Ketika gua bekerja di Bandung, mungkin sekitar 2018 atau 2019, dan saat itu juga tidak memiliki laptop sebagai sumber kegiatan anak kosan, di era itu gua resmi menjadi wibu sejati. Jujur, gua harus mencari tau apa hal yang membuat gua menjadi seorang wibu karena di era itu gua bener-bener makan banyak anime yang direkomendasikan di mana pun lewat redmi 4X. Hape legend yang sangat berkesan dalam hidup gua.
Di antara banyaknya anime yang bisa gua tonton, entah kenapa
saat itu gua bertemu dengan Sword Art Online. Sword Art Online atau SAO adalah
sebuah anime tentang terperangkapnya begitu banyak orang dalam sebuah game pada
saat kondisi kesadaran mereka full dive di dalam game tersebut. Full dive
adalah sebuah kondisi secara sadar di mana kita terbangun dalam game bersama player-player lain
secara online pada waktu yang sama. Karena terperangkap di dalam game tersebut,
maka orang-orang yang terperangkap harus bertahan hidup. Jika mereka
mati di dalam game, mereka juga akan mati di dunia nyata. Edan.
Anime dari SAO ditayangkan pada tahun 2009, dengan original
story-nya yang dibuat oleh Reki Kawahara pada tahun 2002, secara ajaib bisa membayangkan
masa depan di mana orang-orang bisa masuk ke dalam dunia game menurut gua
bener-bener ga masuk akal.
SAO menjadi sebuah wave tersendiri yang akhirnya menciptakan
banyak karya tentang bagaimana seseorang bisa masuk dalam dunia game di masa
depan.
Serial SAO masih berlanjut sampai hari ini (panjang umur
Reki-san) namun cerita tentang bagaimana Kirito, sebagai main character, yang
merupakan seorang gamer RPG online-addict bisa menjadi titik sentral di mana
cerita dapat terdorong maju sekalipun nyawa dia taruhannya. Bagaimana world
building yang sangat mengingatkan gua pada game Ragnarok sampai kisah cintanya
bersama Asuna menjadi petualangan yang gua harap gua bisa ngelupain semuanya
untuk gua bisa rasain lagi rasanya pertama kali menyaksikan serial ini kembali.
Sekalipun, harus gua akui, SAO itu adalah cerita untuk demografi laki-laki. Karena di dalamnya banyak sekali fan service sampai cerita
di mana satu laki-laki populer yang akhirnya selalu menggait banyak perempuan (istilah
bahasa Jepang-nya harem). Namun SAO tetap spesial dengan kreativitas, imajinasi, sampai ke cerita pengorbanan yang sangat menyentuh hati.
Untuk gua, SAO adalah salah satu cerita terbaik yang pernah
gua saksikan seumur hidup gua.
Dan dari SAO, gua mendapatkan keinginan untuk membuat cerita
sendiri dengan tema yang sama.
Semoga, sebelum gua meninggal, gua bisa nulis satu buku tentang
SAO versi gua sendiri.
Semoga bisa tercapai!