Tuesday, October 3, 2023

Petualangan Sherina 2 - In Depth Review

Mari kita mulai ulasan ini dengan pernyataan yang sahih.

Saya sangat menyukai film Petualangan Sherina 2.

You know what, I already put my expectation very high before watch this movie and what I got?

I SUPER SATISFIED! HAHA

Saya rasa dimulai dari sini kalian akan membaca banyak sekali hal positif tentang film ini dari kacamata saya. Tapi ya mau gimana lagi? Emang filmnya sebagus itu sih! Haha

Ulasan ini jelas akan menampilkan beberapa spoiler. So, untuk kamu yang belum menonton Petualangan Sherina 2, alangkah baiknya untuk kamu berhenti di sini karena saya tidak ingin mengacaukan kejutan dan pengalaman berharga ketika kamu menyaksikan film ini untuk pertama kalinya

Kalau kamu sudah menonton, please take a seat and lets have a good throwback with me

Sebagai anak kecil yang menyaksikan Petualangan Sherina di VCD pada tahun 2000, saya gak pernah berandai untuk berharap dapat menyaksikan sequel dari Petualangan Sherina dan Sadam kembali. Bahkan mungkin terpikirkan pun tidak. Sherina dan Sadam terlupakan seiring saya beranjak dewasa

Dalam rentang waktu tersebut, Life Happens, persis seperti kata Sadam mencari kata-kata untuk menjelaskan kenapa dia menghilang dari kehidupan Sherina selama 10 tahun lamanya

Sampai akhirnya di umur saya yang ke-27, kabar tentang pembuatan sequel dari Petualangan Sherina muncul, di titik itu saya benar-benar tidak tahu betapa saya ternyata membutuhkan bagaimana kelanjutan dari kisah Sherina dan Sadam

Film ini bercerita tentang Sherina dewasa yang ternyata tidak berubah. Tetap ceria, bersemangat, dan sangat berambisi untuk selalu memberikan yang terbaik untuk apa yang dia kejar. Jalan hidupnya membuat Sherina dipertemukan kembali secara kebetulan dengan sahabat lamanya yang telah menghilang selama 10 tahun, yaitu Sadam, di hutan Kalimantan sebagai manajer program di sebuah lembaga konservasi orangutan

Pertemuan berjarak 10 tahun saja untuk saya sudah menawarkan selling point yang kuat untuk dieksplorasi dalam film ini. Akan tetapi, film ini tidak hanya menjual reuni dua sahabat lama, Sherina dan Sadam kembali bertualang untuk menyampaikan pesan yang sangat penting untuk disampaikan ke seluruh saksi dari kelanjutan cerita mereka berdua

Elemen pendukungnya pun tidak kalah megah dan bersaing apik untuk mencapai puncak kualitas dari karya mereka kali ini. Duet Mira Lesmana dan Riri Riza kembali membuat saya kagum. Dengan bagaimana pengambilan gambar, pemilihan fokus lensa, tone gambar, dan segala hal tentang penyuntingan membuat saya tak henti berdecak kagum

Lagu-lagu tema, scoring, sampai koreo dari pertunjukan musikal dalam film juga membuat saya terhanyut dalam senyum dan beberapa kali membuat saya terharu serta emosional

Ardit Erwandha, Quinn Salman, Isyana Saraswati, Chandra Satria, Kelly Tandiono, Randy Danishta, dan seluruh cast pendukung berhasil membuat warna dan kedalaman yang begitu menyenangkan sekaligus menegangkan

Perkembangan karakter Sherina dan Sadam yang diceritakan dalam waktu 2 jam terasa cukup dan tidak ada yang terlewat. Percakapan, emosi yang ditunjukkan, sampai konklusi yang dihadirkan pasti akan membuat seluruh penonton dari Petualangan Sherina 2 gemas sampai bertepuk tangan.

Seluruh detail tersebut tidak akan berhasil tanpa kehadiran dan kesungguhan dari bintang utama film ini yaitu Sherina Munaf dan Derby Romero

Akhir kata, saya merasa bahwa Petualangan Sherina alangkah baiknya dicukupkan sampai sequelnya yang kedua. Karena siapa yang akan siap dengan kelanjutan kisah Sherina dan Sadam apalagi setelah adegan di scene terakhir? HAHA

Tapi setidaknya kita semua tahu, bahwa dalam universe Petualangan Sherina, Sherina dan Sadam saat ini sedang berkeliling dunia dan menikmati waktu yang mereka bisa habiskan berdua, bersama.

Jangan tanyakan bagaimana kelanjutannya, toh kita semua juga tahu kenapa mereka berdua ga cocok kan? AHAHAHA

Terima kasih atas wisata masa lalunya, Sherina dan Sadam

We owe you a lot

Tuesday, August 15, 2023

Hidup Memang Seharusnya Biasa Saja

Hidup memang seharusnya biasa saja
Bangun pagi, mandi, sarapan nasi atau roti, lalu pergi menguji jati diri
Berkendara naik mobil, motor, bus pengumpan, krl, mrt, ojek online

Setiap harinya selalu sama,
Bertemu kemacetan, terjebak polusi dalam perjalanan, lampu merah, lampu hijau
Macet lagi, jalan lagi, sampai di kantor… lagi

Bekerja delapan jam,
Pusing kurang tidur,
Mengulur-ngulur waktu sampai waktu pulang
Namun tetap menunggu di kantor karena tidak tahan dengan kemacetan sebelum jam 6

Aku selalu merasa, kehidupan orang lain pasti lebih baik dari kehidupanku
Yang membosankan dan tidak mengarah pada apapun

Sampai aku terbangun dari lamunanku ketika duduk di transjakarta menuju rumahku
Aku melihat seorang Ibu yang sedang mengandung, berdiri berpegangan di jam malam yang cukup penuh
Aku lepaskan headsetku, secara tidak sadar aku berdiri dan memanggil Ibu itu untuk duduk di kursi yang sedari tadi aku tempati

Ibu muda yang terlihat sangat kelelahan itu terkejut lalu tersenyum penuh dan mengucapkan terima kasih banyak kepadaku.
Yang tidak kusangka, senyumnya membuatku merasa sebagai manusia paling baik di dunia

Hidup memang seharusnya biasa saja
Agar kita dapat menikmati hal luar biasa pada kesempatan yang tidak kita duga

Thursday, June 22, 2023

Two Sides Coin of Death

Lately, I’ve been thinking about life more than any time that I spent to thinking
Probably it caused by my loneliness every night, far from home 

In the middle of nowhere, when I got a chance to talk to my friend, I would ask him/her, “How’s life?”
I don’t throw that kind question to just only random person, I ask that question to the person that I feel closed
Because I know sometimes it could become a rude question to ask

But when I ask you that question, I really do want to know your state condition.
Because I really do care about you
So if I ever ask you that question, you can count yourself as my closed ones 

One time, I met one of my long gone friend at hospital
We were best friend but life separates us away with different path of schools

After several minutes, I ask him what things that I missed about his life
It’s a long story to hear, but in the middle of his story.
He said one time he had suicidal thoughts on his mind
It happened when his life hit by tragedy and followed by tragedy after tragedy
I lost my words
He smiled painfully
My heart crumbling into pieces 

About one month earlier, one of my friend texted me on Instagram’s DM, she said that our friend has passed away caused by complication
I remembered that I cried when I heard that news
My friend that told me the news was fortunate enough to be able accompanying her in our friend last seconds
But her last words pain me the most
She said clearly that she was afraid of death
And if she could, she wanted to keep alive and continue pursue her dreams 

These two stories doesn’t related on every each to another and we have no right to judge their stories
Because we never experienced what life that they have been trough 

But it just got me thinking
Death is just like two sides of coin
One side is a life that really want to die
And another side is a life that really want to live 

Sometimes we can be really afraid of death,
But sometimes we can be really not bothered to death, even not cared about it at all
Life, somehow can be so cruel and unfair
And It always reminds myself that everyone has a battle to fight 

No matter what status that we already got, or what things that we already accomplished in life
Everyone has their own problems in a way that maybe we can't understand 

When I started to wrote this essay, I really didn’t know how I will conclude this topic
But I really want to say

In this fast paced world
When everyone already busy on their life routine
Don’t forget to ask your closest ones, "how’s life?" 

I believe somehow, it will help them in a way that maybe we cant imagine before

Thursday, February 2, 2023

Bukan Masalah Kemana, Tapi Sama Siapa

Semakin kamu berumur, pasti kamu semakin sadar.
Ternyata benar,
Bukan masalah “kemana”nya.
Tapi sama “siapa”nya

Saya ngga masalah, entah itu makan potongan daging berdiameter 10 cm dengan harga 120 ribu per porsi,
atau sekedar makan pecel lele ditemani genjrengan gitar para pengamen di perempatan lampu merah sebelum taman kota asal saya bisa denger dia bilang, “diabisin ya makanannya…”

Saya nggak masalah, minum kopi di balkon café lantai 5 di mall tengah kota atau cuma minum minuman panas dengan pemandangan jalan raya ditambah tukang nasi goreng beserta pelanggan pelanggannya yang antri supaya bisa denger cerita dia seharian kerja, tapi masih bela-belain jemput saya biar bisa nyeruput kopi sama saya

Mau roda empat atau cuma dua, sama saja
Seru emang, ngerecokin dia dari kursi samping sambil cium bahu kirinya pas dia lagi sibuk perhatiin jalan.
Tapi kamu udah pernah belom ngerasain liat-liatan dari spion kiri pas lagi bercanda sambil meluk dari belakang?
Atau dengkul dielus pas lagi lampu merah?
Nah itu

Jadi ya kalau bisa, jangan terlalu menuntut ini itu kalo emang dia udah bisa ngasih waktunya buat kamu, ya bersyukur
Soalnya uang bisa dicari
Tapi waktu gabisa kembali

Saya mah gak apa apa nggak bisa ngeliat aksinya mas Channing Tatum di bioskop, asal saya bisa ngeliat dia ketawa karena bercandaan saya
Saya nggak masalah kok duduk di ruang tamu dengan bekel teh gelas, dengerin dia ngeluh capek pengen tidur tapi malah nemuin saya karena kangen saya

Karena buat saya, bukan masalah kemananya
Tapi selama sama dia, saya udah bahagia
Dia aja itu udah cukup
Seribu kali lipat cukup


30 Oktober 2018
-Anyil, timeLINE