Sunday, June 28, 2020

Kita yang Memang Ditakdirkan untuk Selalu Bertengkar

Aku rasa kita semua pernah terlambat dalam hal mengutarakan perasaan kita kepada orang yang kita suka, ya kan? Punyaku berlabuh kala itu, keterlambatan yang sepenuhnya pernah kusesali tapi ingatan itu lekang sampai saat ini, sepertinya akan abadi sampai entah kapan. Karena dari dirinya aku belajar banyak hal. 

Perempuan yang satu ini sangat unik. Sangat baik, sangat jujur, tapi jalan pikirannya sangat rumit, tak ayal banyak laki-laki yang dibuatnya tetarik tapi ia selalu berhasil menempatkan semua laki-laki di posisi yang sama, sebagai teman. Dalam kasusku, aku dan dia tidak pernah sejalan dalam hal pemikiran. Bahkan kita adalah teman yang selalu meributkan hal-hal yang tidak penting. Aku ingat saat pertama kali ia merasa canggung  berada di kelas (menurut observasiku sekalipun dia selalu menyangkal bahwa dirinya memang sekalem itu) dan malamnya ku kirim pesan singkat untuk tidak terlalu memikirkannya dan coba untuk menjalani hari dengan lepas. Hasilnya? Dia bilang tidak usah repot-repot memikirkannya haha sejak hari itu kita memang magnet dengan kutub yang sama, sama sama keras kepala. 

Ketika bertemu kita sangat jarang berbicara langsung, tapi semenjak saat itu, kita benar-benar mengalami kemajuan dalam pertemanan, walaupun selalu diakhiri dengan pertengkaran. Sampai, suatu hari aku bercerita tentang keinginanku untuk datang ke sebuah workshop film yang diisi oleh Hanung Bramantyo di daerah kuningan, dengan semangat dia bilang ingin ikut. Dia amat terobsesi dengan fotografi, tak pernah kuingat dirinya akan ketertarikannya dengan sinematografi atau olah peran, tapi dia tetap ingin ikut, entah apa alasannya. 

Dia yang dikagumi oleh banyak orang, yang selalu membuat pertengkaran denganku, yang selalu menanyai kabar tentangku tentang kesibukanku, yang selalu menungguku hingga dini hari untuk bisa berbicara denganku, terus terpikirkan dalam kepalaku. "oke kalo gitu, tapi malemnya gua juga harus ke pameran typographynya temen gua di pasar santa, lo kalo mau pul.." kataku menawarkannya untuk pulang duluan dipotong dengan, "gua juga ikut!". 

Aku tak pernah bisa menebak pikirannya, setiap kutebak kita selalu bertengkar. Dia adalah paradoks yang mungkin selama ini aku bawa bersama hidupku. Aku pernah bilang padanya bahwa setiap kudapati dirinya berpendapat dan bersikap, aku seperti bercermin terhadap diri sendiri, dan dia akan bilang, "ish mana mau gua disamain sama lo" dilanjut dengan tawa antara kita. 

Aku yakin akan perasaanku kepadanya, tapi bukannya dia memang baik kepada semua orang? Apakah aku harus peduli tentang apa perasaannya kepadaku? Atau memang kita seharusnya tetap seperti ini menjadi teman yang saling bertengkar dan memaafkan kembali? Entah apa tujuan dari mengulangi siklus ini. Hingga pertanyaan ini terus melonceng dalam kepalaku, kita tetap maju mencari jawaban atas siapa kita sebenarnya. 

Monday, June 22, 2020

Salad Days, My Alltime Favorite Manga

Mann why are people always go straight even though they already know they would be hurt? 
What is that for? 
Especially in the love story 

I just finished read a serial manga, again for countless times, the title is salad days. This books was extremely become my top manga of all time. Since it talking about romance at high schools scheme, i really really enjoyed it when first read it. Since i first time read it back in junior high schools, it almost impossible for me to buy a comic, like seriously i dont have any money to spend for my hobby haha but fortunate to me my sister always come home by bringing many comics. Say it naruto, detective conan, gals, imadoki and then salad days. I read all of them haha because it source of happiness for me, for sure. And it make no surprise that me is a melancholy-person because my sister is my influence when im growing up, she like romance manga very much! 

Talking about salad days, jeez ive recommend it to many of my friends, like a lot, but i dont know it seems like they never going to love it. My ex girlfriend once read it and call me pervert because she just finished reading a chapter that endings with woman naked body and since then she never read it again, as i know ahaha. The author of the manga is Shinobu Inokuma. When i search his track record as a mangaka, he already produces many serial manga and there are two title of the manga that makin he famous. The one is salad days and the other one is school of water business, the last one is an adult manga and it contains lot of adult content too, it make me no surprise that you can found in few chapter a drawing of naked woman. But trust me, thats not the main issue. That kind like of content only appears 1% of the entire books of salad days, but apparently the risky content itself appears in volume 2 and make people tend to not continue reading the books. And fyi when you read salad days that distributed by elex media co. the adult content is properly censored so it really safe to read it until the last chapter! At this point you should know that this post is to persuading you to read the manga hahaha

The manga itself ended at 18 volumes. Salad days really make forever impression for me. Every volume talks about love stories of different people, so you can imagine there are 18 volumes that contain many love stories. Since the author is a man so salad days is relatively talk about love stories from boys point of view. I really learn a lot from the manga, the problems that caused by a fight, a warm love stories, sad endings, and many more. 

And today i finished read it again, and now i feel sad. You must be relate when you finished rushing at good movie or good novel there's must be something that makin you feel sad for uncertain reason. Bah now i at that stage

But merely i got sad because why in my circle theres no one who read it too! Ahaha like really, i want to discuss it with anyone. Strangers too are welcome. Salad days are really good manga, it reminds us that the love feelings in the past. Just if you intrest to read the manga or you already read it either 1 volume or 2 volumes you better contact me, and we surely will discuss about it ahahaha hope someday there is a person who can i talk to discuss the entire greatly salad days

After all, thank you Shinobu Inokuma for all the stories. You are forever my heroes. 
Dont forget to forward my message to kamiyama yuuki and kawamura futaba too. Soon i will write my salad days that you already inspired to me. 
Ja ne!