Seumur hidup gua, banyak banget video game yang udah gua mainin, tapi ga semuanya tamat. Karena gua ga punya PS2, PS3, PS4, dan PS5, maka kebanyakan game yang pernah gua mainin ada di PS1 dan beberapa di PC atau laptop. Dari sekian banyaknya game yang gua mainkan, beberapa di antaranya bergenre RPG.
Gua memulai
RPG dengan pokemon gold pake emulator di PC, final fantasy tactic, breath of
fire IV, digimon world, sampai front mission di PS1. Semua game itu menemani masa
kecil gua dan membentuk genre yang gua suka dalam bidang gaming.
Hampir 2
dekade berselang, gua akhirnya memiliki sebuah laptop dengan kemampuan gaming
pertama gua, dan gua mulai ngelist game-game yang gua lewati dari PS2 sampai PS5 untuk gua beli dan gua mainkan. Dari sini, ketertarikan gua akan game bergenre RPG pun muncul kembali.
Beberapa
hal yang gua sadari di saat ini ada limitasi yang terjadi saat gua bermain video
game, entah kenapa di beberapa game yang pergerakannya terlalu cepat atau
orientasi kamera yang cukup berbeda, itu ngebuat gua pusing dan mual. Padahal
dulu waktu kecil dan remaja kayanya gapunya limitasi ini.
Lalu gua
juga udah ga terlalu bisa main game dengan mekanik yang kompleks. Rasanya di belakang
kepala bagian kiri kaya tegang mampus wkkwkw. Ternyata bener, pada umumnya ketika
seseorang memiliki resources di usia dewasa, yang tidak dimiliki adalah
fleksibilitas seperti anak kecil atau remaja.
Hal-hal
tersebut yang akhirnya menghalangi gua buat main Hogwarts Legacy, karena entah
kenapa kamera third-person dari Hogwarts Legacy tuh aneh gitu (pada ngerasa
gitu ga si? Wkwkwk) dan bikin mual. Plus storynya juga ga begitu engaging buat
gua. 20 jam yang gua investasikan di Hogwarts Legacy berakhir kandas dan
akhirnya gua hapus dari laptop gua.
Berangkat
dari pengalaman gua dan Hogwarts Legacy, gua pikir gua udah gabisa main game
RPG lagi, apalagi yang open world. Tapi pemikiran itu pupus dengan segera setelah
gua bertemu dengan Kingdom Come Deliverance.
Kingdom
Come Deliverance (KCD) adalah sebuah game first person RPG open world dengan
setting medival eropa tahun 1400-an. Game yang hampir ngebuat gua nyerah di
beberapa jam pertama gameplay karena bikin pusing dan susah banget coy.
Kita akan
bermain dengan memerankan sebuah karakter bernama Henry, anak dari pandai besi,
yang hidup sebagai mana remaja pada umumnya, tidak memiliki keahlian apapun
serta gemar mabuk-mabukan (dan onar juga wkwkkw). Henry tinggal di sebuah kerajaan bernama Skalitz. Kehidupannya berubah setelah sekelompok besar dari kerajaan lain
menyerang dan menghancurkan Skalitz.
Dalam game
ini aktivitas yang akan kita lakukan kebanyakan adalah berjalan-jalan,
mengobrol, dan berpedang.
Game dengan
kegiatan jalan-jalan dan mengobrol adalah game yang gua banget, mengingatkan
gua pada game favorit gua lainnya yaitu Death Stranding. Game dengan tipe ini
gua kira akan menyajikan mekanik yang simple. Ternyata susah mampus.
Player
dituntut untuk banyak belajar terlebih dahulu sebelum berpedang lawan orang
asing yang ketemu di jalan. Kalau di game-game pada umumnya kita akan
dipertemukan dengan lawan yang setara seiring berjalannya cerita, di KCD engga
cuy kwkwwkwk. Di 4 jam pertama udah berapa kali gua mati cuma gegara dicegat
sama orang antah berantah yang ngalangin jalan, damn.
Kesulitan
juga ga berhenti di berpedang. Ada memanah, mekanik mencuri, ngebuka brangkas,
berkuda, dan menjaga citra dengan memberi jawaban-jawaban yang tepat saat berdialog
bersama warga di KCD.
Bagian yang paling menarik adalah progress perkembangan
karakter sampai hasil grinding dari seluruh misinya itu sangat rewarding. Pada
akhirnya kita akan jago berpedang, menyelesaikan misi emosional, sampai menguasai
mekanik stealth itu terasa sangat fulfil. Didukung oleh cutscenes serta dunia yang indah banget menjadikan KCD game yang dengan mudah membuat kita jatuh cinta dengan cerita Henry bersama koleganya.
KCD adalah
sebuah game yang gua mulai dengan ekspektasi rendah, namun berakhir dengan
menempati list game favorit gua.
Semoga lo
yang membaca ini bisa menemukan game baru yang membuat lo terpukau, seperti gua yang telah menamatkan Kingdom Come Deliverance.
No comments:
Post a Comment