Friday, April 1, 2022

KDrama's In Depth Review: Thirty Nine

"I want you to be the happiest terminally ill person the world has ever seen" -Cha Mijo

Thirty Nine adalah series drama korea yang baru banget gua selesaiin setelah Boys Before Flowers (2009) di indosiar yang artinya ada sekitar 13 tahun dimana gua mau untuk nyelesaiin series drama korea lagi.

Ketertarikan gua dimulai ketika gua ngeliat twit Annisa Chairiyanti di suatu malam (thanks to her for bringing this series recommendation) dimana dia ngutarain kesannya sama series Thirty Nine. Ketika gua baca sinopsis dan explore genrenya, gua ngerasa ini tepat banget sama apa yang lagi mau gua tonton karena Podcast gua lagi mau ngeluncurin serial monolog dengan tema, "Menjadi Dewasa". 

And I really wondering that much how we will live our life in 39.

Thirty Nine adalah drama tentang tiga sahabat yang bertemu secara kebetulan saat SMA dan terus bersama hingga mereka berusia 39 tahun. Ketiganya memiliki kesibukan dan masalah masing-masing namun tetap selalu berusaha menghabiskan waktu bersama setiap ada kesempatan. Ketenangan dan keindahan persahabatan mereka yang telah berjalan 20 tahun harus berubah ketika mereka mengetahui bahwa salah satu dari mereka akan pergi untuk meninggalkan persahabatan mereka untuk selamanya

Wew... gua menyumbang buat bikin sinopsisnya terdengar semakin dramatis wkwkwk

Gua nonton Sabtu dini hari tanggal 26 Maret 2022 dan kesan pertama gua untuk episode satunya adalah... B aja. Durasi satu jam di setiap episodenya juga ngebuat gua sangsi karena menghabiskan waktu yang lama. Episode satunya juga engga nge-hook gua sama sekali. Terlebih gua gak suka sama film yang ending-nya pemeran utamanya akan meninggal (ini bukan major spoiler karena di trailernya udah dikasih tau). 

Gua memikirkan untuk nge-drop Thirty Nine hari itu juga

Besoknya, gua cerita sama kakak gua dan dia bilang,

"Bagus tau! Lo tonton dulu sampe episode 5. Habis itu baru deh lo tentuin lanjut atau engga" Thanks to my sister for pushing me to continue this series dan akhirnya gua terusin episode 2, episode 3, dan gua semakin suka sama series-nya

Gua paling suka (dan paling lemah) sama film yang bertemakan keluarga dan persahabatan. Dan Thirty Nine ngebabat abis dua tema besar itu.

Persahabatan mereka adalah bentuk yang paling stabil sekaligus unik dari hubungan pertemanan. Yang bisa banyak menikmati diam dalam kehadiran dan kebersamaan. Berdebat dengan suara tinggi namun tetap mengerti intensi dari hal yang ingin disampaikan. Sampai ke perasaan saling memiliki ketika ada yang kesulitan

Chemistry yang dibuat oleh ketiga aktrisnya luar biasa bagus. Sama sekali gak ada kecanggungan ketika memainkan perannya dan menjadi apa adanya mereka dengan sifat yang diinginkan dari penulis serta sutradaranya. Ketiga aktris yang benar-benar berumur di sekitaran 39 tahun ngebuat mereka benar-benar tahu apa yang mereka rasakan di umur 39 tahun.

Thirty Nine adalah well scripted series dimana dedikasi penulis ceritanya untuk merangkai dan menghubungkan seluruh dialog, lokasi, suasana, back song, sampai emosi dari setiap kejadiannya berakhir dengan baik dengan plot hole yang minimal (episode terakhirnya bagus banget!)

Thirty Nine banyak menghabiskan seluruh penjelasan dan penyelesaiian konflik dramanya dengan ngobrol dan makan (serta minum). Kita akan ngeliat banyak momen dimana mereka makan di berbagai tempat dan membicarakan apa yang sedang terjadi diantara mereka. Penikmat genre slice of life pasti suka banget.

Thirty Nine juga mampu menyelesaikan masalah dengan alur maju dengan tetap sedikit menyisipkan foreshadowing untuk tabungan konflik puncak di penghujung ceritanya. Memulai episode dengan kenangan ketika mereka muda dan mengakhirnya dengan menyambungkannya dengan kenangan itu adalah konsep yang brilian.

Film yang gua kira awalnya akan lebih banyak membahas tentang, "it's okay to starting a life when we reach 39" berubah menjadi, "kita harus selalu ngabisin waktu dengan kebahagiaan seakan-akan gaada hari esok"

Alhasil gua berhasil menyelesaikan Thirty Nine di hari Kamis 31 Maret 2022 bersama dengan nangis-in kisah mereka setiap harinya

Thirty Nine became a worth to watch series if you are a person that cherish your time with your friends.

Gua udah nyari-nyari quotes di internet dan ga nemu penggalan dari kata-kata yang mau gua sisipin di penghujung review ini. Gua coba nginget dan pasti gaakan sama persis sama yang diucapin salah satu pemerannya di series ini. Tapi kurang lebih kaya gini,

"Apa kado yang paling kamu inginkan saat dulu usia kamu ada di 29 tahun?"

"...Pertemanan kami..."

Friendship is sure one of the most precious things in life

Thirty Nine just remind me that we must always cherish every moment in our life, especially with your loved ones

Never let the time just passes by

Make it count every second until it last and fly

No comments:

Post a Comment