Hidup memang seharusnya biasa saja
Bangun pagi, mandi, sarapan nasi atau roti, lalu pergi menguji
jati diri
Berkendara naik mobil, motor, bus pengumpan, krl, mrt, ojek
online
Setiap harinya selalu sama,
Bertemu kemacetan, terjebak polusi dalam perjalanan, lampu
merah, lampu hijau
Macet lagi, jalan lagi, sampai di kantor… lagi
Bekerja delapan jam,
Pusing kurang tidur,
Mengulur-ngulur waktu sampai waktu pulang
Namun tetap menunggu di kantor karena tidak tahan dengan
kemacetan sebelum jam 6
Aku selalu merasa, kehidupan orang lain pasti lebih baik
dari kehidupanku
Yang membosankan dan tidak mengarah pada apapun
Sampai aku terbangun dari lamunanku ketika duduk di
transjakarta menuju rumahku
Aku melihat seorang Ibu yang sedang mengandung, berdiri berpegangan
di jam malam yang cukup penuh
Aku lepaskan headsetku, secara tidak sadar aku berdiri dan
memanggil Ibu itu untuk duduk di kursi yang sedari tadi aku tempati
Ibu muda yang terlihat sangat kelelahan itu terkejut lalu
tersenyum penuh dan mengucapkan terima kasih banyak kepadaku.
Yang tidak kusangka, senyumnya membuatku merasa sebagai
manusia paling baik di dunia
Hidup memang seharusnya biasa saja
Agar kita dapat menikmati hal luar biasa pada kesempatan
yang tidak kita duga