Mari kita mulai ulasan ini dengan pernyataan yang sahih.
Saya sangat menyukai film Petualangan Sherina 2.
You know what, I already put my expectation very high before watch this movie and what I got?
I SUPER SATISFIED! HAHA
Saya rasa dimulai dari sini kalian akan membaca banyak sekali hal positif tentang film ini dari kacamata saya. Tapi ya mau gimana lagi? Emang filmnya sebagus itu sih! Haha
Ulasan ini jelas akan menampilkan beberapa spoiler. So, untuk kamu yang belum menonton Petualangan Sherina 2, alangkah baiknya untuk kamu berhenti di sini karena saya tidak ingin mengacaukan kejutan dan pengalaman berharga ketika kamu menyaksikan film ini untuk pertama kalinya
Kalau kamu sudah menonton, please take a seat and lets have a good throwback with me
Sebagai anak kecil yang menyaksikan Petualangan Sherina di VCD pada tahun 2000, saya gak pernah berandai untuk berharap dapat menyaksikan sequel dari Petualangan Sherina dan Sadam kembali. Bahkan mungkin terpikirkan pun tidak. Sherina dan Sadam terlupakan seiring saya beranjak dewasa
Dalam rentang waktu tersebut, Life Happens, persis seperti kata Sadam mencari kata-kata untuk menjelaskan kenapa dia menghilang dari kehidupan Sherina selama 10 tahun lamanya
Sampai akhirnya di umur saya yang ke-27, kabar tentang pembuatan sequel dari Petualangan Sherina muncul, di titik itu saya benar-benar tidak tahu betapa saya ternyata membutuhkan bagaimana kelanjutan dari kisah Sherina dan Sadam
Film ini bercerita tentang Sherina dewasa yang ternyata tidak berubah. Tetap ceria, bersemangat, dan sangat berambisi untuk selalu memberikan yang terbaik untuk apa yang dia kejar. Jalan hidupnya membuat Sherina dipertemukan kembali secara kebetulan dengan sahabat lamanya yang telah menghilang selama 10 tahun, yaitu Sadam, di hutan Kalimantan sebagai manajer program di sebuah lembaga konservasi orangutan
Pertemuan berjarak 10 tahun saja untuk saya sudah menawarkan selling point yang kuat untuk dieksplorasi dalam film ini. Akan tetapi, film ini tidak hanya menjual reuni dua sahabat lama, Sherina dan Sadam kembali bertualang untuk menyampaikan pesan yang sangat penting untuk disampaikan ke seluruh saksi dari kelanjutan cerita mereka berdua
Elemen pendukungnya pun tidak kalah megah dan bersaing apik untuk mencapai puncak kualitas dari karya mereka kali ini. Duet Mira Lesmana dan Riri Riza kembali membuat saya kagum. Dengan bagaimana pengambilan gambar, pemilihan fokus lensa, tone gambar, dan segala hal tentang penyuntingan membuat saya tak henti berdecak kagum
Lagu-lagu tema, scoring, sampai koreo dari pertunjukan musikal dalam film juga membuat saya terhanyut dalam senyum dan beberapa kali membuat saya terharu serta emosional
Ardit Erwandha, Quinn Salman, Isyana Saraswati, Chandra Satria, Kelly Tandiono, Randy Danishta, dan seluruh cast pendukung berhasil membuat warna dan kedalaman yang begitu menyenangkan sekaligus menegangkan
Perkembangan karakter Sherina dan Sadam yang diceritakan dalam waktu 2 jam terasa cukup dan tidak ada yang terlewat. Percakapan, emosi yang ditunjukkan, sampai konklusi yang dihadirkan pasti akan membuat seluruh penonton dari Petualangan Sherina 2 gemas sampai bertepuk tangan.
Seluruh detail tersebut tidak akan berhasil tanpa kehadiran dan kesungguhan dari bintang utama film ini yaitu Sherina Munaf dan Derby Romero
Akhir kata, saya merasa bahwa Petualangan Sherina alangkah baiknya dicukupkan sampai sequelnya yang kedua. Karena siapa yang akan siap dengan kelanjutan kisah Sherina dan Sadam apalagi setelah adegan di scene terakhir? HAHA
Tapi setidaknya kita semua tahu, bahwa dalam universe Petualangan Sherina, Sherina dan Sadam saat ini sedang berkeliling dunia dan menikmati waktu yang mereka bisa habiskan berdua, bersama.
Jangan tanyakan bagaimana kelanjutannya, toh kita semua juga tahu kenapa mereka berdua ga cocok kan? AHAHAHA
Terima kasih atas wisata masa lalunya, Sherina dan Sadam
We owe you a lot