Beberapa waktu yang lalu, aku menerima telfon dari seorang sahabat yang sudah cukup lama tidak bersua.
Bisa dibilang obrolan terakhir kami terjadi lebih dari 5 tahun yang lalu. Hingga di suatu malam yang acak, kami akhirnya berbicara kembali lewat udara
Berbicara dengan sahabat yang udah lama ga ketemu
ternyata menjadikan obrolan kami sangat kaya. Bahkan mungkin terlalu banyak
topik yang dapat kita bahas di waktu yang sama.
Dimulai dari hidup sampai kisah cinta.
Semua detail yang terlewat selama masa kita
ga ketemu menjadi sangat seru untuk diceritakan. Yang rasanya juga ga akan habis
untuk dibahas semuanya dalam satu malam
Dan entah kenapa, setelah sekian lama ga update
kehidupan, rasanya dia sama sekali ga berubah
Tentu bukan penampilannya, atau gimana cara
dia berpandangan akan sesuatu.
Yang ga berubah adalah core-nya. Jati
dirinya
Dia tetap menjadi orang yang ceria,
ngomongnya yang masih super cepet WKWKWK, dan dia yang selalu berusaha untuk
melakukan hal baik sama semua orang.
Waktu ketika kita ga ketemu selama
bertahun-tahun itu rasanya kaya beku.
Dia masih menjadi orang yang sama dan entah
kenapa rasanya sangat menyenangkan ketika aku bisa mengidentifikasi itu,
sungguh. Aku tidak kehilangan sahabat yang aku kenal
Malam itu dia bercerita banyak, salah
satunya adalah kabarnya yang mau menikah.
Wow, it sure surprise me and at the same time I am really glad to hear that directly from her
"Terus lo gimana? Lo lagi deket ga
sama seseorang?" katanya penasaran
"Wow, giliran gua nih ya sekarang buat
cerita?"
"Iyalah! Gue tuh heran deh, lo kaya ga
pernah cerita sama gue. Kaya kenapa sih gua mulu yang cerita sama lo?"
jelasnya sambil tertawa tentang keheranannya
"Ahaha ya gimana dong. Kita juga baru
ngobrol sekarang kan. Coba coba kalo gitu mulai dengan pertanyaan"
"Ehmm oke... coba gimana kisah cinta
lo selama ini? Lagi deket ga sama seseorang?"
Kita berdua memang dikenal sebagai
pendengar yang baik. Kita juga memiliki MBTI yang sama haha
Itu mungkin cukup menjelaskan mengapa kita
begitu terkoneksi ketika sedang berbicara
"Ehmmm mulai darimana ya?" aku
menerawang cerita yang ingin aku bagikan kepada sahabatku yang satu ini.
Karena aku tidak bisa memilih cerita yang
spesifik, aku mencoba dengan memikirkan orang yang aku sukai saat itu juga.
Pikiranku menjelajah dengan cepat
kenangan-kenanganku bersama orang yang aku sukai dalam beberapa waktu ke
belakang
Banyak sekali ingatan yang muncul di
kepalaku, seperti
Aku melihat ekspresi senangnya ketika dia
memakan makanan kesukaannya,
Aku melihat wajahnya yang serius ketika
kita menonton film,
Melihatnya menikmati langit malam di atap
sebuah gedung sekitar Senayan,
Melihatnya bersemangat ketika menjelaskan
sesuatu yang aku tidak tahu
Melihatnya bercerita
Melihatnya bernyanyi
Melihatnya tertawa
Ingatan-ingatan acak itu berganti cepat dan
tidak berhenti bermain di kepalaku
Hal yang tidak aku sadari ternyata dengan
mudahnya membuatku bahagia
Aku tidak pernah menduga ternyata dengan memperhatikan seseorang yang aku sukai saat melakukan sesuatu dapat menghasilkan kebahagiaan
yang tiada tara
"...Setiap gua jalan sama si orang
ini, entah kenapa gua tuh lebih banyak diem dan ngeliatin dia ngelakuin
sesuatu. Rasanya tuh... menyenangkan banget gatau kenapa" kataku memulai mendeskripsikan pengalaman
yang telah kualami
"Ish gua ngerti banget perasaannya
lagi. Kemaren gua sama laki gua kan foto prewedding ya, sambil ngambil video
untuk footage gitu. Ada tuh satu adegan dimana dia megang handycam terus
ngerekam gua ngomong ngedeskripsiin dia.
Fotografer kita ngefoto dia saat momen itu. Dan asli sih pas gua ngeliat fotonya, gua semakin yakin kalo emang cowo ini bener-bener sayang banget sama gua dari
tatapannya... itu mungkin ya yang elo alamin selama ini?"
"Sumpah... begitu emang yang gua
rasain" Kataku mengafirmasi deskripsi sahabatku dengan cepat
"Elo asli bucin sih kayanya orangnya ya"
"I am!" kataku cepat dan tertawa
setelahnya
Mengidentifikasi perasaan kita sendiri rasanya
memang selalu menyenangkan.
Rasanya seperti kita menemukan jawaban atas
sesuatu yang tidak terjawab setelah sekian lama.
Katanya, mata dapat memberikan banyak makna
daripada yang bisa disampaikan melalui kata
Dan aku semakin menyadari mengapa aku
begitu menikmati waktu ketika aku menggunakannya untuk memperhatikan orang yang aku
sukai
Dude, eyes sure never lies.