatan acak itu berganti cepat dan tidak berhenti bermain di kepalaku

Hal yang tidak aku sadari ternyata dengan mudahnya membuatku bahagia

Aku tidak pernah menduga ternyata dengan memperhatikan seseorang yang aku sukai saat melakukan sesuatu dapat menghasilkan kebahagiaan yang tiada tara

"...Setiap gua jalan sama si orang ini, entah kenapa gua tuh lebih banyak diem dan ngeliatin dia ngelakuin sesuatu. Rasanya tuh... menyenangkan banget gatau kenapa"  kataku memulai mendeskripsikan pengalaman yang telah kualami

"Ish gua ngerti banget perasaannya lagi. Kemaren gua sama laki gua kan foto prewedding ya, sambil ngambil video untuk footage gitu. Ada tuh satu adegan dimana dia megang handycam terus ngerekam gua ngomong ngedeskripsiin  dia. Fotografer kita ngefoto dia saat momen itu. Dan asli sih pas gua ngeliat fotonya, gua semakin yakin kalo emang cowo ini bener-bener sayang banget sama gua dari tatapannya... itu mungkin ya yang elo alamin selama ini?"

"Sumpah... begitu emang yang gua rasain" Kataku mengafirmasi deskripsi sahabatku dengan cepat

"Elo asli bucin sih kayanya orangnya ya"

"I am!" kataku cepat dan tertawa setelahnya

Mengidentifikasi perasaan kita sendiri rasanya memang selalu menyenangkan.

Rasanya seperti kita menemukan jawaban atas sesuatu yang tidak terjawab setelah sekian lama.

Katanya, mata dapat memberikan banyak makna daripada yang bisa disampaikan melalui kata

Dan aku semakin menyadari mengapa aku begitu menikmati waktu ketika aku menggunakannya untuk memperhatikan orang yang aku sukai

Dude, eyes sure never lies.

Thursday, June 2, 2022

Cherish Everything to the Fullest

It was the second time at night that we visit rest area in Jagorawi's tol

She want to eat Oden at lawson, meanwhile I never taste Oden in my life

She always be a cheer-bright person when she knew that I never do thing that she already done and it would be my first time experience.

In this case, it would be me meet Oden

The door alarm rangs as we enter the shop

All I wanted is a bitter sweet drinks but not coffee

It's already late night and I need enough amount of sleep for my energy to grinding the road way back to Bandung

But anything that lawson offer was not familiar for me

"Rekomendasiin aku dong" I ask her while standing just right behind her, queue to order

"Ehmm... Kamu udah pernah nyoba minuman itu belom?" she pointing at the menu and once again I was not familiar with it. I forgot the name of the drinks too

I said, "Ehmmm kayanya terlalu manis deh..." I continue searching the drinks that I felt would be suit for me

"Ah, itu kayanya pas tuh. Aku pesen Ice chocolate-caramel ya" Im pretty sure that chocolate caramel is followed by some region like chocolate-caramel arabica or chocolate-caramel from hawaii, but jeez I forgot it (again)

She ordered the dri nks that she pointed to me before and pick 3 kinds of Oden carefully

It's so exciting to watch her getting focused on something that she likes

Just like a kid facing delicious gelato

I can't read anything that running inside her head

But if I permited to guess, I thought she was thinking how to impress me with things that I never do before

The door alarm rangs as we leave the shop and we sat on a simple metal table with three chairs

We drop our belongings to the one of three chair and enjoy our meals

Right before I drink my ice chocolate-caramel, she ate a piece of Oden and take a sip of hot soup.

Her face showing how happy she was with the taste of her Oden

She really looks extremely happy, and I enjoyed her expressions too

No need a minute, she offered me to give a taste on Oden that she bought

Well, in no time I take the hot bowl Oden from her hand

And it surprisingly good!

"Ish enak banget!" I said

"Iya kannn!" she replied happier

That night was followed by we updated our life so far

Since we kind of rarely talks in chat, it makes our meeting richer with tons of conversation that we never talk about before

And I loved every seconds of it

Hours later we go home

Just after we hit the Jagorawi's tol again, I see to the outside window of front passenger seat (she drove the car btw. It's cool! Right?") I got spaced out while my mind thinking things

The most of things that I thinking was how grateful I am to be able to spent my time with her. And Im forever cherish for every second of it

While Im already 26. I still cant imagine how the future will show me

Life is quite complicated and mysterious lately

Yesterday we can absolutely sad for no damn reason

But today we can be happy as we never imagined it would be

In terms of who will be my life partner, I really dont have any idea too.

Meanwhile the future is so far yet so close

But since that night, I'll try my best not to worry anything about it

That night, I comitted to cherish everything to the fullest

And I really happy to spent my whole time with her

"Kamu ngantuk ya? Jangan tidur dong!" she said after that long spaced that happened between us

"Eh engga lah! Masa iya ngantuk baru jam segini" I said the truth, but not what I thinking while I spaced out before

"Jangan tidur dong! Masa aku nyetir sendiri. Nih aku setelin lagu" she rotating volume button up and picking radio station by herself

"Sini sini aku aja yang pilihin" I said to her

"Nah gitu dong" she smiled right after. A smile that living last in my mind

I remembered that we were not sang a song from the radio because no one songs that we knew and played by the radio

And I am continue to gazing outside the car windows

"Rumah KPR cuma 600 juta tanpa DP...kamu mau ga?"

"Aduh... kamu duluan deh" she said with grumpy and less energetic mood, and followed with giggles and laugh

Oh God, she is so gorgeous

Like she always be

Anyway, why the price of houses at my generation is so high?

Friday, April 1, 2022

KDrama's In Depth Review: Thirty Nine

"I want you to be the happiest terminally ill person the world has ever seen" -Cha Mijo

Thirty Nine adalah series drama korea yang baru banget gua selesaiin setelah Boys Before Flowers (2009) di indosiar yang artinya ada sekitar 13 tahun dimana gua mau untuk nyelesaiin series drama korea lagi.

Ketertarikan gua dimulai ketika gua ngeliat twit Annisa Chairiyanti di suatu malam (thanks to her for bringing this series recommendation) dimana dia ngutarain kesannya sama series Thirty Nine. Ketika gua baca sinopsis dan explore genrenya, gua ngerasa ini tepat banget sama apa yang lagi mau gua tonton karena Podcast gua lagi mau ngeluncurin serial monolog dengan tema, "Menjadi Dewasa". 

And I really wondering that much how we will live our life in 39.

Thirty Nine adalah drama tentang tiga sahabat yang bertemu secara kebetulan saat SMA dan terus bersama hingga mereka berusia 39 tahun. Ketiganya memiliki kesibukan dan masalah masing-masing namun tetap selalu berusaha menghabiskan waktu bersama setiap ada kesempatan. Ketenangan dan keindahan persahabatan mereka yang telah berjalan 20 tahun harus berubah ketika mereka mengetahui bahwa salah satu dari mereka akan pergi untuk meninggalkan persahabatan mereka untuk selamanya

Wew... gua menyumbang buat bikin sinopsisnya terdengar semakin dramatis wkwkwk

Gua nonton Sabtu dini hari tanggal 26 Maret 2022 dan kesan pertama gua untuk episode satunya adalah... B aja. Durasi satu jam di setiap episodenya juga ngebuat gua sangsi karena menghabiskan waktu yang lama. Episode satunya juga engga nge-hook gua sama sekali. Terlebih gua gak suka sama film yang ending-nya pemeran utamanya akan meninggal (ini bukan major spoiler karena di trailernya udah dikasih tau). 

Gua memikirkan untuk nge-drop Thirty Nine hari itu juga

Besoknya, gua cerita sama kakak gua dan dia bilang,

"Bagus tau! Lo tonton dulu sampe episode 5. Habis itu baru deh lo tentuin lanjut atau engga" Thanks to my sister for pushing me to continue this series dan akhirnya gua terusin episode 2, episode 3, dan gua semakin suka sama series-nya

Gua paling suka (dan paling lemah) sama film yang bertemakan keluarga dan persahabatan. Dan Thirty Nine ngebabat abis dua tema besar itu.

Persahabatan mereka adalah bentuk yang paling stabil sekaligus unik dari hubungan pertemanan. Yang bisa banyak menikmati diam dalam kehadiran dan kebersamaan. Berdebat dengan suara tinggi namun tetap mengerti intensi dari hal yang ingin disampaikan. Sampai ke perasaan saling memiliki ketika ada yang kesulitan

Chemistry yang dibuat oleh ketiga aktrisnya luar biasa bagus. Sama sekali gak ada kecanggungan ketika memainkan perannya dan menjadi apa adanya mereka dengan sifat yang diinginkan dari penulis serta sutradaranya. Ketiga aktris yang benar-benar berumur di sekitaran 39 tahun ngebuat mereka benar-benar tahu apa yang mereka rasakan di umur 39 tahun.

Thirty Nine adalah well scripted series dimana dedikasi penulis ceritanya untuk merangkai dan menghubungkan seluruh dialog, lokasi, suasana, back song, sampai emosi dari setiap kejadiannya berakhir dengan baik dengan plot hole yang minimal (episode terakhirnya bagus banget!)

Thirty Nine banyak menghabiskan seluruh penjelasan dan penyelesaiian konflik dramanya dengan ngobrol dan makan (serta minum). Kita akan ngeliat banyak momen dimana mereka makan di berbagai tempat dan membicarakan apa yang sedang terjadi diantara mereka. Penikmat genre slice of life pasti suka banget.

Thirty Nine juga mampu menyelesaikan masalah dengan alur maju dengan tetap sedikit menyisipkan foreshadowing untuk tabungan konflik puncak di penghujung ceritanya. Memulai episode dengan kenangan ketika mereka muda dan mengakhirnya dengan menyambungkannya dengan kenangan itu adalah konsep yang brilian.

Film yang gua kira awalnya akan lebih banyak membahas tentang, "it's okay to starting a life when we reach 39" berubah menjadi, "kita harus selalu ngabisin waktu dengan kebahagiaan seakan-akan gaada hari esok"

Alhasil gua berhasil menyelesaikan Thirty Nine di hari Kamis 31 Maret 2022 bersama dengan nangis-in kisah mereka setiap harinya

Thirty Nine became a worth to watch series if you are a person that cherish your time with your friends.

Gua udah nyari-nyari quotes di internet dan ga nemu penggalan dari kata-kata yang mau gua sisipin di penghujung review ini. Gua coba nginget dan pasti gaakan sama persis sama yang diucapin salah satu pemerannya di series ini. Tapi kurang lebih kaya gini,

"Apa kado yang paling kamu inginkan saat dulu usia kamu ada di 29 tahun?"

"...Pertemanan kami..."

Friendship is sure one of the most precious things in life

Thirty Nine just remind me that we must always cherish every moment in our life, especially with your loved ones

Never let the time just passes by

Make it count every second until it last and fly

Monday, March 21, 2022

Mengenal Batas

Memilih untuk jatuh cinta dengan seseorang di atas umur 25 tahun untukku tidak membuatnya menjadi lebih mudah. Circle pertemanan tidak bertambah, yang dahulu dekat sekarang berbeda jalan hidupnya.

Pada beberapa kesempatan, mungkin kita bisa dengan cepat jatuh suka dengan seseorang. Kesempatan itu tercipta dengan usaha ngobrol lewat sosial media atau bertemu dengan teman lama. Tapi memilih untuk jatuh cinta adalah perkara yang jauh berbeda

Saat ini usiaku dua puluh enam.

Masih sendiri semenjak dua ribu empat belas.

Bohong jika aku tidak berusaha mencari pasangan dalam 8 tahun berjalan mengarungi rimbunnya kehidupan. Tapi entah kenapa, aku masih sendiri sampai saat ini. Mungkin salah satu jawabannya adalah belum siap.

Sampai hari ini, ternyata tanpa disadari, aku menjadi semakin matang dalam berpikir. Semakin tenang dalam menghadapi masalah. Semakin siap untuk kembali fokus menjadi pasangan. Namun masih terlalu malas untuk mencari kesempatan bertemu dengan seseorang jika tidak ada keperluan.

Semakin dewasa juga membuatku semakin sadar bahwasanya semua orang kini disibukkan dengan jalan hidupnya masing-masing.

Dan disitulah aku mengenal batas.

Memilih untuk jatuh cinta dengan seseorang di atas umur 25 tahun juga berarti kita harus siap untuk menghargai batas. Menghargai ruang personal sehingga tidak memberikan tekanan apapun kepada orang yang kita sukai.

Menghargai waktunya, menghargai kegiatannya, menghargai keinginan dirinya yang tidak kita tahu

Tahu ketika dia sedang sibuk dan tidak memaksanya untuk cepat membalas pesan singkat kita

Tahu ketika dia membutuhkan kesendirian tanpa harus dia memintanya kepada kita

Mengerti batas berarti kita belajar untuk mengendalikan ekspektasi. Terlebih ekspektasi kita terhadap orang lain. Jika memang kita seringkali menaruh ekspektasi kita kepada orang lain untuk menjadi bahagia, maka memilih untuk jatuh cinta dengan seseorang di atas umur 25 tahun berarti juga kita harus selalu menaruh ekspektasi bahagia terhadap diri kita sendiri

Temukan bagaimana cara membahagiakan dirimu sendiri tanpa bantuan orang lain.

Temukan diri kamu sendiri ketika tidak ada siapapun yang akan datang.

Jawaban atas apa yang terjadi dalam kehidupan memang tidak pernah ditentukan oleh satu jawaban yang sama. Semua kembali ke sudut pandang dan bagaimana situasi ketika semuanya terjadi.

Namun memahami batas adalah cara kita menghargai orang yang kita sukai.

Karena jika memang orang yang kita sukai juga menyukai kita.

Entah bagaimana caranya, dia akan kembali berusaha menghubungi kita lagi ketika ada kesempatan.

Sekalipun harus kuakui.

Sehebat apapun usahaku untuk membahagiakan diriku sendiri, semua itu masih tetap kalah dengan satu pesan singkat darimu yang datangnya entah kapan

Memilih untuk jatuh cinta dengan seseorang di atas umur 25 tahun memang berat

Menjadi dewasa memang berat

Sampai dimana saat itu terjadi. 

Jangan kehilangan harapan, kawan.

Monday, February 14, 2022

No One's Changing

In my entire life, i've been told by many people that, "you have changed" or "you really change that much, how can?" and It happened back in my teen life every i met again with my friends that i haven't met for a while.  At least until not long ago

In early 2022, i met my one of my bestfriend of my life. Lately we haven't talk to each other like for months. Since our university go differently and we got to work in different city, there's no reason for us to talk anymore

Many people said to me that, "you must not have a reason to talk to me! Just hit me on text and we can talk like we used too". The fact, it will not going to work well. Nowdays, we must have a reason to talk to someone. Simplified that problem is wasting energy of ours, admit it.

I used to faced this kind of situations more than any other. Because i like to meet people and talk anything with them. But still, for people that used to meet people frequently, It's heavy to build a topic and conversation with a person that already long gone. All we can do is remembering past, the memories of ours. Talking about hobbies, school memories, funny moments, etc. And in a blink of an eye, it already spent many of times.

Until i realized, that my bestfriend wasn't changed. At all.

She still the same person that i knew very well

The only things that changed from her was the appearance, but the core was forever not.

It reflects on me that we used to think that everyone was changing.

But in my case, maybe as the time passes by, im the only one who changing.

We think that everyone was changing so we tend to not reach them anymore.

I dont know why but i felt relieved at that time. Thousand times much better when i recognized that she still the same person that i used to know. And maybe it will works if i connect with all my bestfriends in the past.

My statement is completely bias. But for the case you feel your bestfriend is changing, think twice. 

Because once you met her/him, you will realized that no one ever really change.

Monday, January 10, 2022

The Idea of Falling in Love Started with Talks

Have you ever try to talking to strangers?

Having a nightless conversation, and

Talking about life without knowing each other?

I started using random chat apps around when I in the middle high school. My generations meet omegle at that time. Omegle starting to booming at that time because everybody seems like talking it always in the class and it spread like virus. At that time too McDonald's starting to gave the customers a free facility of computer and internet. So omegle and McDonald's really a perfect match and become primary activity back then. Even we are not knowing who the random person that we going face, but the idea of talking with strangers accross nations is really fun.

Even with the minimal knowledge about english conversation (me in present is still really bad when must talking in english, especially with the grammar haha) we just randomly talking with any people that we met in omegle. Jeez man, it feels weird but exciting in many ways.

Nowadays, random chat application is advancing much better. We can easily download and use random chat applications on our phone. The most famous one is tinder or bumble (i thought). But i never used both app. It feels like the algoritm and the system likely makes us to meet people because our appearance or related to our physical things, and i don't know i just felt not really like that concept. And then I met, Chatous

Chatous is a random chat that start with web based (now you can download it on your phone) that serve us only talks. No photo no video, only talks back then in 2015.  The concept is we randomly meeting new people and just talks, literally only talks. And in early 2015 there were many Indonesians user at Chatous, which is makes it more fun. What I like about this concept is we met random people and if we interest with him/her all we can do just talks without knowing their appearance and identity. Like damn, I love it

We live in judgmental society, admit it. We judged and compared to other person because our status, our success, or our appearance. It makes us feel uncomfort when we need to share many things that makes us sad (especially) to others because we scared to be judged at first. And then, there is Chatous

At this time i really felt like i endorse this app so much wkwkwk but this app really good! You should try it when all you need is talk to someone. At least it's organic, not a sim simi 

Anyway, talking really makes me feel better in many way. Have someone to talk is really help us to brighten up our day. I had several experiences that I had falling in love just with only talking in chatous ahaha sounds silly but thats it. Like a magic. I got falling in love only by talking, by sharing the ideas, knowing what inside her mind, and many things that start from talking with strangers.

And i thought one of factors that could make a success relationship is communication, isn't it?

So, the idea of falling in love started with talks is really a great concept.

Maybe you could meet the one in there haha ciao!

PS: Chatous must pay me for endorsing their apps so much haha