Tuesday, August 2, 2022

Eyes Never Lies

Beberapa waktu yang lalu, aku menerima telfon dari seorang sahabat yang sudah cukup lama tidak bersua.

Bisa dibilang obrolan terakhir kami terjadi lebih dari 5 tahun yang lalu. Hingga di suatu malam yang acak, kami akhirnya berbicara kembali lewat udara

Berbicara dengan sahabat yang udah lama ga ketemu ternyata menjadikan obrolan kami sangat kaya. Bahkan mungkin terlalu banyak topik yang dapat kita bahas di waktu yang sama.

Dimulai dari hidup sampai kisah cinta.

Semua detail yang terlewat selama masa kita ga ketemu menjadi sangat seru untuk diceritakan. Yang rasanya juga ga akan habis untuk dibahas semuanya dalam satu malam

Dan entah kenapa, setelah sekian lama ga update kehidupan, rasanya dia sama sekali ga berubah

Tentu bukan penampilannya, atau gimana cara dia berpandangan akan sesuatu.

Yang ga berubah adalah core-nya. Jati dirinya

Dia tetap menjadi orang yang ceria, ngomongnya yang masih super cepet WKWKWK, dan dia yang selalu berusaha untuk melakukan hal baik sama semua orang.

Waktu ketika kita ga ketemu selama bertahun-tahun itu rasanya kaya beku.

Dia masih menjadi orang yang sama dan entah kenapa rasanya sangat menyenangkan ketika aku bisa mengidentifikasi itu, sungguh. Aku tidak kehilangan sahabat yang aku kenal

Malam itu dia bercerita banyak, salah satunya adalah kabarnya yang mau menikah.

Wow, it sure surprise me and at the same time I am really glad to hear that directly from her

"Terus lo gimana? Lo lagi deket ga sama seseorang?" katanya penasaran

"Wow, giliran gua nih ya sekarang buat cerita?"

"Iyalah! Gue tuh heran deh, lo kaya ga pernah cerita sama gue. Kaya kenapa sih gua mulu yang cerita sama lo?" jelasnya sambil tertawa tentang keheranannya

"Ahaha ya gimana dong. Kita juga baru ngobrol sekarang kan. Coba coba kalo gitu mulai dengan pertanyaan"

"Ehmm oke... coba gimana kisah cinta lo selama ini? Lagi deket ga sama seseorang?"

Kita berdua memang dikenal sebagai pendengar yang baik. Kita juga memiliki MBTI yang sama haha

Itu mungkin cukup menjelaskan mengapa kita begitu terkoneksi ketika sedang berbicara

"Ehmmm mulai darimana ya?" aku menerawang cerita yang ingin aku bagikan kepada sahabatku yang satu ini.

Karena aku tidak bisa memilih cerita yang spesifik, aku mencoba dengan memikirkan orang yang aku sukai saat itu juga.

Pikiranku menjelajah dengan cepat kenangan-kenanganku bersama orang yang aku sukai dalam beberapa waktu ke belakang

Banyak sekali ingatan yang muncul di kepalaku, seperti

Aku melihat ekspresi senangnya ketika dia memakan makanan kesukaannya,

Aku melihat wajahnya yang serius ketika kita menonton film,

Melihatnya menikmati langit malam di atap sebuah gedung sekitar Senayan,

Melihatnya bersemangat ketika menjelaskan sesuatu yang aku tidak tahu

Melihatnya bercerita

Melihatnya bernyanyi

Melihatnya tertawa

Ingatan-ingatan acak itu berganti cepat dan tidak berhenti bermain di kepalaku

Hal yang tidak aku sadari ternyata dengan mudahnya membuatku bahagia

Aku tidak pernah menduga ternyata dengan memperhatikan seseorang yang aku sukai saat melakukan sesuatu dapat menghasilkan kebahagiaan yang tiada tara

"...Setiap gua jalan sama si orang ini, entah kenapa gua tuh lebih banyak diem dan ngeliatin dia ngelakuin sesuatu. Rasanya tuh... menyenangkan banget gatau kenapa"  kataku memulai mendeskripsikan pengalaman yang telah kualami

"Ish gua ngerti banget perasaannya lagi. Kemaren gua sama laki gua kan foto prewedding ya, sambil ngambil video untuk footage gitu. Ada tuh satu adegan dimana dia megang handycam terus ngerekam gua ngomong ngedeskripsiin  dia. Fotografer kita ngefoto dia saat momen itu. Dan asli sih pas gua ngeliat fotonya, gua semakin yakin kalo emang cowo ini bener-bener sayang banget sama gua dari tatapannya... itu mungkin ya yang elo alamin selama ini?"

"Sumpah... begitu emang yang gua rasain" Kataku mengafirmasi deskripsi sahabatku dengan cepat

"Elo asli bucin sih kayanya orangnya ya"

"I am!" kataku cepat dan tertawa setelahnya

Mengidentifikasi perasaan kita sendiri rasanya memang selalu menyenangkan.

Rasanya seperti kita menemukan jawaban atas sesuatu yang tidak terjawab setelah sekian lama.

Katanya, mata dapat memberikan banyak makna daripada yang bisa disampaikan melalui kata

Dan aku semakin menyadari mengapa aku begitu menikmati waktu ketika aku menggunakannya untuk memperhatikan orang yang aku sukai

Dude, eyes sure never lies.

No comments:

Post a Comment