Monday, July 14, 2025

Sore: Istri dari Masa Depan (2025) | In-Depth Review

Aku dipertemukan oleh Sore, si Istri dari Masa Depan yang seharusnya kalian sudah pernah lihat itu, sekitar tahun 2020. Its quite late, karena web series dari Sore hadir di tahun 2017 di youtube official Tropicana Slim. Kala itu, seperti manusia-manusia di bumi pada umumnya, kita tidak memiliki aktivitas selain menghabiskan waktu untuk berselancar di internet. Begitu pun aku, sampai akhirnya bertemu dengan Sore dan Jonathan.

Aku menonton Sore (2017) tanpa ekspektasi, dan berbekal kecintaanku pada genre romance maka aku mulai menonton series sebanyak 9 episode itu. Setelah menghabisi semua episodenya, aku (dan banyak orang lainnya) jatuh cinta dengan kisah dari Sore dan Jonathan. Mungkin Sore (2017) membuatku memulai menonton banyak web series di youtube dan menjadikan parameter tersendiri untuk standar cerita web series yang bagus.

Kehidupan berjalan dan 8 tahun berselang, Sore: Istri dari Masa Depan (2025) hadir dalam format film panjang dan ditayangkan di bioskop.

Ketika mengetahui akan ada film panjang dari Sore, aku sangat excited. Karena, entah mengapa memori dan kesan dari Sore versi 2017 menyeruak di kepalaku. Ada semacam rindu yang seketika hadir dengan karakter dan cerita yang kita cintai bersama-sama.

Film panjang Sore dibuat dengan garis besar cerita yang sama. Jonathan (Jo), yang Kembali diperankan oleh Dion Wiyoko, adalah seorang fotografer freelance yang sedang menetap di suatu kota yang sangat sepi di Kroasia, sedang berburu foto untuk diajukan dalam sebuah pameran, yang dibantu temannya, Carlo. Hingga pada suatu pagi, ketika Jo baru saja terbangun dari tempat tidurnya, ada seorang perempuan yang sudah terduduk di kasur tempat Jo tertidur, sedang menatap Jo dengan penuh perasaan.

Sontak, Jo terkaget dan melompat dari kasur tersebut dan bertanya kepada perempuan tersebut, siapa dia? Perempuan tersebut menjawab,

“Aku Sore. Istri kamu dari masa depan”

Bagi mereka yang sudah menonton web seriesnya, semua nuansa gambar, latar, musik, seketika membawa kita kembali ke Sore versi web seriesnya. Ada rindu yang terbalaskan di sana dan sangat besar.

Sore (2025), yang diperankan oleh Sheila Dara, berakting sangat kuat. Sebegitu kuatnya sampai seluruh emosi yang disampaikan melalui matanya terasa begitu dalam. Yandy dan Mita, selaku sutradara dan produser, memang menyatakan bahwa salah satu kekuatan terbesar dari Sore versi film panjang adalah mata dari Sheila dan Dion. Dan aku akui, janji Yandy dan Mita terbayar melebih ekspektasi.

Sore yang hadir dari masa depan, ingin membuat Jonathan berkehidupan yang lebih sehat. Jo yang setiap hari merokok, jarang meminum air mineral, dan suka begadang, ingin Sore ubah, Karena dengan pola hidup seperti itu, Jo akan meninggal saat dirinya sudah menjalani kehidupan pernikahan bersama Sore.

Banyak kesamaan yang dihadirkan Sore versi film panjang dengan Sore versi web series. Namun, terdapat perbedaan yang membuat kedua karya ini menghasilkan ending yang berbeda.

Sore versi film panjang adalah kemegahan dari idealisme Yandy Laurens untuk berani membawakan serta mengaransemen ulang cerita yang sudah sangat dicintai oleh banyak orang ini.

Alasan tersebut adalah, bagaimana pandangan Yandy mengenai pernikahan yang ternyata bertambah setelah melalui pernikahannya dengan Joeanne. Tentang bagaimana cinta adalah bentuk dari usaha yang tidak pernah putus.

Tidak ada transaksi dalam cinta. Karena yang terjadi adalah kita yang selalu ingin memberi atau melakukan hal lebih untuk pasangan kita, selamanya.

Kita bisa berdebat panjang mengenai Sore versi mana yang lebih bagus, opini semua orang valid. Tapi pelajaran yang disampaikan oleh Sore versi film panjang adalah sesuatu yang jelas tidak akan kamu dapatkan dari Sore versi web series.

Memilih kamu, sekalipun dalam kehidupan ke-10 ribu, rasanya agak mustahil untuk dibuktikan. Peradaban manusia belum semaju itu untuk menciptakan dunia paralel atau time travelling.

Namun, entah kenapa, itu adalah ungkapan yang paling romantis belakangan ini. Untuk menunjukkan betapa yakinnya Sore memilih Jonathan untuk menjadi pasangan hidupnya, selamanya.