Tuesday, October 7, 2025

Rangga dan Cinta | In-Depth Review

Di sela-sela kesibukan dalam mempersiapkan preorder novel pertama saya, Riman dan Kira, saya menyempatkan untuk menonton sebuah remake dari Ada Apa dengan Cinta, yang merupakan film coming-of-age legendaris Indonesia, yaitu Rangga dan Cinta.

Fun fact, saya belum pernah menonton secara penuh film Ada Apa dengan Cinta. Pada beberapa kesempatan, saya hanya menonton sekelibat-sekelibat saja, entah dari penayangan tv nasional ataupun via platform streaming. Lucunya lagi, saya malah sudah menonton secara penuh Ada Apa dengan Cinta 2 haha. Berbekal 2 fakta menyenangkan itulah saya memutuskan untuk menonton Rangga dan Cinta.

Rangga dan Cinta adalah sebuah film remake dari Ada Apa dengan Cinta yang mengusung tema musikal yang kental. Jangan kaget kalau akan ada banyak scene menyanyi dari para castnya. Untuk penonton yang tidak terbiasa film musikal pasti akan terganggu dengan pace ceritanya yang bisa saja sedang sangat serius, namun dipatahkan dengan adegan menyanyi beserta koreonya.

Hampir semua main cast dari Rangga dan Cinta adalah wajah baru, sebut saja Leya Princy sebagai Cinta dan El Putra Sarira sebagai Rangga yang begitu terlihat menikmati perannya dalam film mereka ini.

Pengalaman menonton Rangga dan Cinta akan menjadi sulit jika kamu sudah menonton Ada Apa dengan Cinta, karena tidak akan ada yang bisa melepaskan karakter Ada Apa dengan Cinta dengan original cast-nya. Namun, jika kamu belum menonton Ada Apa dengan Cinta seperti saya, maka menonton Rangga dan Cinta akan menjadi menyenangkan.

Akhirnya saya mengerti, mengapa IP dari Ada Apa dengan Cinta sangat legendaris dan menjadi sumber kenangan indah oleh banyak orang yang menontonnya.

Kehidupan SMA yang dinamis, persahabatan, jatuh cinta, permasalahan keluarga, pesan moral, sampai ending yang iconic berhasil menyusun sebuah runtutan cerita yang sangat berkesan. Ada Apa dengan Cinta juga mengingatkan saya bahwa perasaan sayang dan cinta dapat terjadi tanpa intensi awal serta dibuat mulur sampai jutaan detik di masa depan.

Rangga dan Cinta jelas hadir bukan untuk menggantikan Ada Apa dengan Cinta. Namun, kehadirannya untuk berjumpa dengan penonton di generasi terbarunya menjadi sama penting. Untuk menjadi inspirasi dan penanda bahwa masa-masa indah dapat kita ciptakan semasa remaja.

Hati saya masih berbunga setelah menyaksikan Rangga dan Cinta. Semoga saja selekang 1 purnama yang ternyata masanya berbeda antara di New York dan Jakarta.

Oh, iya.

Preorder novel perdana saya, Riman dan Kira, dibuka mulai tanggal 15 Oktober 2025.

Monday, July 14, 2025

Sore: Istri dari Masa Depan (2025) | In-Depth Review

Aku dipertemukan oleh Sore, si Istri dari Masa Depan yang seharusnya kalian sudah pernah lihat itu, sekitar tahun 2020. Its quite late, karena web series dari Sore hadir di tahun 2017 di youtube official Tropicana Slim. Kala itu, seperti manusia-manusia di bumi pada umumnya, kita tidak memiliki aktivitas selain menghabiskan waktu untuk berselancar di internet. Begitu pun aku, sampai akhirnya bertemu dengan Sore dan Jonathan.

Aku menonton Sore (2017) tanpa ekspektasi, dan berbekal kecintaanku pada genre romance maka aku mulai menonton series sebanyak 9 episode itu. Setelah menghabisi semua episodenya, aku (dan banyak orang lainnya) jatuh cinta dengan kisah dari Sore dan Jonathan. Mungkin Sore (2017) membuatku memulai menonton banyak web series di youtube dan menjadikan parameter tersendiri untuk standar cerita web series yang bagus.

Kehidupan berjalan dan 8 tahun berselang, Sore: Istri dari Masa Depan (2025) hadir dalam format film panjang dan ditayangkan di bioskop.

Ketika mengetahui akan ada film panjang dari Sore, aku sangat excited. Karena, entah mengapa memori dan kesan dari Sore versi 2017 menyeruak di kepalaku. Ada semacam rindu yang seketika hadir dengan karakter dan cerita yang kita cintai bersama-sama.

Film panjang Sore dibuat dengan garis besar cerita yang sama. Jonathan (Jo), yang Kembali diperankan oleh Dion Wiyoko, adalah seorang fotografer freelance yang sedang menetap di suatu kota yang sangat sepi di Kroasia, sedang berburu foto untuk diajukan dalam sebuah pameran, yang dibantu temannya, Carlo. Hingga pada suatu pagi, ketika Jo baru saja terbangun dari tempat tidurnya, ada seorang perempuan yang sudah terduduk di kasur tempat Jo tertidur, sedang menatap Jo dengan penuh perasaan.

Sontak, Jo terkaget dan melompat dari kasur tersebut dan bertanya kepada perempuan tersebut, siapa dia? Perempuan tersebut menjawab,

“Aku Sore. Istri kamu dari masa depan”

Bagi mereka yang sudah menonton web seriesnya, semua nuansa gambar, latar, musik, seketika membawa kita kembali ke Sore versi web seriesnya. Ada rindu yang terbalaskan di sana dan sangat besar.

Sore (2025), yang diperankan oleh Sheila Dara, berakting sangat kuat. Sebegitu kuatnya sampai seluruh emosi yang disampaikan melalui matanya terasa begitu dalam. Yandy dan Mita, selaku sutradara dan produser, memang menyatakan bahwa salah satu kekuatan terbesar dari Sore versi film panjang adalah mata dari Sheila dan Dion. Dan aku akui, janji Yandy dan Mita terbayar melebih ekspektasi.

Sore yang hadir dari masa depan, ingin membuat Jonathan berkehidupan yang lebih sehat. Jo yang setiap hari merokok, jarang meminum air mineral, dan suka begadang, ingin Sore ubah, Karena dengan pola hidup seperti itu, Jo akan meninggal saat dirinya sudah menjalani kehidupan pernikahan bersama Sore.

Banyak kesamaan yang dihadirkan Sore versi film panjang dengan Sore versi web series. Namun, terdapat perbedaan yang membuat kedua karya ini menghasilkan ending yang berbeda.

Sore versi film panjang adalah kemegahan dari idealisme Yandy Laurens untuk berani membawakan serta mengaransemen ulang cerita yang sudah sangat dicintai oleh banyak orang ini.

Alasan tersebut adalah, bagaimana pandangan Yandy mengenai pernikahan yang ternyata bertambah setelah melalui pernikahannya dengan Joeanne. Tentang bagaimana cinta adalah bentuk dari usaha yang tidak pernah putus.

Tidak ada transaksi dalam cinta. Karena yang terjadi adalah kita yang selalu ingin memberi atau melakukan hal lebih untuk pasangan kita, selamanya.

Kita bisa berdebat panjang mengenai Sore versi mana yang lebih bagus, opini semua orang valid. Tapi pelajaran yang disampaikan oleh Sore versi film panjang adalah sesuatu yang jelas tidak akan kamu dapatkan dari Sore versi web series.

Memilih kamu, sekalipun dalam kehidupan ke-10 ribu, rasanya agak mustahil untuk dibuktikan. Peradaban manusia belum semaju itu untuk menciptakan dunia paralel atau time travelling.

Namun, entah kenapa, itu adalah ungkapan yang paling romantis belakangan ini. Untuk menunjukkan betapa yakinnya Sore memilih Jonathan untuk menjadi pasangan hidupnya, selamanya.

Sunday, April 20, 2025

Pertemuan dengan Istri dari Masa Depan

Apa yang akan kamu lakukan jika tiba-tiba, kamu dipertemukan dengan istri atau suami kamu dari masa depan?

Reaksi pertama, pasti kaget.

Selanjutnya, ga percaya.

Setelahnya, kamu akan jungkir balik dan ditutup dengan kayang karena salah tingkah.

Oke yang terakhir aku ngarang.

Tentu saja, dipertemukan dengan seseorang dari masa depan adalah sesuatu yang tidak mungkin. Setidaknya di era ini. Sekalipun kita telah memiliki teori relativitas dan mekanika kuantum, teknologi yang membawa manusia ke masa lalu atau masa depan rasanya masih sangat jauh untuk kita rasakan. Mungkin tidak dalam kehidupan kita juga.

Aku mengenal, beberapa teman-temanku yang memiliki istri atau suami yang mereka sudah mengenal dari bangku sekolah. Jika mereka ternyata dipertemukan dengan jodoh mereka dari masa depan, maka agaknya rasa kaget atau shocknya bisa jadi berkurang.

Namun, bagaimana jika ternyata kamu bertemu dengan istri atau suami dari masa depan yang selama ini kamu tidak pernah bertemu dengannya?

Konsep fiksi ini sangat menarik buatku. Bukan tentang bagaimana caranya seseorang dari masa depan mengerahkan segala upayanya untuk bertemu dengan kita. Namun dari bagaimana urgensi mengapa orang tersebut ingin bertemu kita dari masa depan.

Bayangkan, kamu adalah pekerja kantoran biasa. Yang menjalani rutinitas biasa. Bekerja dari jam 8 ke jam 5. Membeli kopi di pagi hari karena kamu membutuhkan kafein akibat kebiasaan yang membuatmu kurang tidur setiap harinya. Lalu saat kamu ingin membeli americano normal sugarmu itu, tiba-tiba ada seseorang dari sebelahmu dan bilang,

“Kamu bisa ga gausah beli kopi dengan gula yang sebanyak itu lagi”

Seperti yang kubilang.

Reaksi pertama, pasti kaget.

Selanjutnya, ga percaya.

Setelahnya, kamu akan menambah gula lagi untuk americanomu karena kamu kesal dilarang untuk melakukan rutinitas pagimu setiap harinya.

Oke, yang itu juga ngarang. 

Karena biasanya kita harus terlihat cool di depan orang yang belum kita kenali.

“Ehm sorry, kakaknya siapa ya?”

“Aku? Aku istri kamu dari masa depan”

Ya masa iyaaaaaaa wkwkwk tidak akan ada yang percaya dengan pertemuan model seperti ini.

Tapi memangnya, ada urgensi apasih jodoh kita dengan segala intrik dan rahasia teknologi (atau sihirnya) yang dengan susah payah datang jauh dari masa depan untuk menemui kita 1 atau bahkan 5 tahun ke belakang?

Yang pertama mungkin karena jodoh kita ingin merubah kebiasaan buruk kita agar hidup lebih sehat di masa depan

Yang kedua mungkin karena terdapat kejadian buruk dan jodoh kita berusaha untuk menghindarkan kita terkena kejadian buruk tersebut

Atau yang ketiga, hanya sekedar ingin bertemu saja. Ingin menghabiskan waktu lebih banyak dan mengenal sisi jodoh kita di saat lebih muda

Terlepas apapun alasan kehadirannya, kedatangan istri atau suami dari masa depan adalah konsep yang romantis dan menarik untuk diikuti.

Jangankan dari masa depan, didatangi besok pun aku sudah pasti akan kaget.

Sore: Istri dari Masa Depan buatan Yandy Laurens akan tayang 10 Juli 2025 di bioskop kesayangan kamu. Ditonton ya!