Let me tell you something about “dunia pekerjaan”, dunia pekerjaan adalah sebuah dunia dimana setiap manusia sudah diberikan tugas tetap dan tanggung jawab masing-masing yang gabisa dipindahtangankan ke orang lain. Kalau semisal ada yang penasaran antara apa perbedaannya dunia sekolah dan dunia pekerjaan (ada yang penasaran ga sih tapi? haha) itu cuman kalo sekolah atau kuliah kita dapet tugas bisa dikerjain bisa ga dikerjain kalau kerja setiap tugasnya harus dikerjain dengan resiko kalau tugas kuliah ga dikerjain paling banter efeknya lebih ke nilai, tugas kantor juga bisa sih ga dikerjain tapi nanti ujungnya malah kita yang dikerjain sama atasan (dibaca: di-fired! Atau dipecat! Atau dikasih uang! Sebagai gaji terakhir……………………….). Di dunia pekerjaan semua terasa begitu… monoton, flat se-flat tv LED politron teknologi terbaru termutakheer. Dari mulai pola kegiatannya, lingkungannya, sampai topik yang dibicarakannya muter disitu-situ aja, kalau engga ngomongin deadline pekerjaan, perbedaan slip gaji sampai pertanyaan template antara manusia yang udah berumur (padahal bayi juga udah berumur) yaitu “kapan nikah?”
Gamungkin dong blognya Riman
Diantasena ngebahas sesuatu diluar cinta-cintaan, ya kaaaaaaaan
Sempat suatu waktu ((kalau tidak
sempat harus dibalas (itu 4 X 4 = 16, Mahmudiiiiiiii))) rutinitas pekerjaan
sedang mencapai limit dan tidak ada kopi untuk diseduh karena ingin tidur tapi
atasan duduk disebelah sekitar setengah meter, saya memutuskan untuk membuka
twitter sebagai obat penahan kantuk sambil mendengarkan musik dari aplikasi
streaming musik.
Seingatku semenjak pertengahan
2018 Twitter kembali ramai oleh user setia dan seiring berjalannya waktu
semakin bertambah dengan user baru atau user lama yang sempat vakum lalu muncul
lagi, maklum ABG suka bimbang. Dulu ketika era dimana konsep sosial media
sangat berkembang twitter menjadi salah satu platform yang banyak ditinggalkan
oleh banyak user, sebutlah instagram. Kita semua sempat berpikir bahwa mempost
foto berikut judul dan penjelasannya lebih menarik ketimbang hanya menulis hal
absurd sebanyak 140 karakter saja (yang padahal menurutku 140 karakter itu udah
banyak dibanding karakter avengers: infinity
war yang cuman 24 karakter, diluar warga wakanda yang jadi figuran heuheuheu)
yang akhirnya disadari juga bahwasanya perkembangan sosial media instagram
cenderung PAMER status sosial (iyuh) dan user yang menyebut diri mereka “rakyat
misqueen” gapunya sesuatu yang bisa disombongkan kecuali tingkat humor yang (harapannya)
bisa disejajarkan dengan ficocacol* mulai memanfaatkan twitter. Ini mah
sebenernya analisa nguarangku aja jadi kalo bagian ini dilewat sih gaada
masalah haha oke back to topik.
Setelah beberapa menit menghabiskan waktu
untuk melihat pemikiran orang-orang lewat twitnya yang mencoba berkelakar, ada
satu twit yang membahas tentang "merelakan seseorang". Yang saat itu juga sangat
stab in point buatku. Begini kisahnya
.
.
.
Ditulis ulang dari akun LINE Lukito
Wisnu Setyo
Dua tahun lalu, kami berdebat
soal rencana masa depan. Aku sudah mengajar di Malang, dan dia masih menganggur,
dia ingin melamar kerja saja dipabrik, untuk jadi apa saja. Tapi aku tidak
setuju. Aku tidak ingin dia jadi luar biasa sibuk, terlebih dalam suasana LDR.
Tahun lalu, kami menemukan
lowongan pekerjaan yang cocok untuknya, jadi guru. Lokasi sekolahnya bagus,
satu kecamatan dengan sekolah tempatku mengajar. Hanya berjarak sekian
kilometer, Aku mengantarnya untuk interview dan hari pertama masuk kerja. Karena
masa depan yang kami inginkan untuk tinggal di kota yang sama akan lekas jadi
kenyaraan, dia bahagia.
Hari ini, dia menikah, dengan
rekan kerja di sekolahnya itu.
Kadang kala, aku berpikir,
mengapa aku tak membiarkan saja dulu dia bekerja di pabrik.
Mungkin kami akan punya cerita yang
berbeda hari ini.
Tapi inilah hidup. Dalam beberapa
kesempatan, justru kamulah yang mengantarkan orang yang kamu cintai kepada
cinta sejatinya. Bisa jadi, kamulah yang Tuhan mau agar seseorang bisa
menemukan jodohnya. Meski dalam suasana yang pahit, kamu harus menerimanya.
Sedihlah sebentar, tidak apa-apa.
Tapi setelahnya biarkan bibirmu tersenyum, karena dirimu telah melakukan salah
satu hal yang paling luar biasa dalam hidupmu.
Dia bisa menjadi berharga di hari
ini, karenaku. Aku menjadi orang yang berharga karena menemaninya sejauh itu.
“Kamu hebat untuk melakukan semua
itu. Aku bangga padamu.”
28 Desember 2018
Selamat membangun kedamaian hingga
akhir usia, masa kuliahku
.
.
.
“Sedihlah sebentar, tidak apa-apa”
katanya, saat itu lagu yang terputar di telingaku adalah rehat dari Kunto Aji. Le
me tell you something more, album mantra mantra dari Kunto Aji adalah sebuah
kombinasi lirik dan instrument aransemen yang benar-benar brilliant. I recommend
you all kalau lagi sedih, lagi patah hati, lagi butuh penyemangat, u shud
listen to this one guys, sealbum jangan dishuffle urutan lagunya, JANGAN
DISHUFFLE!!!11!!1!!!1!111!!
Untuk semua orang yang pernah
melepaskan seseorang pasti sangat relate dengan cerita mas Wisnu, begitupun aku.
Terakhir aku harus melepaskan salah seorang support systemku yang benar-benar
berhasil membuatku jatuh hati, and I swear berat banget. Ngebayanginnya aja
udah ngebuat sesak.
Tapi mas Wisnu juga benar, dia bilang kita
harus senang, karena kita yang berhasil melepas seseorang yang udah kita jaga dengan
sepenuh hati bisa sampai kepada jodohnya kelak.
Sepenuh hati,
itu usaha terbaik sebaik-baiknya seorang manusia.
itu usaha terbaik sebaik-baiknya seorang manusia.
Berangkat dari sana, kita yang
melepas pun mendapat pelajaran bahwasanya kita masih belum cukup baik untuk
menjadi pasangan yang tepat untuk pasangan kita kelak.
Setelah membaca cerita mas Wisnu,
aku menyenderkan punggungku ke kursi dan mendongakkan kepalaku ke langit-langit
kantor. Kembali mengevaluasi dan mengawang masa lalu. Dan tentang pertanyaan kapan menikah, percayalah
bahwa laki-laki yang telah memiliki tujuan hatinya akan sangat-sangat
memikirkan pertanyaan itu. Bagaimana tidak, buatku semisal pasangan kita
seumuran setidaknya ada pemikiran untuk segera menikah semaksimal diumur 25
atau 26 karena di Negara kita wanita agaknya menikah diantara umur itu, lain
hal jika pasangan kita berbeda umur, pihak laki-laki memiliki kesempatan untuk
mengembangkan karir dan kemapanannya sampai limit menikah (buatku antara 27
atau 28) dengan selisih umur pasangannya yang mungkin bisa mencapai 1 tahun
atau lebih.
Untuk saat ini aku telah menetapkan tujuan baru, yang akan kujaga kembali dengan sepenuh hati. Namun jika memang kali ini tujuanku belum tepat lagi, aku akan persiapkan diri untuk melepas kembali, lalu mengantarmu ke tujuanmu yang sebenarnya,
Untuk saat ini aku telah menetapkan tujuan baru, yang akan kujaga kembali dengan sepenuh hati. Namun jika memang kali ini tujuanku belum tepat lagi, aku akan persiapkan diri untuk melepas kembali, lalu mengantarmu ke tujuanmu yang sebenarnya,
lagi.
No comments:
Post a Comment