Friday, April 1, 2022

KDrama's In Depth Review: Thirty Nine

"I want you to be the happiest terminally ill person the world has ever seen" -Cha Mijo

Thirty Nine adalah series drama korea yang baru banget gua selesaiin setelah Boys Before Flowers (2009) di indosiar yang artinya ada sekitar 13 tahun dimana gua mau untuk nyelesaiin series drama korea lagi.

Ketertarikan gua dimulai ketika gua ngeliat twit Annisa Chairiyanti di suatu malam (thanks to her for bringing this series recommendation) dimana dia ngutarain kesannya sama series Thirty Nine. Ketika gua baca sinopsis dan explore genrenya, gua ngerasa ini tepat banget sama apa yang lagi mau gua tonton karena Podcast gua lagi mau ngeluncurin serial monolog dengan tema, "Menjadi Dewasa". 

And I really wondering that much how we will live our life in 39.

Thirty Nine adalah drama tentang tiga sahabat yang bertemu secara kebetulan saat SMA dan terus bersama hingga mereka berusia 39 tahun. Ketiganya memiliki kesibukan dan masalah masing-masing namun tetap selalu berusaha menghabiskan waktu bersama setiap ada kesempatan. Ketenangan dan keindahan persahabatan mereka yang telah berjalan 20 tahun harus berubah ketika mereka mengetahui bahwa salah satu dari mereka akan pergi untuk meninggalkan persahabatan mereka untuk selamanya

Wew... gua menyumbang buat bikin sinopsisnya terdengar semakin dramatis wkwkwk

Gua nonton Sabtu dini hari tanggal 26 Maret 2022 dan kesan pertama gua untuk episode satunya adalah... B aja. Durasi satu jam di setiap episodenya juga ngebuat gua sangsi karena menghabiskan waktu yang lama. Episode satunya juga engga nge-hook gua sama sekali. Terlebih gua gak suka sama film yang ending-nya pemeran utamanya akan meninggal (ini bukan major spoiler karena di trailernya udah dikasih tau). 

Gua memikirkan untuk nge-drop Thirty Nine hari itu juga

Besoknya, gua cerita sama kakak gua dan dia bilang,

"Bagus tau! Lo tonton dulu sampe episode 5. Habis itu baru deh lo tentuin lanjut atau engga" Thanks to my sister for pushing me to continue this series dan akhirnya gua terusin episode 2, episode 3, dan gua semakin suka sama series-nya

Gua paling suka (dan paling lemah) sama film yang bertemakan keluarga dan persahabatan. Dan Thirty Nine ngebabat abis dua tema besar itu.

Persahabatan mereka adalah bentuk yang paling stabil sekaligus unik dari hubungan pertemanan. Yang bisa banyak menikmati diam dalam kehadiran dan kebersamaan. Berdebat dengan suara tinggi namun tetap mengerti intensi dari hal yang ingin disampaikan. Sampai ke perasaan saling memiliki ketika ada yang kesulitan

Chemistry yang dibuat oleh ketiga aktrisnya luar biasa bagus. Sama sekali gak ada kecanggungan ketika memainkan perannya dan menjadi apa adanya mereka dengan sifat yang diinginkan dari penulis serta sutradaranya. Ketiga aktris yang benar-benar berumur di sekitaran 39 tahun ngebuat mereka benar-benar tahu apa yang mereka rasakan di umur 39 tahun.

Thirty Nine adalah well scripted series dimana dedikasi penulis ceritanya untuk merangkai dan menghubungkan seluruh dialog, lokasi, suasana, back song, sampai emosi dari setiap kejadiannya berakhir dengan baik dengan plot hole yang minimal (episode terakhirnya bagus banget!)

Thirty Nine banyak menghabiskan seluruh penjelasan dan penyelesaiian konflik dramanya dengan ngobrol dan makan (serta minum). Kita akan ngeliat banyak momen dimana mereka makan di berbagai tempat dan membicarakan apa yang sedang terjadi diantara mereka. Penikmat genre slice of life pasti suka banget.

Thirty Nine juga mampu menyelesaikan masalah dengan alur maju dengan tetap sedikit menyisipkan foreshadowing untuk tabungan konflik puncak di penghujung ceritanya. Memulai episode dengan kenangan ketika mereka muda dan mengakhirnya dengan menyambungkannya dengan kenangan itu adalah konsep yang brilian.

Film yang gua kira awalnya akan lebih banyak membahas tentang, "it's okay to starting a life when we reach 39" berubah menjadi, "kita harus selalu ngabisin waktu dengan kebahagiaan seakan-akan gaada hari esok"

Alhasil gua berhasil menyelesaikan Thirty Nine di hari Kamis 31 Maret 2022 bersama dengan nangis-in kisah mereka setiap harinya

Thirty Nine became a worth to watch series if you are a person that cherish your time with your friends.

Gua udah nyari-nyari quotes di internet dan ga nemu penggalan dari kata-kata yang mau gua sisipin di penghujung review ini. Gua coba nginget dan pasti gaakan sama persis sama yang diucapin salah satu pemerannya di series ini. Tapi kurang lebih kaya gini,

"Apa kado yang paling kamu inginkan saat dulu usia kamu ada di 29 tahun?"

"...Pertemanan kami..."

Friendship is sure one of the most precious things in life

Thirty Nine just remind me that we must always cherish every moment in our life, especially with your loved ones

Never let the time just passes by

Make it count every second until it last and fly

Monday, March 21, 2022

Mengenal Batas

Memilih untuk jatuh cinta dengan seseorang di atas umur 25 tahun untukku tidak membuatnya menjadi lebih mudah. Circle pertemanan tidak bertambah, yang dahulu dekat sekarang berbeda jalan hidupnya.

Pada beberapa kesempatan, mungkin kita bisa dengan cepat jatuh suka dengan seseorang. Kesempatan itu tercipta dengan usaha ngobrol lewat sosial media atau bertemu dengan teman lama. Tapi memilih untuk jatuh cinta adalah perkara yang jauh berbeda

Saat ini usiaku dua puluh enam.

Masih sendiri semenjak dua ribu empat belas.

Bohong jika aku tidak berusaha mencari pasangan dalam 8 tahun berjalan mengarungi rimbunnya kehidupan. Tapi entah kenapa, aku masih sendiri sampai saat ini. Mungkin salah satu jawabannya adalah belum siap.

Sampai hari ini, ternyata tanpa disadari, aku menjadi semakin matang dalam berpikir. Semakin tenang dalam menghadapi masalah. Semakin siap untuk kembali fokus menjadi pasangan. Namun masih terlalu malas untuk mencari kesempatan bertemu dengan seseorang jika tidak ada keperluan.

Semakin dewasa juga membuatku semakin sadar bahwasanya semua orang kini disibukkan dengan jalan hidupnya masing-masing.

Dan disitulah aku mengenal batas.

Memilih untuk jatuh cinta dengan seseorang di atas umur 25 tahun juga berarti kita harus siap untuk menghargai batas. Menghargai ruang personal sehingga tidak memberikan tekanan apapun kepada orang yang kita sukai.

Menghargai waktunya, menghargai kegiatannya, menghargai keinginan dirinya yang tidak kita tahu

Tahu ketika dia sedang sibuk dan tidak memaksanya untuk cepat membalas pesan singkat kita

Tahu ketika dia membutuhkan kesendirian tanpa harus dia memintanya kepada kita

Mengerti batas berarti kita belajar untuk mengendalikan ekspektasi. Terlebih ekspektasi kita terhadap orang lain. Jika memang kita seringkali menaruh ekspektasi kita kepada orang lain untuk menjadi bahagia, maka memilih untuk jatuh cinta dengan seseorang di atas umur 25 tahun berarti juga kita harus selalu menaruh ekspektasi bahagia terhadap diri kita sendiri

Temukan bagaimana cara membahagiakan dirimu sendiri tanpa bantuan orang lain.

Temukan diri kamu sendiri ketika tidak ada siapapun yang akan datang.

Jawaban atas apa yang terjadi dalam kehidupan memang tidak pernah ditentukan oleh satu jawaban yang sama. Semua kembali ke sudut pandang dan bagaimana situasi ketika semuanya terjadi.

Namun memahami batas adalah cara kita menghargai orang yang kita sukai.

Karena jika memang orang yang kita sukai juga menyukai kita.

Entah bagaimana caranya, dia akan kembali berusaha menghubungi kita lagi ketika ada kesempatan.

Sekalipun harus kuakui.

Sehebat apapun usahaku untuk membahagiakan diriku sendiri, semua itu masih tetap kalah dengan satu pesan singkat darimu yang datangnya entah kapan

Memilih untuk jatuh cinta dengan seseorang di atas umur 25 tahun memang berat

Menjadi dewasa memang berat

Sampai dimana saat itu terjadi. 

Jangan kehilangan harapan, kawan.

Monday, February 14, 2022

No One's Changing

In my entire life, i've been told by many people that, "you have changed" or "you really change that much, how can?" and It happened back in my teen life every i met again with my friends that i haven't met for a while.  At least until not long ago

In early 2022, i met my one of my bestfriend of my life. Lately we haven't talk to each other like for months. Since our university go differently and we got to work in different city, there's no reason for us to talk anymore

Many people said to me that, "you must not have a reason to talk to me! Just hit me on text and we can talk like we used too". The fact, it will not going to work well. Nowdays, we must have a reason to talk to someone. Simplified that problem is wasting energy of ours, admit it.

I used to faced this kind of situations more than any other. Because i like to meet people and talk anything with them. But still, for people that used to meet people frequently, It's heavy to build a topic and conversation with a person that already long gone. All we can do is remembering past, the memories of ours. Talking about hobbies, school memories, funny moments, etc. And in a blink of an eye, it already spent many of times.

Until i realized, that my bestfriend wasn't changed. At all.

She still the same person that i knew very well

The only things that changed from her was the appearance, but the core was forever not.

It reflects on me that we used to think that everyone was changing.

But in my case, maybe as the time passes by, im the only one who changing.

We think that everyone was changing so we tend to not reach them anymore.

I dont know why but i felt relieved at that time. Thousand times much better when i recognized that she still the same person that i used to know. And maybe it will works if i connect with all my bestfriends in the past.

My statement is completely bias. But for the case you feel your bestfriend is changing, think twice. 

Because once you met her/him, you will realized that no one ever really change.

Monday, January 10, 2022

The Idea of Falling in Love Started with Talks

Have you ever try to talking to strangers?

Having a nightless conversation, and

Talking about life without knowing each other?

I started using random chat apps around when I in the middle high school. My generations meet omegle at that time. Omegle starting to booming at that time because everybody seems like talking it always in the class and it spread like virus. At that time too McDonald's starting to gave the customers a free facility of computer and internet. So omegle and McDonald's really a perfect match and become primary activity back then. Even we are not knowing who the random person that we going face, but the idea of talking with strangers accross nations is really fun.

Even with the minimal knowledge about english conversation (me in present is still really bad when must talking in english, especially with the grammar haha) we just randomly talking with any people that we met in omegle. Jeez man, it feels weird but exciting in many ways.

Nowadays, random chat application is advancing much better. We can easily download and use random chat applications on our phone. The most famous one is tinder or bumble (i thought). But i never used both app. It feels like the algoritm and the system likely makes us to meet people because our appearance or related to our physical things, and i don't know i just felt not really like that concept. And then I met, Chatous

Chatous is a random chat that start with web based (now you can download it on your phone) that serve us only talks. No photo no video, only talks back then in 2015.  The concept is we randomly meeting new people and just talks, literally only talks. And in early 2015 there were many Indonesians user at Chatous, which is makes it more fun. What I like about this concept is we met random people and if we interest with him/her all we can do just talks without knowing their appearance and identity. Like damn, I love it

We live in judgmental society, admit it. We judged and compared to other person because our status, our success, or our appearance. It makes us feel uncomfort when we need to share many things that makes us sad (especially) to others because we scared to be judged at first. And then, there is Chatous

At this time i really felt like i endorse this app so much wkwkwk but this app really good! You should try it when all you need is talk to someone. At least it's organic, not a sim simi 

Anyway, talking really makes me feel better in many way. Have someone to talk is really help us to brighten up our day. I had several experiences that I had falling in love just with only talking in chatous ahaha sounds silly but thats it. Like a magic. I got falling in love only by talking, by sharing the ideas, knowing what inside her mind, and many things that start from talking with strangers.

And i thought one of factors that could make a success relationship is communication, isn't it?

So, the idea of falling in love started with talks is really a great concept.

Maybe you could meet the one in there haha ciao!

PS: Chatous must pay me for endorsing their apps so much haha

Thursday, December 9, 2021

Satu Arah

5 Desember 2023

Minggu ini benar-benar melelahkan. Rutinitas dan pekerjaanku yang monoton benar-benar menggerogoti kebahagiaanku padahal sudah tengah minggu. Sampai di suatu sore telepon genggamku berbunyi. Dan itu adalah telepon dari seorang perempuan yang aku kagumi sedari dulu sekali. Dia ingat bahwa aku menggunakan kartu kredit BCA dan dia sedang melakukan survey yang kali ini berkaitan dengan kartu kredit BCA. Kebetulan sekali pikirku.

Kita sudah sangat lama tidak berbicara sekalipun lewat aplikasi pesan singkat. Terakhir aku menyapanya ketika hari dimana dia berulang tahun. Itupun hanya me-reply story instagtamnya dan tidak ada obrolan sama sekali setelah itu. Pekerjaannya memang membuat dia sangat sibuk dan aku tahu itu begitu jelas. Namun kali ini pekerjaannya berhubungan denganku. Benar-benar kebetulan yang tak kuduga.

Dia menanyaiku beberapa hal, tentang kartu kredit BCA tentunya, selama beberapa menit. Dan entah kenapa obrolan kami terasa begitu menyenangkan. Banyak rindu yang terselip, tawa karena hanya mendengar suara dan respon dari masing-masing kita. Aku sampai harus berpindah dari meja kerjaku ke sudut ruangan dekat jendela besar agar bisa mengobrol tanpa harus mengecilkan suaraku.

Waktu tidak begitu terasa berlalu.

Yang jelas terasa adalah aku ternyata masih mengaguminya.

Pertanyaan darinya sudah habis. Menyisakkan jeda panjang yang canggung namun tidak ada tanda-tanda dari kita untuk menutup teleponnya lebih dulu. Tidak ada yang tergesa-gesa sama sekali. Lalu entah kenapa aku mengatakan,

"Sabtu malem tanggal 9 desember kamu kosong ga?"

"Ehm... kosong sih harusnya. Ada apa?"

"Makan yuk! Di ruko utara"

"Ruko utara? Tempat kita biasa makan dulu?"

"Iya! Masih ada ga sih? Atau udah digusur?"

"Masih sih harusnya"

"Jadi... it's a yes?"

Aku dan sifat impulsifku memang duet yang terkadang aku sesali. Karena dengan sifatku tersebut aku acap kali mengajukan ide dadakan yang membuat orang lain harus berpikir dengan keadaan terdesak. Namun, dia menjawab

"Yes! Let's meet!"

Terima kasih sifat impulsifku.

Akhirnya aku bisa bertemu kembali dengan orang yang benar-benar aku kagumi sejak dulu

Dalam perjalanan pulang dari kotaku bekerja, aku memikirkan begitu banyak hal. Baju apa yang harus aku kenakan, oleh-oleh apa yang harus kubawa, topik pembicaraan yang harus kuutarakan, semuanya memenuhi kepalaku. Hal itu sampai membuatku tidak sadar akan perjalananku yang panjang dan membuatku berpindah tempat dengan cepat. Tak terasa

Apa harus aku bawakan bunga?

Atau harus kubawakan cokelat kesukaannya?

Dan pada satu titik, entah aku mendapatkan ilham dari mana. Mungkin ini juga akibat dari sifat impulsifku yang meletup-letup, tiba-tiba aku terpikirkan untuk mengajaknya untuk menikah

.................................

Sebentar sebentar...

Apakah ini adalah hal yang tepat?

Kita sudah lama tidak bertemu, kita juga sudah sangat jarang berbicara. Tapi entah kenapa aku begitu yakin kali ini. Karena dia adalah orang yang paling mengenalku begitupun aku yang sangat mengenal dia. Tahun depan aku juga sudah menginjak umurku yang ke-28. Aku sudah mempersiapkan ini dengan matang. Aku merasa sudah benar-benar siap.

Semakin dipikirkan, aku semakin yakin.

Pada akhirnya aku memutuskannya.

Aku akan mengatakan kepadanya sehabis kita makan bersama.

---

Aku menjemput dia di rumahnya. Tidak banyak hal yang berubah dari dirinya. Namun entah kenapa penampilannya selalu terlihat mengesankan sekalipun sederhana. Hatiku semakin berdegup kencang, aku benar-benar gemetaran ketika memikirkan percakapan kita nanti

"Ibu sama Ayah ada? Udah lama ga ketemu" kataku

"Lagi pada keluar kebetulan. Aku ditinggalin sendiri hu hu hu"

"Cocok dong kita makan keluar"

"Banget emang. Yuk ah berangkat"

Cerita yang tersimpan dalam waktu yang lama pun mengalir deras seperti keran yang terbuka penuh. Tentang pekerjaan kita, tentang investasi, tentang kondisi Indonesia terkini (obrolan dengan topik yang sangat dewasa ya). Tapi memang mungkin karena sudah masanya pembicaraan seperti ini yang akhirnya terbahas.

Kita makan di tempat yang dahulu biasa kita kunjungi. Sekalipun banyak yang berubah namun kenangannya masih tergambar jelas disana.

Banyak hal yang tersampaikan

Banyak hal yang akhirnya kudengar

Sampai kepada kita yang berjalan kaki menuju parkiran sehabis makan.

Ditemani dengan lampu kuning yang temaram dan kita yang berjalan berdampingan.

Aku menyadari hal lain bahwa, malam ini membuatku begitu yakin untuk menyampaikannya saat itu juga kepadanya.

Aku menghentikan langkah kakiku.

Dia berjalan beberapa langkah di depanku hingga akhirnya berhenti dan bertanya kepadaku

"Ada apa? Ada yang ketinggalan?"

Angin yang berhembus pelan, menenangkan angin ribut yang sedari tadi mengacaukan kepalaku

Kata-kata yang sudah kupersiapkan entah kenapa berhamburan dan tidak tersusun sebagaimana mestinya.

Tenang

Tenang

Aku bisa menghadapinya

Dengan satu tarikan napas panjang, aku membuka mataku dan mengatakannya dengan gemetar

"Aku... aku selalu kagum sama kamu dari pertama kali kita ketemu. Dan satu telepon dari kamu sore itu entah kenapa ngeyakinin aku dan nyadarin aku kalo aku selalu suka sama kamu."

Dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Entah mungkin karena dia sudah menduga hal ini akan terjadi atau entah karena apa. Reaksinya membuatku menjadi semakin yakin.

Aku keluarkan sebuah kotak kecil dari tas kecilku.

Lalu aku duduk bersimpuh sambil membuka kotak yang mengeluarkan cincin emas sederhana yang aku beli tadi pagi

"I... I am asking you with all my braveness and all my heart. Do you want to marry me?"

Dingin seketika menjalar dari tanganku sampai ke seluruh tubuhku. Keringat dingin pun mengalir dari keningku sampai punggungku. Tapi aku sudah berhasil mengatakannya.

Seketika air mata keluar membasahi pipinya begitu deras. Begitu terseguk sehingga melumpuhkan lututnya untuk menopang dia berdiri. Saat dia jatuh terduduk, aku segera berlari mendekatinya untuk duduk sama rendah.

Tangis haru yang kurasa juga menular kepadaku

Sampai dia bilang

"Maaf..." sambil menangis

Aku yang terbingung dengan situasi yang terjadi begitu cepat mengonfirmasinya lagi

"Eh, kenapa?"

"Ma..aaaf....."

Seketika kepalaku begitu pening.

Karena kata maaf tidak berada dalam skenario yang telah aku pikirkan selama ribuan menit ke belakang.

Tapi aku menanyakannya kembali

"Untuk?"

Tangisnya tidak kunjung reda. Entah kenapa aku merasakan rasa sakit dari reaksinya. Entah sakit yang aku rasa atau sakit yang ia derita saat itu juga.

Aku yang masih mengenggam kotak cincin itu kemudian menutupnya dengan rasa sakit yang tak terhingga.

Dia berkata

"A..ku.. dilamar.... sama seniorku minggu lalu..."

Dan kata-kata berikutnya

Dan berikutnya

Dan berikutnya

Tidak dapat aku proses dalam kepalaku, sedikitpun

---

Entah kenapa air mataku tidak bisa keluar. Aku akhirnya dapat mendengarkan penjelasannya. Karena aku sahabatnya dan karena kita bertemu malam ini. Dia berencana untuk mengabarkan hal itu kepadaku malam ini. Itu adalah alasannya kenapa dia mengiyakan pertemuan kita malam ini. Namun keberaniannya terkalahkan tepat setelah aku mengajaknya menikah bersamaku.

Aku tenangkan dia, dia peluk erat tubuhku dengan tangisannya yang belum juga mereda.

Sambil mengusap lembut kepalanya, aku katakan kepadanya.

"It's okay! Im glad for you! Hey! You know that i always support you no matter what you choose! I always do! Cheer up, okay?!"

Beberapa saat setelahnya, tangisnya mereda. Aku antarkan dia pulang dan aku segera pamit

"Till we meet again?" kataku secara impulsif. Aku bahkan tidak tahu kata-kata apa yang harus aku ucapkan saat itu juga. Aku tidak tahu apa yang harus aku sampaikan kepadanya

"Till we meet again..." katanya yang masih berusaha menahan tangisnya. Aku tersenyum dan menepuk kepalanya dengan lembut.

Ini adalah perpisahan kita.

Ini adalah akhir dari kisah kita.

Seketika dia memelukku lagi seraya berkata.

"I hope in another universe.. or maybe in parallel life.. we could be together... or more so.. i wished it true"

Entah kenapa aku merasa lebih baik ketika mendengarnya. Hanya saja aku tahu, itu adalah hal yang tidak mungkin terjadi karena kita hanya hidup sekali.

Tidak ada jalan kembali

Tidak mungkin memutar waktu

Kita harus menjalani hidup yang hanya ditentukan dalam satu arah

"Thanks for your warm words.. but we know it's not going to happen... thanks for everything"

Aku melepaskannya dan bergegas pergi

Angin malam yang menyayat

Hiruk pikuk jalan raya yang entah bagaimana menyembunyikan keberadaanku


Aku benar-benar ingin menghilang saat itu juga.

Sunday, September 19, 2021

Kamu dan Manchester United pada Suatu Hari

One day I had a girlfriend who loves a football club same as mine, and it’s Manchester United. We used to talk every morning after night macthes. About Wayne Rooney’s goal, Cristiano Ronaldo’s free kicks, the great defend wall of Nemanja Vidic, The final champions league losses against Barcelona and many more. Even when the macthes is live back then, we watch and still talking about it in night messages. Later then, we broke up but watching Manchester United still been my favorite things to follow until now

Once we met after years, I can’t remember for what occasions. I talked Manchester United with hype and felt like a bit too much because I felt that excited to you. I remembered that you love Manchester United. Then you replied,

“aku udah gasuka MU lagi tau”

“lho kenapa?”

“dulu aku suka MU karena kamu suka sama MU. Setelah kita putus, segala hal tentang MU ngingetin aku sama kamu. Jadi aku berhenti juga suka sama MU-nya”

At that time I realized many things. Like, when we in the stated of fallin in love with someone, you definitely can love everything  that your lovers like. Let’s say your lovers like to growing garden, you could possibly like that too. Maybe that’s the effort on making your lovers to loving you more, make sense, right?

And the last but not least is when you broke up, you may want to forget anything about your ex. Like, you don’t want to see or think anything that reminds you of your loved one. For me, it’s kinda how love is that strong so it can really change our life. And I realized that love is one of the most powerful  things in life. Ive been thinking recently that I really grateful that till now I still feel the depressed, had many glad moments, butterfly effect on my stomach, and all because of loving someone

It could be destructive

It could makes you a better person

It could adulting you on how you deal with your heart

And that start from loving things the same thing that your lovers like

It will be hard if you really dislike the things, such you don’t like cats because you sneezing everytime you touch it haha but you will see your lovers will appreciate with all the efforts you gave on the try loving things your lovers like

In the end, im pretty sure that definitely she don’t like Manchester United like she used to back then.
But Manchester United still reminds me of you.
Thank you very much for trying to loving things that I like, back then.

Anyway Manchester United win again tonight.
And Cristiano Ronaldo is the goal scorer again
Just like the night when we watch Manchester United together
With the never ending night conversations

Tuesday, September 7, 2021

Satu Dekade

 Ada beberapa hari yang selalu aku rayakan setiap tahunnya. Hari raya, pergantian malam tahun baru, hari ulang tahunku dan sahabat-sahabatku, serta hari jatuhnya tanggal 7 pada bulan 9 setiap tahunnya. Aku baru mulai menyadari, betapa pentingnya tanggal cantik itu. Aku sebagai manusia yang memiliki ingatan jangka panjang yang buruk, mulai merasakan manfaat dari mengingat tanggal cantik. Atau mungkin aku dapat mengingat tanggalnya karena itu merupakan tanggal yang berkesan? Jawabannya pasti iya dan dua hal tersebut membuatku selalu mengingat ranggal 7 bulan 9 yang dimulai pada tahun 2011

Tanggal 7 bulan 9 tahun 2011 adalah hari dimana aku menyatakan perasaanku kepada seorang perempuan di monas. Yang tidak aku atau dia tentukan juga tanggal dan tempatnya secara sengaja haha tanggal itu terpilih secara natural atau mungkin semesta yang mendukung kita untuk mendapatkan tanggal itu Di tahun 2014 kita berpisah, tapi aku tidak pernah mengingat tanggalnya, mungkin karena tanggalnya jelek dan tidak berkesan haha. Banyak orang yang bertanya tentang, kenapa sih kok dirayain terus? padahal udah putus juga, apa masih belom bisa move on?

Pertama, it was my best love story ever that i had in my life sampai hari ini haha asli

Kedua, aku tipikal orang yang suka banget sama semua hal tentang romansa. Dimulai dari novel, film, manga, anime, genre besarku adalah romcom (nomor duanya slice of life haha) dan di tanggal itu bisa dibilang adalah pengalaman pertamaku menyatakan perasaan secara langsung kepada seseorang, sebelumnya lewat surat sama lewat sms haha kalo dibayangin ngekak abis.

Ketiga, tanggal 7 bulan 9 selalu ngingetin aku tentang pertemuan dan perpisahan, dalam bentuk apapun, entah berapa lama waktunya.

Di setiap tanggal 7 bulan 9, aku selalu kasih waktu untuk diriku sendiri untuk merefleksi diri. Apakah aku sudah menjadi orang yang lebih baik untuk menjadi pasangan seseorang kedepannya. Dan itulah semua hal yang ngebuat tanggal 7 bulan 9 jadi hal yang spesial buatku.

Sesekali dalam satu tahun, aku dan dia akan bertemu di suatu kesempatan. Mungkin karena main dengan teman-teman yang lain atau update kabar di aplikasi pesan singkat untuk memperbarui kabar masing-masing. Dan di setiap kesempatannya, aku melihat perkembangan dirinya sebagai seorang perempuan yang semakin mengagumkan, semakin kuat, semakin hebat, dan semakin tajam untuk mengejar apa yang ia inginkan kedepan, and i very glad to witness all the things that she have been through in her life

Dan untuk menjadi perhatian khusus bahwasanya saat ini dia sudah memiliki seorang pacar haha aku rasa itu sudah cukup menjawab tentang kejelasan status kita. Kita adalah sahabat yang selalu mendukung apapun yang kita ingin gapai kedepannya

And i will be forever grateful for her and will always cheering anything best for her

Sedari awal tulisan ini dimulai, ini memang bukan tulisan tentang cinta, tapi tentang aku yang bergerak maju dengan menjadikan tanggal 7 bulan 9 sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi sebagai pasangan kedepannya. Merayakan pertemuan dan perpisahan dengan cara yang keren tentunya haha

Ah iya, selamat satu dekade untuk tanggal 7 bulan 9 di tahun 2021