Sunday, November 17, 2024

10 Years of Being Single

It’s already a decade, since last time I had a relationship. I found it pretty weird, because I always see myself as a person who really likes romantic things, romance stories, romance movies, but I ended up 10 years on being single. For people that didnt know me well must be reacting like, “Ah masa sih, Dhan orang kaya lo single selama 10 tahun?”. But seriously, its already a decade since last time I had a relationship and surprisingly, it really felt just like yesterday.

I remember, when I broke up with my ex 10 years ago. I kinda like made a commitment for myself, “I have to be ready in all aspects to finally brave enough to find a partner again”. From mentality, resources, till economically. Looking back right now, even I see myself back then really pushed me that hard. I really had a harsh mindset to live despite my romantic needs going opposite haha But I didn’t regret on my decision.

Back when I was in college, I literally got no time to do other things beside my college activities. I was very lucky to be choosen to become kinda like coordinator of my department and gratefully everything went well. If a had a girlfriend at that time, I might be cant be present for my girlfriend and everything would turns out bad.

My college years were fantastic, and I graduated happily in October 2017. Soon as I graduated, I start fastly to looking for a job. And my first official job need me to work in Bandung, March 2018. So many things happened to my life in span my life at Bandung until today. But on the other hands, I was not seeking, effortly, a partner at that time. And then rumours start to circling me. From my inability to move on till I was not felt loneliness because I had many friends to talk to.

Honestly, in these past 10 years, I trying to find a partner. But every attempt just didn’t end well. And for loneliness issue, oh… I dealt with it in harsh way that I decided too haha

Luckily, when my friends didn’t around. I can funnel my time to doing many things that I liked, such as playing Dota 2, reading manga, watching movies, and write my feelings down into blog or short story.

This 10 years of being single also teach me how to depend on myself far more better. It helps me on being happy with everything that I do. I become more and more mature and independent. And I realized, that the happiness come from myself. That’s the positive things haha the negative things for being independent I guess my sense on seeking for help to anyone is being compressed. I need to work on it I guess haha

Sometimes, I wonder, what my life would have been if I had a relationship in these past 10 years. But if someone asked, did I regret on not being able to have a relationship in these past 10 years?

Well, the answer is no.

I am very happy with what I become today.

And I guess, right now I am ready to be in relationship again.

Ahaha that it for today.

Lets see what the future holds.


Thursday, May 23, 2024

How to Make Millions Before Grandma Dies - In Depth Review

Di tahun 2018, saya memutuskan untuk bekerja di Bandung setelah mendapat 3 tawaran pekerjaan pada saat yang bersamaan. Keputusan itu adalah kolaborasi antara keinginan saya untuk bekerja sebagai insinyur pesawat terbang dan restu orang tua yang menginginkan saya untuk tinggal di Bandung. Selama 6 tahun saya tinggal dan bekerja di Bandung, ternyata saya baru mendapatkan jawaban sebenarnya kenapa saya harus berada di Bandung untuk waktu selama itu. Dan itu adalah untuk datang ke pemakaman Nenek saya, di tahun 2023.

Saat mendapatkan kabar bahwa Nenek saya meninggal dunia di pagi hari, saya langsung mengurus izin ke kantor dan berangkat naik motor dari Bandung menuju pemakaman keluarga di Sukabumi. Dan Ketika mengantar Nenek saya ke tempat peristirahatan terakhirnya, hati kecil saya berbisik. Ini adalah hal yang tidak akan saya alami jika saya kala itu menerima pekerjaan di luar pulau Jawa. Tepat, di situlah saya merasakan full circle moment. Segala peristiwa dalam hidup yang tidak kita ketahui arahnya akan terjawab dalam waktu yang tidak dapat diprediksi

Kenangan-kenangan itu seketika terputar kembali saat saya menonton film How to Make Million Before Grandma Dies. Saya mengira film ini adalah sebuah film tentang seorang anak yang sangat mencintai Neneknya dan dia ingin memiliki uang yang banyak untuk mewujudkan keinginan Neneknya sebelum meninggal dunia. Ternyata saya salah besar.

Film ini bercerita tentang seorang anak laki-laki Bernama “M” yang ingin mengurus Neneknya yang diketahui mengidap penyakit kanker stadium akhir. M ingin menjadi orang yang paling disayangi oleh Neneknya sehingga nanti Ketika Neneknya meninggal, M mendapat warisan yang besar dari Nenek.

Kurang ajar? Memang. Tidak sekali dua kali saya dibuat menghela napas panjang karena motif M yang sangat tegas tergambar pada setiap aksi-aksinya mengurus Nenek. Tidak Ikhlas dan jelas berharap pamrih dari apa yang dia lakukan. Neneknya pun sudah mencium gelagat M yang tiba-tiba peduli dan ingin mengurusnya.

Namun, bukankah itu justru realita yang banyak terjadi saat ini?

Kekuatan terbesar dari film ini bukan dari bagaimana cerita ini menghadirkan plot twist atau adegan yang bombastis. Tapi dengan dekatnya isu yang disajikan, bagaimana kegiatan sehari-hari yang terjadi antara nenek dengan anak atau cucu, dan relevannya obrolan yang disajikan oleh karakter di dalam film ini entah kenapa begitu mengena di hati saya.

Saya akan bilang, film ini bukan untuk semua orang. Namun jika kamu memiliki hubungan yang special antara seorang cucu dan Nenek, atau seorang anak dan Ibu, ini adalah film yang tepat untukmu. Seminimal mungkin, kamu akan mulai menghargai waktu yang saat ini dapat kamu habiskan dengan mereka.

Banyak orang yang mulai menangis bukan dari puncak konfliknya, namun dari bagaimana film ini memperlihatkan kedekatan sehari-hari antara Nenek dan M. Untuk saya, tangis saya pecah saat mengetahui fakta bahwa Nenek menabung untuk M, sejak M kecil, di setiap bulan, tanpa terputus, dan tanpa pamrih.

Meskipun M telah melupakan itu
Meskipun M datang kembali dalam hidup Nenek dengan sombong dan pamrih
Dan M dengan nyata menyakiti hati Nenek berulang kali

Terkadang, kita perlu diingatkan bahwa mencintai seseorang tidak harus selalu berbalas.

Namun, alangkah lebih baiknya jika seseorang tersebut mengetahui betapa besar rasa sayang kita kepada dirinya

Sebelum kesempatan tersebut menghilang dan perasaan kita tidak akan pernah tersampaikan..

Sunday, May 5, 2024

Rahasia Kehidupan dari Walter Mitty

Saya merasa saat saya SMP sampai SMA, saya tidak pernah berpikir panjang untuk menonton suatu film di bioskop. Karena jika dibandingkan dengan hari ini, saya bisa sangat selektif untuk memilih sebuah film untuk ditonton di bioskop. Sinopsisnya gimana, reviewnya bagus atau engga, sampai penasaran dan harus liat trailernya.

10 tahun yang lalu, saya melihat sebuah poster film seorang pria berpakaian rapi sedang membawa koper di tangannya, namun dia sedang berjalan di udara, setara dengan tingginya Gedung pencakar langit. Entah kenapa, tanpa pikir panjang saya langsung ingin sekali menonton film itu. Sebuah film yang berjudul The Secret Life of Walter Mitty.

Sialnya, layar bioskop dari The Secret Life of Walter Mitty sangat terbatas. Kala itu mall terdekat dari rumah saya, Cibubur Junction, bahkan tidak menayangkan film tersebut (atau mungkin karena terlambat untuk mengecek jadwalnya di web 21cineplex). Berkat pacar saya kala itu yang sangat baik, dia menemani saya untuk pergi ke Pejaten Village (itu adalah kunjungan pertama saya ke Penvil) untuk menonton film yang sangat saya idam-idamkan ini.

Tidak ada ekspektasi apapun, namun Ketika film ini berjalan dari bagian awalnya, saya langsung terkesima dengan bagaimana CGI beserta dentuman kanan kiri dari narasi cerita hadir setelah adegan perkenalan yang khidmat. Belum lagi dengan quotes yang banyak hadir di sepanjang film membuat saya sangat terkesima.

The Secret Life of Walter Mitty bercerita tentang seorang laki-laki paruh baya bernama Walter Mitty yang bekerja sebagai manager pengelolaan asset negative foto untuk dijadikan sampul dari majalah LIFE menghadapi fakta bahwa majalah LIFE akan bertransformasi dari konvensional menjadi digital. Dan hal itu mengakibatkan pengurangan karyawan besar-besaran dari kantornya saat ini.

Majalah LIFE yang akan menerbitkan edisi terakhirnya meminta seorang fotografer andalannya, yaitu Sean O’Connell, untuk mengirimkan foto terbaiknya untuk dijadikan cover majalah tersebut. Sean akhirnya mengirimkan negative film dari fotonya kepada Walter Mitty, namun negative film tersebut ternyata hilang dari paketnya.

Walter Mitty, yang dalam sepanjang hidupnya tidak pernah melakukan apapun di luar rutinitasnya harus menemukan Sean, yang keberadaannya di penjuru dunia tidak pernah diketahui oleh siapapun, demi menanyakan keberadaan negative film tersebut. Dan di sinilah petualangan dimulai

Teruntuk kamu yang belum menonton filmnya, saya menyarankan kamu untuk berhenti di sini. Namun jika kamu tidak khawatir dengan spoiler, please take a ride with me.

“To see the world. Things dangerous to come to. To see behind walls. Draw closer. To find each other. And to feel. That is the purpose of LIFE.

Film ini adalah film dengan pace yang sangat lambat dan menitikberatkan kepada kata-kata inspirasional yang diterjemahkan ke dalam percakapan. Kalau kamu tidak familiar atau tidak menyukai film dengan tema tersebut, jelas ini bukan film untukmu.

Kita akan disuguhkan dengan pemandangan tempat-tempat yang indah. Petualangan yang diambil oleh Walter Mitty membawanya ke tempat-tempat yang tidak pernah dia bayangkan sepanjang hidupnya. Untuk mendapatkan semua hal itu, dia hanya membutuhkan satu keberanian untuk memutuskan hal besar, sekalipun hal itu memiliki nilai beli yang besar. Tapi bukankah itu esensi dari kehidupan?

Walter Mitty sedari awal hidupnya adalah seorang yang pemberani. Dia juga merupakan anak yang memiliki banyak prestasi. Namun di puncak masa remajanya, dia harus merelakan segala mimpinya dan menanggung tanggung jawab kehidupan yang besar. Ketika dia telah menerima bahwa sepanjang hidupnya akan berjalan dengan apa adanya, momen yang mengubah kehidupannya datang. Dan dia menjalani semuanya secara penuh.

Saya melihat, Walter Mitty adalah cerminan dari saya pribadi. Sebegitu membekasnya sampai-sampai semua narasi untuk terus bergerak maju, apapun yang terjadi, betapapun beratnya semua pilihan yang hadir di depan mata, harus selalu kita hadapi.

Di satu fase dalam film tersebut, Walter Mitty tentu saja menghadapi banyak kebuntuan yang akhirnya tidak mempertemukannya dengan tujuannya. Namun, setelah dia mendapatkan esensi dari kehidupan, dia menyadari bahwasanya, tidak selalu apa yang kita inginkan merupakan hal yang terbaik untuk kita dalam kehidupan.

Makna dari kehidupan, pastinya berbeda-beda untuk semua orang. Tapi Ketika kamu menemukannya, saya harap kamu dapat selalu diselimuti dengan damai dan kebahagiaan.

The Secret Life of Walter Mitty saat ini sedang tayang di Netflix!

Tuesday, October 3, 2023

Petualangan Sherina 2 - In Depth Review

Mari kita mulai ulasan ini dengan pernyataan yang sahih.

Saya sangat menyukai film Petualangan Sherina 2.

You know what, I already put my expectation very high before watch this movie and what I got?

I SUPER SATISFIED! HAHA

Saya rasa dimulai dari sini kalian akan membaca banyak sekali hal positif tentang film ini dari kacamata saya. Tapi ya mau gimana lagi? Emang filmnya sebagus itu sih! Haha

Ulasan ini jelas akan menampilkan beberapa spoiler. So, untuk kamu yang belum menonton Petualangan Sherina 2, alangkah baiknya untuk kamu berhenti di sini karena saya tidak ingin mengacaukan kejutan dan pengalaman berharga ketika kamu menyaksikan film ini untuk pertama kalinya

Kalau kamu sudah menonton, please take a seat and lets have a good throwback with me

Sebagai anak kecil yang menyaksikan Petualangan Sherina di VCD pada tahun 2000, saya gak pernah berandai untuk berharap dapat menyaksikan sequel dari Petualangan Sherina dan Sadam kembali. Bahkan mungkin terpikirkan pun tidak. Sherina dan Sadam terlupakan seiring saya beranjak dewasa

Dalam rentang waktu tersebut, Life Happens, persis seperti kata Sadam mencari kata-kata untuk menjelaskan kenapa dia menghilang dari kehidupan Sherina selama 10 tahun lamanya

Sampai akhirnya di umur saya yang ke-27, kabar tentang pembuatan sequel dari Petualangan Sherina muncul, di titik itu saya benar-benar tidak tahu betapa saya ternyata membutuhkan bagaimana kelanjutan dari kisah Sherina dan Sadam

Film ini bercerita tentang Sherina dewasa yang ternyata tidak berubah. Tetap ceria, bersemangat, dan sangat berambisi untuk selalu memberikan yang terbaik untuk apa yang dia kejar. Jalan hidupnya membuat Sherina dipertemukan kembali secara kebetulan dengan sahabat lamanya yang telah menghilang selama 10 tahun, yaitu Sadam, di hutan Kalimantan sebagai manajer program di sebuah lembaga konservasi orangutan

Pertemuan berjarak 10 tahun saja untuk saya sudah menawarkan selling point yang kuat untuk dieksplorasi dalam film ini. Akan tetapi, film ini tidak hanya menjual reuni dua sahabat lama, Sherina dan Sadam kembali bertualang untuk menyampaikan pesan yang sangat penting untuk disampaikan ke seluruh saksi dari kelanjutan cerita mereka berdua

Elemen pendukungnya pun tidak kalah megah dan bersaing apik untuk mencapai puncak kualitas dari karya mereka kali ini. Duet Mira Lesmana dan Riri Riza kembali membuat saya kagum. Dengan bagaimana pengambilan gambar, pemilihan fokus lensa, tone gambar, dan segala hal tentang penyuntingan membuat saya tak henti berdecak kagum

Lagu-lagu tema, scoring, sampai koreo dari pertunjukan musikal dalam film juga membuat saya terhanyut dalam senyum dan beberapa kali membuat saya terharu serta emosional

Ardit Erwandha, Quinn Salman, Isyana Saraswati, Chandra Satria, Kelly Tandiono, Randy Danishta, dan seluruh cast pendukung berhasil membuat warna dan kedalaman yang begitu menyenangkan sekaligus menegangkan

Perkembangan karakter Sherina dan Sadam yang diceritakan dalam waktu 2 jam terasa cukup dan tidak ada yang terlewat. Percakapan, emosi yang ditunjukkan, sampai konklusi yang dihadirkan pasti akan membuat seluruh penonton dari Petualangan Sherina 2 gemas sampai bertepuk tangan.

Seluruh detail tersebut tidak akan berhasil tanpa kehadiran dan kesungguhan dari bintang utama film ini yaitu Sherina Munaf dan Derby Romero

Akhir kata, saya merasa bahwa Petualangan Sherina alangkah baiknya dicukupkan sampai sequelnya yang kedua. Karena siapa yang akan siap dengan kelanjutan kisah Sherina dan Sadam apalagi setelah adegan di scene terakhir? HAHA

Tapi setidaknya kita semua tahu, bahwa dalam universe Petualangan Sherina, Sherina dan Sadam saat ini sedang berkeliling dunia dan menikmati waktu yang mereka bisa habiskan berdua, bersama.

Jangan tanyakan bagaimana kelanjutannya, toh kita semua juga tahu kenapa mereka berdua ga cocok kan? AHAHAHA

Terima kasih atas wisata masa lalunya, Sherina dan Sadam

We owe you a lot

Tuesday, August 15, 2023

Hidup Memang Seharusnya Biasa Saja

Hidup memang seharusnya biasa saja
Bangun pagi, mandi, sarapan nasi atau roti, lalu pergi menguji jati diri
Berkendara naik mobil, motor, bus pengumpan, krl, mrt, ojek online

Setiap harinya selalu sama,
Bertemu kemacetan, terjebak polusi dalam perjalanan, lampu merah, lampu hijau
Macet lagi, jalan lagi, sampai di kantor… lagi

Bekerja delapan jam,
Pusing kurang tidur,
Mengulur-ngulur waktu sampai waktu pulang
Namun tetap menunggu di kantor karena tidak tahan dengan kemacetan sebelum jam 6

Aku selalu merasa, kehidupan orang lain pasti lebih baik dari kehidupanku
Yang membosankan dan tidak mengarah pada apapun

Sampai aku terbangun dari lamunanku ketika duduk di transjakarta menuju rumahku
Aku melihat seorang Ibu yang sedang mengandung, berdiri berpegangan di jam malam yang cukup penuh
Aku lepaskan headsetku, secara tidak sadar aku berdiri dan memanggil Ibu itu untuk duduk di kursi yang sedari tadi aku tempati

Ibu muda yang terlihat sangat kelelahan itu terkejut lalu tersenyum penuh dan mengucapkan terima kasih banyak kepadaku.
Yang tidak kusangka, senyumnya membuatku merasa sebagai manusia paling baik di dunia

Hidup memang seharusnya biasa saja
Agar kita dapat menikmati hal luar biasa pada kesempatan yang tidak kita duga

Thursday, June 22, 2023

Two Sides Coin of Death

Lately, I’ve been thinking about life more than any time that I spent to thinking
Probably it caused by my loneliness every night, far from home 

In the middle of nowhere, when I got a chance to talk to my friend, I would ask him/her, “How’s life?”
I don’t throw that kind question to just only random person, I ask that question to the person that I feel closed
Because I know sometimes it could become a rude question to ask

But when I ask you that question, I really do want to know your state condition.
Because I really do care about you
So if I ever ask you that question, you can count yourself as my closed ones 

One time, I met one of my long gone friend at hospital
We were best friend but life separates us away with different path of schools

After several minutes, I ask him what things that I missed about his life
It’s a long story to hear, but in the middle of his story.
He said one time he had suicidal thoughts on his mind
It happened when his life hit by tragedy and followed by tragedy after tragedy
I lost my words
He smiled painfully
My heart crumbling into pieces 

About one month earlier, one of my friend texted me on Instagram’s DM, she said that our friend has passed away caused by complication
I remembered that I cried when I heard that news
My friend that told me the news was fortunate enough to be able accompanying her in our friend last seconds
But her last words pain me the most
She said clearly that she was afraid of death
And if she could, she wanted to keep alive and continue pursue her dreams 

These two stories doesn’t related on every each to another and we have no right to judge their stories
Because we never experienced what life that they have been trough 

But it just got me thinking
Death is just like two sides of coin
One side is a life that really want to die
And another side is a life that really want to live 

Sometimes we can be really afraid of death,
But sometimes we can be really not bothered to death, even not cared about it at all
Life, somehow can be so cruel and unfair
And It always reminds myself that everyone has a battle to fight 

No matter what status that we already got, or what things that we already accomplished in life
Everyone has their own problems in a way that maybe we can't understand 

When I started to wrote this essay, I really didn’t know how I will conclude this topic
But I really want to say

In this fast paced world
When everyone already busy on their life routine
Don’t forget to ask your closest ones, "how’s life?" 

I believe somehow, it will help them in a way that maybe we cant imagine before

Thursday, February 2, 2023

Bukan Masalah Kemana, Tapi Sama Siapa

Semakin kamu berumur, pasti kamu semakin sadar.
Ternyata benar,
Bukan masalah “kemana”nya.
Tapi sama “siapa”nya

Saya ngga masalah, entah itu makan potongan daging berdiameter 10 cm dengan harga 120 ribu per porsi,
atau sekedar makan pecel lele ditemani genjrengan gitar para pengamen di perempatan lampu merah sebelum taman kota asal saya bisa denger dia bilang, “diabisin ya makanannya…”

Saya nggak masalah, minum kopi di balkon café lantai 5 di mall tengah kota atau cuma minum minuman panas dengan pemandangan jalan raya ditambah tukang nasi goreng beserta pelanggan pelanggannya yang antri supaya bisa denger cerita dia seharian kerja, tapi masih bela-belain jemput saya biar bisa nyeruput kopi sama saya

Mau roda empat atau cuma dua, sama saja
Seru emang, ngerecokin dia dari kursi samping sambil cium bahu kirinya pas dia lagi sibuk perhatiin jalan.
Tapi kamu udah pernah belom ngerasain liat-liatan dari spion kiri pas lagi bercanda sambil meluk dari belakang?
Atau dengkul dielus pas lagi lampu merah?
Nah itu

Jadi ya kalau bisa, jangan terlalu menuntut ini itu kalo emang dia udah bisa ngasih waktunya buat kamu, ya bersyukur
Soalnya uang bisa dicari
Tapi waktu gabisa kembali

Saya mah gak apa apa nggak bisa ngeliat aksinya mas Channing Tatum di bioskop, asal saya bisa ngeliat dia ketawa karena bercandaan saya
Saya nggak masalah kok duduk di ruang tamu dengan bekel teh gelas, dengerin dia ngeluh capek pengen tidur tapi malah nemuin saya karena kangen saya

Karena buat saya, bukan masalah kemananya
Tapi selama sama dia, saya udah bahagia
Dia aja itu udah cukup
Seribu kali lipat cukup


30 Oktober 2018
-Anyil, timeLINE