Thursday, July 20, 2017

Petak Umpat Belum Genap Setahun

halo, kamu.

sebelumnya, apa kita pernah bertemu? ku rasa engga. tapi, wajah mu seperti tidak asing untukku. oh! kamu!

---

"banyak loh, adik kelas dari SMP aku yang masuk sekolah kita" kata nya.
"oh ya? mana mana? berarti bisa dong kita ajak masuk club kita, hihi!" jawabku.
"itu tuh, yang pakai kaos hitam dan sepatu merah, paling keliatan deh" sambil menunjuk seorang putra yang memegang map putih.
"siap siap"

---

awal masuk kelas sepuluh. berat! aku belum siap! tapi, harus ku lalui. ah, yasudahlah, toh masa mos hanya tiga hari.

"kamu sepuluh ips ya!"
"baik, kak"

langkah demi langkah,
detik demi detik,
pastinya.

wajahnya seperti tidak asing.

---

"dek, ikut saya deh"
"kemana kak?"
"udah, ikut aja"
"kemana dulu kak?"
"ikut ajaaaa dulu!"

tangannya,
dingin. kayak es batu!
eh, batu es.
es batu deh.

deg deg deg.
loh?

---

kenapa sepi? padahal ramai.
kenapa semua putri? padahal banyak putra.
suara ku sudah habis tapi hasil nya nihil. bagaimana ini? apa aku harus menyerah? lalu, generasi selanjutnya bagaimana? tidak! aku harus berusaha!

puk!

"eh, ikut club kita......"

......

ini kan dia. dia yang kemarin. dia yang waktu itu. dia yang saat itu. benar, ini dia! aku yakin, dia!

aku malu. malu. bagaimana? gatau.
jelasnya, aku enggak tau.

"maaf ya..."

kejut dan kaget. eh, sama!
langsung berlari dan menutup wajah. berkeringat. melihat diri nya dari dekat. seperti ada yang menyengat.

deg deg deg.
lagi?

---

"ca, kamu dispen nih, disuruh ke ruang BK ya"
"hah? mau ngapain?"
"aku sendiri ngga tau, ikut aja"
"yaudah deh"

yah, kegiatan membosankan. hanya untuk pencitraan semata. tapi, tak apa. karena harus sering kesini, aku jadi bisa melihatnya, dari dekat.
aku jadi tertarik.

tanpa ku sadari, aku mencari tau tentang diri nya lebih dalam. hingga akhirnya, aku kenal dengannya lebih dekat. sialnya, aku tidak hafal suaranya.

dasar,
sepatu merah!

tapi aku berusaha biasa saja.
dan akhirnya, aku pun terbiasa untuk biasa saja.

---

"kamu jadi mc ya?"
"iya kak"

serak...
akhirnya!

---

ngga kerasa, kegiatan ini sudah selesai. akhirnya tibalah hari penutupan yang diadakan di aula.

"harus dekat dengan adik kelas agar akrab"

yasudah.

"main yuk, main jempol!"
"oh, truth or dare?"
"iya"
"yaudah, yuk"

"kamu ngga ikutan?"
"ngga kak"
"kenapa?"
"gapapa kak, gamau aja kak"
"oh yaudah"

sayang sekali,
dia tidak ingin masuk club kami.

---

selamat tinggal.

---

"ca, ada anak baru yang mau masuk"
"siapa?"
"nah, itu dia! yang lagi lari!"

wajah tak asing. dia. sepatu merah.
tidak, kali ini hitam.

kenapa dia ada? ah!

"ca, kamu yang ajarin ya, dah sana!"
"ah, ngga mau!" aku deg deg-an.
"buruan, caca!" aku pun di dorongnya.

dia hebat. dia bisa. sial!

---

sebentar lagi,
tiga hari lagi, adalah waktunya. kami dan mereka semakin dekat. mereka juga semakin dekat. sedih apabila harus berpisah. usahakan, jangan!

"saya mau, kamu deketin dia"

ya,
berawal dari sebuah kalimat, yang mengguncang, hingga detik ini.

aku, gadis yang sedang bahagia dengan nya harus dipaksa mendekati dia.
apa yang harus ku lakukan?
tapi, tujuan cuma satu. jangan sampai ada perpisahan diantara mereka. aku harus berpegang teguh!

---

instagram seperti hidup kedua ku.
ternyata,
begitu pun dia.
lebih terkejut lagi, kita punya kesamaan. bukan satu, tapi lebih.

tunggu,
ada yang janggal.

---

ice cream.
batang ice cream punya ku copot.

kamu mau?
oh, tidak. ternyata kamu langsung menuju indomaret, ya, hahaha!

---

harus tidur jam sembilan malam.
jangan.

beng beng max. ada syaratnya!
tiba-tiba, notifikasi instagram ku penuh!
aduh, yaampun!

---

loh, wajah kita kok jadi cerah?
tentu nya tiap Rabu punya jadwal yang sama.

---

"kamu harus kuat! kamu pasti bisa! aku bakal bantu kamu terus kok"
"tapi aku gamau, aku gaenak"
"udah, jalanin aja dulu.."
"baiklah, terimakasih ya"

terimakasih yang tidak hanya satu kali.
hingga kini, aku masih merasakan kata terimakasih mu.

begitu pun aku. apakah aku harus berterimakasih juga?

---

banyak lubang di jalan ini. sudah berkelok, berlubang pula!
lubang nya lebih dari lima. kami harus mengerem mendadak, padahal didepan tidak ada kendaraan. hanya ada polisi tidur, hehehe. terkadang, kami tidak mengerem, tapi kami lewat pinggir dan pernah kami terbang.
aduh, bagaimana itu?

---

"ngga sepantasnya kita begini"
"lalu, mau bagaimana lagi?"
"ngga sepantasnya kalian begitu"
"lalu, harus bagaimana lagi?"
"berpisah, itu lah yang terbaik"

belum genap setahun untuk saat ini. tapi, hati ku berguncang mengingatnya. dunia tahun kedua ku seakan akan bukan mejikuhibiniu. andai aku bisa menambah dua huruf diantara 7 disitu. bolehkan aku tambah de?

yasudah, jika tidak boleh.

---

masih ngga nyangka. ternyata, wajah tak asing di awal penglihatan ku, berakhir nyata. dia sudah tidak asing lagi bagiku.

bahkan,
tiap ketikan nya, aku hafal.
terlebih lagi, apa yang diketik, terekam suaranya di otak ku.

bahkan,
tidak lah hanya suaranya,
gerakan nya pun aku tau.

ini yang disebut terbiasa?
terbiasa bersama?

bahkan, aku belum genap setahun bersamanya!

---

kata orang,
ini tidak baik. tapi, mengapa bersamanya, membuat hati ini lebih baik?

kata orang,
kamu akan menyesal. tapi, mengapa bersamanya, semua terasa menyesal karena "aku belum selesai cerita ini!" "aku belum selesai cerita itu!" "kita butuh waktu lebih lama untuk bertemu" waktu terlalu cepat berjalan saat kita bersama.

tentu,
kamu dan aku adalah dua orang pandai.
pandai memanipulasi segalanya.
waktu, tempat, kenangan.

---

entah sampai kapan.
aku tidak tau kapan.
dan tidak ingin tau.
karena aku tidak mau.
entah bagaimana dengan mu.

tidak ada yang tau, berapa isi celengan, padahal kamu sendiri yang memasukan uang nya.

dan tidak ada yang tau, berapa jumlah keringat, padahal kamu sendiri yang mengeluarkannya.

sekali lagi,
tidak ada yang tau,
ada apa dengan kamu dan aku.
yang sebenarnya.

---

19.48
Jumat, 14 Juli 2017.

satu bulan lagi.

-dara khairunnisa, siswi absurd.