Thursday, July 2, 2026

Dan Kejutan Itu Bernama (Jangan) Jatuh Cinta

Kombo rutinitas pagi saya ketika mengendarai motor dari rumah sampai kantor adalah:

1.     Mendengarkan musik selama 30 menit

2.     Mendengarkan podcast Raditya Dika

3.     Jika belum sampai di kantor, maka saya akan mendengarkan musik kembali

Kebetulan, pagi ini saya harus pergi ke Cakung. Mengunjungi seorang customer di tempat proyek kami berada. Secara kebetulan, episode dari podcast Raditya Dika sudah habis 6 menit sebelum saya sampai tujuan. Di sebuah lampu merah, saya mainkan sebuah lagu yang belakangan ini sedang menjadi heavy rotation di spotify saya, yaitu konyol dari Danilla.

Selagi bersenandung dan memarkirkan motor saya di depan lokasi proyek, secara acak, konyol berganti ke sebuah lagu yang belum pernah saya dengarkan. Konyol dari Danilla menyambungkan saya dengan struktur lagu yang serupa. Bertempo pelan, dramatis, dan disajikan dengan lirik yang mendalam serta personal. Entah mengapa, semuanya terasa begitu pas.

Intro yang menyayat hati, langit yang berawan, dan suara penyanyi yang langsung saya kenali.

Segera, saya merogoh handphone dari tas kecil hitam yang selalu saya bawa. Saya ketuk dua kali layar handphone dan memunculkan notifikasi deskripsi lagu yang sedang diputar. Dugaan saya tidak meleset. Lagu tersebut dibawakan oleh Dewi Lestari.

Saya sangat mengidolakan Dewi Lestari, dimulai dari membaca Perahu Kertas sampai semua seri Supernova. Saya juga menyimpan satu lagu Dewi Lestari berjudul Peluk yang dinyanyikan bersama Aqi Alexa, yang dirilis bertahun-tahun silam. Mendengar Dewi Lestari merilis lagu kembali benar-benar membahagiakan untuk saya.

Dan lagunya? Luar biasa.

Sempat terlintas di kepala saya, bagaimana bisa Dewi Lestari menulis lagu yang begitu dalam sekalipun dirinya sudah begitu berpengalaman dalam hidup. Saya percaya, untuk dapat membuat karya yang mengena, maka diperlukan luapan emosi yang dirasakan. Apa ternyata lagu ini terinspirasi dari karakter-karakter yang ada dalam tulisannya?

Entahlah, yang saya pahami adalah kejutan ini sangat membahagiakan hari saya.

Jika ada waktu senggang, silahkan dengarkan.

Dan apakah yang saya rasakan sama dengan yang kamu rasakan?


Monday, May 25, 2026

4 Podcaster Indonesia Terbaik Saat Ini versi Raidhan

Gua mulai hadir di dunia podcasting di tahun 2020. Uniknya, kala itu, gua tidak mendengarkan podcast sebagai konsumsi sehari-hari dan memilih langsung terjun untuk melakukan produksi podcast, sebagai narator, interviewer, dan editor Jangan Dipaksa Podcast.

4 tahun berlalu, tepatnya saat gua pindah bekerja ke Jakarta, konsumsi gua terhadap podcast naik signifikan. Hal ini disebabkan karena audio podcast bisa menjadi pemecah kengantukan gua saat nyetir dengan durasi kurang lebih 3 jam dalam 1 hari. Seminimalnya, gua akan mengonsumsi 10 episode podcast per minggu dan itu adalah jumlah yang cukup banyak.

Beruntungnya gua menemukan podcast-podcast yang gua suka dan dapat memenuhi kuantitas kebutuhan gua untuk mendengarkan podcast, Di kesempatan kali ini gua mau membagikan 4 podcaster yang sangat gua kagumi. Tidak hanya sukses untuk membuat podcastnya menjadi special dan unik, namun karakter dalam diri mereka membuat gua selalu merasa terinspirasi.

Berikut adalah list dari podcaster yang membantu saya terjaga setiap harinya


1. Iyas Lawrence – The Friday Podcast

Sebelum aplikasi streaming podcast seperti spotify dan youtube music menjadi pilihan utama para podcaster, Iyas sudah memulai ber-podcast terlebih dahulu di tahun 2018 melalui soundcloud. Menjadi pionir, biasanya, belum tentu menjadikan seseorang yang terbaik. Namun Iyas menyandang dua hal tersebut karena memiliki kepribadian seorang interviewer yang spesial.

Kritis, menyentuh topik yang luas, dan dapat membuat suatu percakapan begitu mengalir.

Dari mulai interview dengan artis papan atas, tokoh masyarakat, sampai local heroes yang di dalamnya termasuk interview bersama Ibu Sumarsih berhasil Iyas dan tim sajikan dengan sangat baik.

Gua juga belajar untuk mendengarkan percakapan berbahasa Inggris dari Iyas. Hal-hal tersebut membuat Iyas berhasil menjadi salah seorang podcaster terbaik yang Indonesia miliki saat ini.

 

2. Tiara Dianita – REWIND from The Maple Media

Sebagai sebuah media yang cukup baru, dengan fresh Maple berhasil masuk ke jajaran podcast terbaik Indonesia versi gua dengan cara yang cukup unik. Dengan adaptif, Maple membuat berbagai jenis video-podcast dengan berbagai tema. Trick-Room yang ceria, Behind the Curtain yang deep dan misterius, sampai ke Rewind yang menggali masa lalu untuk melihat ke depan. Seperti halnya jodoh yang ditakdirkan untuk akhirnya bertemu, begitu pun dengan Rewind dan Tiara Dianita.

Pertama kali gua mendengar Tiara lewat segmen Rewind. Dan begitu mendengarkan bagaimana Tiara mengelola percakapan, ada beberapa kepribadian yang menarik. Dari ke-empat figur yang gua tulis di artikel ini, Tiara adalah seorang interviewer yang sangat perasa. Sisi vulnerable-nya dalam sebuah percakapan membuat sebuah percakapan menjadi begitu humanis.

Ketertarikan akan suatu topik, jeda antara kalimat atau pertanyaan, dan mata yang berbinar ketika bertanya atau menanggapi topik, membuat dirinya begitu istimewa dalam sebuah percakapan panjang.

 

3. Gita Wirjawan – Endgame Podcast

Gua inget banget, pertama kali gua mendengarkan Pak Gita dalam percakapan panjang adalah ketika Baskara Putra menjadi tamu dari Endgame. Hal ini menjadi menarik karena ternyata, untuk menikmati sebuah karya, terkadang setiap orang perlu entry-nya masing-masing. Dan hal tersebutlah yang membuat gua mengenal Pak Gita lebih jauh.

Pak Gita adalah seorang intelektual yang nasionalis. Tamu-tamu yang diundang ke dalam Endgame adalah tokoh-tokoh yang menjadi ahli di bidangnya, baik itu dari nasional ataupun internasional.

Sering sekali gua terpantik atau tertantang ketika mendengarkan gagasan baru yang diutarakan Pak Gita dan tamunya pada setiap episodenya. Pak Gita tidak hanya melakukan serial percakapan panjang ini untuk hiburan, namun untuk menyampaikan misi yang beliau percaya akan membuat Indonesia lebih baik di masa depan.

Narasi ketahanan energi, pendidikan bangsa, artificial intelligence, sampai issue geopolitik yang berkaitan atau tidak dengan Indonesia.

Pak Gita menunjukan, bahwa ternyata, diplomasi dapat dilakukan melalui media podcast, dan beliau mengisi ruang ini dengan sangat baik.

 

4. Raditya Dika – Podcast Raditya Dika

Aneh banget membayangkan bahwa Raditya Dika, seseorang yang gua baca tulisannya dari SMP, menjadi seorang podcaster dengan view terbanyak di Indonesia saat ini. Seorang introvert dengan se-gedung cerita kehidupan menariknya dapat bertransformasi menjadi pewawancara pop yang dengan mudah relate dengan banyak penikmat podcast.

Radit selalu penuh dengan rasa penasaran dan memosisikan dirinya dengan konteks. Terlebih, Radit selalu hadir seperti gelas kosong sekalipun banyak hal yang dirinya kuasai dalam kehidupan.

Setahun ke belakang, hampir setiap hari di weekdays, Radit dan tim secara konsisten mengeluarkan konten podcast. Anehnya, Radit dapat mengonversi setiap kontennya menjadi media yang bisa dikonsumsi setiap hari dan tidak membuat pendengarnya fatigue. Termasuk saya.

Radit menjadi bukti, bahwa konten yang berasal dari hati, akan selalu mendapat tempat di hati para pendengar podcast di Indonesia.

 

Kita memiliki waktu yang terus berkurang di sepanjang hidup kita. Alangkah lebih bermaknanya jika setiap kesempatannya kita gunakan untuk menambah pengetahuan baru dalam hidup kita. Salah satunya dengan cara mendengarkan podcast di manapun kita berada.

Monday, March 23, 2026

Raidhan's Romance Decisions on DISPATCH

Major spoiler warning!

Artikel ini disarankan untuk kamu yang sudah menyelesaikan game dari DISPATCH karena isi kontennya berisi tentang pilihan-pilihan dalam game tersebut. Tapi, jika kamu tidak tertarik untuk memainkan game DISPATCH, mari melihat opsi-opsi yang gua pilih saat gua memerankan karakter Robert.

DISPATCH adalah game visual novel interaktif di mana kita memerankan seorang karakter bernama Robert, seorang mantan superhero yang sudah pensiun dan kini bertugas untuk menjadi koordinator misi dari sebuah tim superhero, yang akan dihadapkan dengan pilihan-pilihan untuk menentukan kelanjutan dari kisah hidup seorang Robert.

Gua bisa memainkan game ini karena dibelikan oleh Kak Selly dan Tania sebagai hadiah ulang tahun. Tanpa diduga, game ini menjadi salah satu game visual novel favorit gua semasa gua bermain game.

Banyak sekali pilihan yang menentukan alur dari kisah Robert. Tapi, dari semua pilihan yang tersedia, elemen romansa dari Robert semakin membuat kisah kepahlawanan Robert menarik untuk disimak sampai habis.

Robert akan dipertemukan dengan dua orang perempuan yang dapat dijadikan love interestnya sampai akhir cerita.

Karakter perempuan pertama adalah Blonde Blazer.


Blonde Blazer adalah seorang superhero papan atas dari organisasi DISPATCH. Blonde Blazer adalah salah satu karakter pertama yang akan bertemu Robert di titik terendahnya dan menawarkan kepada Robert untuk bergabung dengan DISPATCH sebagai koordinator grup superhero.

Karakter perempuan kedua adalah Invisigal.


Invisigal adalah seorang superhero dari grup mantan penjahat yang direkrut oleh DISPATCH untuk menumpas kejahatan. Invisigal adalah semua keterbalikan dari Blonde Blazer. Baik dari segi sifat, tujuan hidup, sampai motivasi saat bekerja di DISPATCH. Jika Blonde Blazer adalah perempuan yang terbuka dan bisa melakukan segala sesuatunya sendirian, maka Invisigal adalah perempuan yang jati dirinya rapuh dan keras kepala.

Lalu pertanyaan terbesarnya, Robert versi Raidhan memilih siapa?

Jawabannya jelas Blonde Blazer.

Banyak alasan untuk menyukai Blonde Blazer, tapi alasan utama gua adalah karena Blonde Blazer dipertemukan dengan Robert lebih dulu daripada Invisigal. That's it.

Dalam perjalanan Robert versi Raidhan menumpas kejahatan dan memilih kisah cinta of course, berikut adalah pilihan-pilihan romansa krusial gua yang diabadikan dengan indah oleh DISPATCH. Mari kita saksikan bersama!

1. Tidak mencium Blonde Blazer di pertemuan pertama.


Situasinya kaya gini. Anda bertemu dengan perempuan cantik yang secara mengejutkan tau banyak tentang diri anda dan anda tau bahwa perempuan ini memiliki kekaguman terhadap anda. Lebih-lebih, perempuan ini ternyata sedang mabuk sementara anda tidak. Hadirlah sebuah momen romantis dan kesempatan anda untuk mencium perempuan ini. Apakah anda akan mencium perempuan tersebut?

Jika jawaban anda adalah iya, maka anda perlu ditendang dari gedung lantai 10.

Karena ya cem mana ini hey???!!!

Sebagai laki-laki yang berintegritas dan menjunjung tinggi hubungan yang baik antara sesama manusia, ya masa sih kesempatan macem itu dipakeee?

But well, gua memilih untuk tidak mencium Blonde Blazer di pertemuan pertama kita. Tapi 55% Robert lainnya ternyata mencium Blonde Blazer di pertemuan pertamanya. Apa jangan-jangan ternyata pilihan gua yang aneh?

2. Memilih untuk dinner bersama Blonde Blazer daripada nonton bioskop bersama Invisigal


Momen ini terjadi di pertengahan cerita, di mana secara bersamaan Blonde Blazer dan Invisigal secara tiba-tiba mengajak Robert untuk datang menemani mereka. Gua memilih untuk dinner bersama Blonde Blazer. Kenapa? Karena sesimpel Blonde Blazer adalah orang pertama yang membuat Robert menjadi manusia yang bangkit kembali.

Di momen ini, sebenarnya ada adegan di mana Robert bisa mencium Blonde Blazer lagi. Tapi sebagaimana laki-laki sejati pada umumnya, gua tidak mengambil kesempatan itu dan tetap menjaga kedekatan yang baik dengan Blonde Blazer.

Betul kan ya pilihan gua? Atau malah pilihan gua yang aneh?

3. Berawal dari Blonde Blazer, berakhir di Blonde Blazer


Robert di universe mana pun bisa memulai dengan memilih untuk dekat bersama Blonde Blazer namun pada akhirnya memilih Invisigal, ataupun sebaliknya. Tapi Robert versi gua tetap setia untuk bersama dengan Blonde Blazer dari awal hingga akhir cerita. Dengan bangga gua adalah bagian dari 32% dari Robert di seluruh dunia yang akhirnya membersamai Blonde Blazer.

Hal ini bukan menandakan bahwa Invisigal memiliki sifat yang tidak baik sebagai seorang manusia. Cuma menurut gua, ketika kita dipertemukan dengan seorang yang bisa membuat kita berarti dan bermanfaat lebih dari siapapun. Dia adalah orang yang tepat untuk membersamai kita, sepanjang hidup kita.

Oh, di bagian ini Robert mendapatkan kesempatan untuk mencium Blonde Blazer lagi. Gua tidak bisa memilih untuk mencium dan tidak mencium Blonde Blazer. Tapi dengan kehendak dan progres yang Robert versi gua buat, mereka berdua akhirnya berciuman dengan hati yang sama-sama yakin bahwa mereka telah menemukan pasangan yang tepat.

Bahagia sekali. Gua sangat bahagia sekali.

Kalau kamu jadi Robert, keputusan apa yang akan kamu ambil?

Monday, March 9, 2026

Gaming, RPG, dan Kingdom Come Deliverance

Seumur hidup gua, banyak banget video game yang udah gua mainin, tapi ga semuanya tamat. Karena gua ga punya PS2, PS3, PS4, dan PS5, maka kebanyakan game yang pernah gua mainin ada di PS1 dan beberapa di PC atau laptop. Dari sekian banyaknya game yang gua mainkan, beberapa di antaranya bergenre RPG.

Gua memulai RPG dengan pokemon gold pake emulator di PC, final fantasy tactic, breath of fire IV, digimon world, sampai front mission di PS1. Semua game itu menemani masa kecil gua dan membentuk genre yang gua suka dalam bidang gaming.

Hampir 2 dekade berselang, gua akhirnya memiliki sebuah laptop dengan kemampuan gaming pertama gua, dan gua mulai ngelist game-game yang gua lewati dari PS2 sampai PS5 untuk gua beli dan gua mainkan. Dari sini, ketertarikan gua akan game bergenre RPG pun muncul kembali.

Beberapa hal yang gua sadari di saat ini ada limitasi yang terjadi saat gua bermain video game, entah kenapa di beberapa game yang pergerakannya terlalu cepat atau orientasi kamera yang cukup berbeda, itu ngebuat gua pusing dan mual. Padahal dulu waktu kecil dan remaja kayanya gapunya limitasi ini.

Lalu gua juga udah ga terlalu bisa main game dengan mekanik yang kompleks. Rasanya di belakang kepala bagian kiri kaya tegang mampus wkkwkw. Ternyata bener, pada umumnya ketika seseorang memiliki resources di usia dewasa, yang tidak dimiliki adalah fleksibilitas seperti anak kecil atau remaja.

Hal-hal tersebut yang akhirnya menghalangi gua buat main Hogwarts Legacy, karena entah kenapa kamera third-person dari Hogwarts Legacy tuh aneh gitu (pada ngerasa gitu ga si? Wkwkwk) dan bikin mual. Plus storynya juga ga begitu engaging buat gua. 20 jam yang gua investasikan di Hogwarts Legacy berakhir kandas dan akhirnya gua hapus dari laptop gua.

Berangkat dari pengalaman gua dan Hogwarts Legacy, gua pikir gua udah gabisa main game RPG lagi, apalagi yang open world. Tapi pemikiran itu pupus dengan segera setelah gua bertemu dengan Kingdom Come Deliverance.

Kingdom Come Deliverance (KCD) adalah sebuah game first person RPG open world dengan setting medival eropa tahun 1400-an. Game yang hampir ngebuat gua nyerah di beberapa jam pertama gameplay karena bikin pusing dan susah banget coy.

Kita akan bermain dengan memerankan sebuah karakter bernama Henry, anak dari pandai besi, yang hidup sebagai mana remaja pada umumnya, tidak memiliki keahlian apapun serta gemar mabuk-mabukan (dan onar juga wkwkkw). Henry tinggal di sebuah kerajaan bernama Skalitz. Kehidupannya berubah setelah sekelompok besar dari kerajaan lain menyerang dan menghancurkan Skalitz.

Dalam game ini aktivitas yang akan kita lakukan kebanyakan adalah berjalan-jalan, mengobrol, dan berpedang.

Game dengan kegiatan jalan-jalan dan mengobrol adalah game yang gua banget, mengingatkan gua pada game favorit gua lainnya yaitu Death Stranding. Game dengan tipe ini gua kira akan menyajikan mekanik yang simple. Ternyata susah mampus.

Player dituntut untuk banyak belajar terlebih dahulu sebelum berpedang lawan orang asing yang ketemu di jalan. Kalau di game-game pada umumnya kita akan dipertemukan dengan lawan yang setara seiring berjalannya cerita, di KCD engga cuy kwkwwkwk. Di 4 jam pertama udah berapa kali gua mati cuma gegara dicegat sama orang antah berantah yang ngalangin jalan, damn.

Kesulitan juga ga berhenti di berpedang. Ada memanah, mekanik mencuri, ngebuka brangkas, berkuda, dan menjaga citra dengan memberi jawaban-jawaban yang tepat saat berdialog bersama warga di KCD.

Bagian yang paling menarik adalah progress perkembangan karakter sampai hasil grinding dari seluruh misinya itu sangat rewarding. Pada akhirnya kita akan jago berpedang, menyelesaikan misi emosional, sampai menguasai mekanik stealth itu terasa sangat fulfil. Didukung oleh cutscenes serta dunia yang indah banget menjadikan KCD game yang dengan mudah membuat kita jatuh cinta dengan cerita Henry bersama koleganya.

KCD adalah sebuah game yang gua mulai dengan ekspektasi rendah, namun berakhir dengan menempati list game favorit gua.

Semoga lo yang membaca ini bisa menemukan game baru yang membuat lo terpukau, seperti gua yang telah menamatkan Kingdom Come Deliverance.

Monday, February 23, 2026

Tentang Sword Art Online

Ketika gua bekerja di Bandung, mungkin sekitar 2018 atau 2019, dan saat itu juga tidak memiliki laptop sebagai sumber kegiatan anak kosan, di era itu gua resmi menjadi wibu sejati. Jujur, gua harus mencari tau apa hal yang membuat gua menjadi seorang wibu karena di era itu gua bener-bener makan banyak anime yang direkomendasikan di mana pun lewat redmi 4X. Hape legend yang sangat berkesan dalam hidup gua.

Di antara banyaknya anime yang bisa gua tonton, entah kenapa saat itu gua bertemu dengan Sword Art Online. Sword Art Online atau SAO adalah sebuah anime tentang terperangkapnya begitu banyak orang dalam sebuah game pada saat kondisi kesadaran mereka full dive di dalam game tersebut. Full dive adalah sebuah kondisi secara sadar di mana kita terbangun dalam game bersama player-player lain secara online pada waktu yang sama. Karena terperangkap di dalam game tersebut, maka orang-orang yang terperangkap harus bertahan hidup. Jika mereka mati di dalam game, mereka juga akan mati di dunia nyata. Edan.

Anime dari SAO ditayangkan pada tahun 2009, dengan original story-nya yang dibuat oleh Reki Kawahara pada tahun 2002, secara ajaib bisa membayangkan masa depan di mana orang-orang bisa masuk ke dalam dunia game menurut gua bener-bener ga masuk akal.

SAO menjadi sebuah wave tersendiri yang akhirnya menciptakan banyak karya tentang bagaimana seseorang bisa masuk dalam dunia game di masa depan.

Serial SAO masih berlanjut sampai hari ini (panjang umur Reki-san) namun cerita tentang bagaimana Kirito, sebagai main character, yang merupakan seorang gamer RPG online-addict bisa menjadi titik sentral di mana cerita dapat terdorong maju sekalipun nyawa dia taruhannya. Bagaimana world building yang sangat mengingatkan gua pada game Ragnarok sampai kisah cintanya bersama Asuna menjadi petualangan yang gua harap gua bisa ngelupain semuanya untuk gua bisa rasain lagi rasanya pertama kali menyaksikan serial ini kembali.

Sekalipun, harus gua akui, SAO itu adalah cerita untuk demografi laki-laki. Karena di dalamnya banyak sekali fan service sampai cerita di mana satu laki-laki populer yang akhirnya selalu menggait banyak perempuan (istilah bahasa Jepang-nya harem). Namun SAO tetap spesial dengan kreativitas, imajinasi, sampai ke cerita pengorbanan yang sangat menyentuh hati.

Untuk gua, SAO adalah salah satu cerita terbaik yang pernah gua saksikan seumur hidup gua.

Dan dari SAO, gua mendapatkan keinginan untuk membuat cerita sendiri dengan tema yang sama.

Semoga, sebelum gua meninggal, gua bisa nulis satu buku tentang SAO versi gua sendiri.

Semoga bisa tercapai!

Friday, February 20, 2026

Teruntuk Kamu yang Benci dengan Generative AI

Untuk memulai artikel ini ke dalam berbagai perspektif. Saya akan memulainya dengan:

Saya benci AI

Saya benci sekali dengan AI

 

Kala itu di tahun 2024, saya baru memasuki kantor saya saat ini setelah berpindah kantor untuk pertama kalinya setelah 6 tahun bekerja. Saya mendapat tugas dari mentor saya untuk melakukan deep research tentang sebuah product yang nantinya akan saya tekuni semasa saya bekerja di kantor saya. Saya yang konvensional bertanya kepada mentor saya, saya bisa pelajari dari buku atau referensi apa? Beliau bilang, kamu coba gali pakai chatgpt saja.

Untuk saya, bahkan sampai hari ini, masih menganggap bahwa jika kita ingin mendalami suatu ilmu, maka kita harus banyak membaca sesuatu. Membaca buku-buku dari penulis yang berhasil mengkristalkan seluruh pemikiran semasa hidupnya ke dalam lembar-lembar kertas. Atau dari para ahli yang menuliskan hasil risetnya ke dalam belasan paper di perpustakaan atau internet. Namun zaman sudah mengharuskan saya untuk mencoba menggunakan apa yang orang sekarang bilang sebagai AI companion.

Kesan pertama saya ketika menggunakan chatgpt, jujur, sangat terkesan. Chatgpt bisa dengan cepat mencari jawaban dari berbagai sumber yang dirinya rangkum sendiri. Jika dahulu saat SMA dan kuliah saya harus bertarung mencari informasi dari buku dan google, saat ini semua hal dapat dijawab oleh chatgpt.

Dalam waktu singkat, trend AI berkembang menjadi generative AI. Tools AI seperti chatgpt kini bisa membuat gambar sampai bahkan video hanya dengan prompt dari pengguna. Sekali lagi, kala itu, saya begitu terkesan.

Tidak pernah terbayang bahwa perkembangan teknologi sudah sampai sejauh ini.

Namun, ternyata perkembangan ini saya rasa terlalu cepat.

Apa yang saat ini kita sebut sebagai AI sudah melesat, melebihi apa yang bahkan bisa kita kendalikan.

Keunggulan AI adalah produktivitas dan memory bank sebagai dasar untuk menjawab pertanyaan yang kita butuhkan. Dan, seakan tidak ada aturan, AI menerabas etika-etika yang dijaga oleh manusia menjadi karya yang nampak megah namun nyatanya hanya repetisi.

Dalam 2 tahun terakhir, saya melihat begitu banyak sektor pekerjaan manusia yang mulai perlahan digantikan oleh AI. Sebagai gantinya, AI mengganti orang-orang tersebut dengan produktivitas dan efektivitas yang nampaknya baru bisa di-unlock bottle neck-nya.

Maaf saja, tapi orang-orang yang menggunakan generative AI adalah orang-orang yang tidak memiliki kemampuan spesifik tersebut. Secara massif, mereka muncul ke social media dan menyombongkan hasil kreasi dari AI mereka masing-masing, yang menurut saya sangat menjijikan.

Mereka melupakan bahwa untuk membuat suatu karya, diperlukan proses. Entah itu proses berpikir, proses mengasah keahlian, atau bahkan proses menemukan rasa yang tepat untuk menciptakan sesuatu. Mereka yang menggunakan generative AI tidak menghargai proses tersebut dan dengan bangganya mempertunjukkan hasil AI yang memuakkan.

Seedance 2.0, sebuah terobosan generative AI dalam pembuatan video, baru saja diluncurkan dan hasilnya? Gila. Saya hanya seorang yang memiliki mimpi untuk menjadi film maker di masa depan, melihat seedance 2.0 benar-benar meremukkan hati saya.

Peradaban manusia akan memiliki sebuah generasi di mana generasi tersebut tidak akan sadar betapa sulitnya membuat film sebelum munculnya AI.

Tepat di saat saya membuat artikel ini, saya merasa agak gila karena saya membicarakan topik yang sangat dystopia. Sayangnya ancaman AI nampaknya tidak bisa terbendung.

Dalam perdebatan tentang produktivitas, mereka yang tidak memanfaatkan AI akan tertinggal dari perlombaan lari kapitalisme. Bagaimana cara manusia mencari uang akan sangat terdisrupsi di fase ini.

Peradaban manusia juga akan kehilangan generasi di mana bagi mereka yang tidak memiliki hard skill kreatif akan tergantikan oleh teknologi.

Teknologi terbukti bisa menggantikan hard skill yang repetitif, tapi kemampuan untuk membuat karya dari hati tidak akan bisa mereka copy.

Kehidupan Impian saya adalah slow living dan menikmati game-game juara yang ada di steam atau library game mana pun.

Namun dengan kehadiran AI yang jelas mengusik kehidupan impian saya, saya rasa saya harus terus beradaptasi. Untuk tetap hidup berkecukupan seraya tetap orisinil dan mengambangkan hard skill kreatif untuk bertahan hidup serta waras di masa depan yang nampaknya tidak begitu jauh dari sekarang.

Sunday, February 8, 2026

5 cm per second | In-Depth Review

Tidak pernah terpikirkan oleh saya untuk kembali mengunjungi cerita 5 cm per second. Alasannya sederhana, karena film tersebut menghasilkan after taste yang sedih dan menyakitkan. Namun karena teman dekat saya mengajak saya untuk menemaninya menonton, saya akhirnya memiliki alasan untuk menyaksikan cerita itu kembali dalam format live action.

5 cm per second adalah sebuah franchise cerita yang diciptakan pertama kali dalam format anime karya Makoto Shinkai, yang beberapa tahun kemudian namanya menjadi sangat terkenal karena keberhasilan dari anime-movie berjudul Your Name. 5 cm per second bercerita tentang seorang anak laki-laki bernama Takaki yang bertemu dengan seorang perempuan bernama Akari di kelas yang sama, jenjang sekolah dasar.

Akari yang merupakan anak pindahan, kesulitan mencari teman dalam kelasnya. Secara kebetulan, Takaki mengajak Akari untuk berbicara terlebih dahulu dan menceritakan bahwa dirinya juga siswa yang selama ini terus berpindah tempat dikarenakan pekerjaan ayahnya. Kesamaan tersebut membuat Akari senang karena mendapatkan teman yang mengerti bagaimana tidak enaknya menjadi anak sekolah yang selalu berpindah.

Mereka banyak menghabiskan waktu bersama, membicarakan banyak hal, sampai mereka secara tidak sadar mulai menyukai satu sama lain. Ketika keduanya mulai merasa nyaman dan senang karena selalu berkegiatan bersama, Akari terpaksa harus berpindah sekolah lagi karena ayahnya akan berpindah pekerjaan kembali.

Momen disaat Akari meminta maaf di telfon umum kepada Takaki, adalah saat di mana semua penonton akan merasakan sakit (wabilkuhsus saya) karena merasakan sesuatu yang berharga akan menghilang dari mereka berdua.

5 cm per second memiliki banyak dialog dan visualisasi yang memorable. Dimulai dari indahnya langit ungu bersama peluncuran roket ke antariksa, deburan ombak bersama buihnya yang memanjakan mata, sampai ke penampakan kereta yang menjadi anchor penting dari cerita Takaki dan Akari.

Terdapat gap  lebih dari10 tahun antara kali pertama dan kali kedua saya menonton 5 cm per second. Dan ajaibnya, saya mengingat dengan baik momen penting serta kejadian-kejadian yang akan terjadi di sepanjang film. Kecuali, di satu adegan. Yaitu, ketika Takaki menaiki kereta saat badai salju hebat untuk bertemu Akari di stasiun dekat rumahnya.

Di dalam kepala saya, saya berpikir bahwa Takaki dan Akari tidak akan bertemu karena takdir seakan-akan membuat mereka gagal bertemu. Tapi ternyata saya salah, Makoto Shinkai harus mendapatkan apresiasi sebesar-besarnya dalam penulisan plot yang satu ini.

Semua kenangan manis dan sedih dari cerita mereka berdua kembali saya terima dengan detail dan perspektif yang berbeda.

Saya ingat betul. Dulu, saya begitu membenci Akari karena dia dapat melupakan (atau tidak menepati) janji penting yang dibuat bersama Takaki.

Namun, begitu mengunjungi ceritanya kembali, saya mulai mengerti bahwa pilihan untuk beranjak dari believe setiap manusia dapat berganti.

Kontras antara Takaki yang tidak beranjak dan Akari yang beranjak membuat cerita ini dapat dilihat sebagai hal yang benar, sesuai dengan believe-nya masing-masing.

Sialnya, rasa sakit menyaksikan ending dari film ini tetap berdenyut saat saya menyaksikannya untuk kedua kali haha.

Namun, sedikitnya saya mengerti mengapa Makoto Shinkai membuat cerita ini tetap berakhir seperti itu. 

Karena, hal tersebut juga saya lakukan ketika bercerita dengan sepenuh hati. 

Friday, January 30, 2026

Berhenti Sejenak di Umur 30 Tahun

Di tengah kehuru-haraan dunia, kejutan dari pasar modal Indonesia, brewek koleksi kartu pokemon dan TCG one piece, gua juga mau ikut setoran hal di luar normal yang terjadi di Jumat pagi.

Kala itu jam 11 siang, gua izin untuk ambil jam makan lebih dulu karena gua lagi ngidam banget soto mie bogor di depan kantor. Kalo kata anak-anak kampus gua yang kerja di kantor, nama sotonya itu soto gajian, karena belinya habis gajian, ya semacam itu lah haha. Soto itu berada di seberang kantor gua, yang artinya gua harus menyebrang melintasi satu ruas Jalan Raden Saleh.

Kondisi jalanannya so so lah dengan kendaraan merayap ke arah Cikini (dari pertama gua masuk gua ga ngerti kenapa galiannya ga kelar-kelar tuh di sepanjang jalan TIM-Cikini itu wkwkwk) dan cenderung kosong ke arah Senen. Setelah menunggu 1 menit, gua punya kesempatan menyebrang dengan posisi satu mobil SUV krem dan motor yang berusaha menyalip SUV tersebut, keduanya sama-sama ngebut.

Mungkin karena gua nge-sense bahaya dari SUV krem dan motor ini, akhirnya sepanjang setengah jalan menuju sebrang, gua fokus ngasih tanda ke mereka kalo gua nyebrang.

Sesampainya di setengah jalan, gua liat kiri, ternyata dalam jarak 5 meter ada SUV item melaju ke arah gua nyebrang dengan kecepatan yang lebih tinggi dari SUV krem.

Rasanya deg banget.

Secara insting gua ga mungkin mundur karena SUV krem dan motor udah gak akan ngerem, gua percepat lah langkah gua untuk sampai di sebrang. Tapi ternyata, ada motor yang berusaha nyalip dari sebelah kiri SUV item.

Di titik itu, gua mendadak berhenti nyebrang.

Kadang gua suka berpikir ya, kalau gua akan meninggal dalam kondisi yang tenang, dikelilingi orang-orang tersayang. Tapi ternyata dalam kehidupan yang berjalan normal, kita bisa mati konyol karena hal yang engga kita tau tanpa mandang umur kita berapa.

Sebelum gua berteori kembali, kita kembali ke momen dimana gua berhenti kaget. Kejadian berikutnya adalah gua tersadar.

Gua lompat ke trotoar, SUV item ngerem mendadak, motor yang mau nyalip dari kiri, gecol dan hampir jatoh.

Dari samping jalan gua menundukkan kepala minta maaf dan semuanya berlalu kaya ga terjadi apa-apa.

Akhirnya gua makan soto mie bogor yang enak banget itu dengan hati riang haha.

Hari berlalu dengan biasa sampai akhirnya gua pulang naik motor dari Cikini ke Cimanggis. Di perjalanan panjang itu gua jadi berefleksi, di 1 hari menjelang genap 30 tahun gua hidup di dunia ini. Bareng bersama kalian pembaca tulisan ini.

Ada beberapa hal yang mau gua tinggalkan di blog ini karena kalo ga berusaha diingat, periode hidup 20 ke 30 tahun rasanya kaya sekejap mata banget gitu lho haha gua mau merangkumnya ke dalam beberapa sub-topik. Dan yang pertama adalah:

1.     Kesehatan

Jujur, gua sehat banget, gengs. So, don’t worry for even a piece of batagor wkwkwkwk

Di sepanjang satu tahun terakhir, sakit gua bisa diitung jari dan kebanyakan karena maag yang memang sedari dulu juga udah hadir. Ga diitung meler dan bersin-bersin karena itu udah gua terima dalam kehidupan gua (apalagi kalo kena dingin wkwkwk).

Paling yang sekarang berasa banget karena umur adalah upper back pain, mata yang kayanya minesnya udah harus ditolerir pake kacamata, rambut yang heavily rontok semenjak covid, ingatan yang nge-blur (tapi ini mah kayanya dari dulu sih wkwkwk) and… that’s all.

Gua bangga masih bisa mencatatkan lari 5 km dengan pace under 9 km/jam (sekalipun yang terakhir ngos-ngosan parah) dan gula darah normal. Paling berat badan aja yang sedikit demi sedikit naik tanpa rehat haha it’s all good tapi harus banget olah raganya meningkat di tahun-tahun kepala 3.

2.     Life Events

Di sepanjang kepala 2, itu adalah masa gua bekerja untuk pertama kali sampai hari ini. Ngerasain nge-kost jauh dari rumah karena kerja selama 6 tahun di Bandung sampai akhirnya bisa kerja di Jakarta. Dealing with loneliness, hard times, friendship after graduate from college, dan semua kejadian yang ada di antara waktu tersebut.

Di kepala 2, ada 2 hal yang sangat gua syukuri sampai hari ini. Hal tersebut adalah memulai podcast dan belajar mengelola uang, termasuk bersaham.

Podcast adalah hal yang ga gua duga kalau efeknya akan sebesar itu dalam kehidupan gua. Dimulai dari ngewujudin mimpi untuk siaran bareng Ojan, sampai siaran di Prambors bersama Eda. Chapter Prambors pun ngasih efek yang ga terduga lagi, dimana gua akhirnya punya temen-temen deket yang sangat hangat dan sangat gua pedulikan sampai hari ini.

Di kepala 2 juga akhirnya gua berhasil menulis dan mencetak buku orisinil sendiri dengan bantuan banyak orang dan rasanya… sangat emosional kalau diingat kembali. Surreal banget…

Dan… banyak lagi yang terjadi di masa-masa ini termasuk jalan-jalan pertama gua bersama JINTH ke luar kota yang menjadi salah satu kenangan terbaik gua semasa hidup.

Kepala 2 benar-benar menyenangkan.

3.     What Next

Semenjak gua kerja dan tinggal di Bandung, gua selalu merasa bahwa setiap harinya gua harus memanfaatkannya dengan baik. Gua merasa bahwa itu adalah cara kita menghargai hidup itu sendiri. Dan gua merasa menjalaninya dengan baik, tanpa penyesalan apapun.

30 tahun hidup adalah waktu yang lama. Dan gua bersyukur banget bisa dikasih kesempatan sama Allah untuk hidup selama ini.

Sekalipun hidup gaada yang tau, tapi anggaplah kepala 3 adalah masa puncak. Masa dimana gua harus menikmati resource dan potensi terbaik diri gua di masa ini. Masa dimana kesehatan dan materi sedang bisa dinikmati semaksimal-maksimalnya.

Seperti kata Raditya Dika, di kepala 4 akan muncul permasalahan kesehatan yang hadir bukan karena kita tidak menjaga diri kita. Tapi memang karena sel di badan kita sudah melambat metabolismenya.

Gua bertekad untuk menikmati dan gaining banyak hal di masa-masa terbaik gua ini. So, let’s start fase baru, era kepala 3 dari kita semua yang lahir di tahun 1996.

Terima kasih sudah membaca sampai sini!

Semoga kamu juga bisa selalu menikmati dan menambah pengalaman baru di waktu yang kita tidak tahu kapan akan berakhir ini.

Tuesday, October 7, 2025

Rangga dan Cinta | In-Depth Review

Di sela-sela kesibukan dalam mempersiapkan preorder novel pertama saya, Riman dan Kira, saya menyempatkan untuk menonton sebuah remake dari Ada Apa dengan Cinta, yang merupakan film coming-of-age legendaris Indonesia, yaitu Rangga dan Cinta.

Fun fact, saya belum pernah menonton secara penuh film Ada Apa dengan Cinta. Pada beberapa kesempatan, saya hanya menonton sekelibat-sekelibat saja, entah dari penayangan tv nasional ataupun via platform streaming. Lucunya lagi, saya malah sudah menonton secara penuh Ada Apa dengan Cinta 2 haha. Berbekal 2 fakta menyenangkan itulah saya memutuskan untuk menonton Rangga dan Cinta.

Rangga dan Cinta adalah sebuah film remake dari Ada Apa dengan Cinta yang mengusung tema musikal yang kental. Jangan kaget kalau akan ada banyak scene menyanyi dari para castnya. Untuk penonton yang tidak terbiasa film musikal pasti akan terganggu dengan pace ceritanya yang bisa saja sedang sangat serius, namun dipatahkan dengan adegan menyanyi beserta koreonya.

Hampir semua main cast dari Rangga dan Cinta adalah wajah baru, sebut saja Leya Princy sebagai Cinta dan El Putra Sarira sebagai Rangga yang begitu terlihat menikmati perannya dalam film mereka ini.

Pengalaman menonton Rangga dan Cinta akan menjadi sulit jika kamu sudah menonton Ada Apa dengan Cinta, karena tidak akan ada yang bisa melepaskan karakter Ada Apa dengan Cinta dengan original cast-nya. Namun, jika kamu belum menonton Ada Apa dengan Cinta seperti saya, maka menonton Rangga dan Cinta akan menjadi menyenangkan.

Akhirnya saya mengerti, mengapa IP dari Ada Apa dengan Cinta sangat legendaris dan menjadi sumber kenangan indah oleh banyak orang yang menontonnya.

Kehidupan SMA yang dinamis, persahabatan, jatuh cinta, permasalahan keluarga, pesan moral, sampai ending yang iconic berhasil menyusun sebuah runtutan cerita yang sangat berkesan. Ada Apa dengan Cinta juga mengingatkan saya bahwa perasaan sayang dan cinta dapat terjadi tanpa intensi awal serta dibuat mulur sampai jutaan detik di masa depan.

Rangga dan Cinta jelas hadir bukan untuk menggantikan Ada Apa dengan Cinta. Namun, kehadirannya untuk berjumpa dengan penonton di generasi terbarunya menjadi sama penting. Untuk menjadi inspirasi dan penanda bahwa masa-masa indah dapat kita ciptakan semasa remaja.

Hati saya masih berbunga setelah menyaksikan Rangga dan Cinta. Semoga saja selekang 1 purnama yang ternyata masanya berbeda antara di New York dan Jakarta.

Oh, iya.

Preorder novel perdana saya, Riman dan Kira, dibuka mulai tanggal 15 Oktober 2025.

Monday, July 14, 2025

Sore: Istri dari Masa Depan (2025) | In-Depth Review

Aku dipertemukan oleh Sore, si Istri dari Masa Depan yang seharusnya kalian sudah pernah lihat itu, sekitar tahun 2020. Its quite late, karena web series dari Sore hadir di tahun 2017 di youtube official Tropicana Slim. Kala itu, seperti manusia-manusia di bumi pada umumnya, kita tidak memiliki aktivitas selain menghabiskan waktu untuk berselancar di internet. Begitu pun aku, sampai akhirnya bertemu dengan Sore dan Jonathan.

Aku menonton Sore (2017) tanpa ekspektasi, dan berbekal kecintaanku pada genre romance maka aku mulai menonton series sebanyak 9 episode itu. Setelah menghabisi semua episodenya, aku (dan banyak orang lainnya) jatuh cinta dengan kisah dari Sore dan Jonathan. Mungkin Sore (2017) membuatku memulai menonton banyak web series di youtube dan menjadikan parameter tersendiri untuk standar cerita web series yang bagus.

Kehidupan berjalan dan 8 tahun berselang, Sore: Istri dari Masa Depan (2025) hadir dalam format film panjang dan ditayangkan di bioskop.

Ketika mengetahui akan ada film panjang dari Sore, aku sangat excited. Karena, entah mengapa memori dan kesan dari Sore versi 2017 menyeruak di kepalaku. Ada semacam rindu yang seketika hadir dengan karakter dan cerita yang kita cintai bersama-sama.

Film panjang Sore dibuat dengan garis besar cerita yang sama. Jonathan (Jo), yang Kembali diperankan oleh Dion Wiyoko, adalah seorang fotografer freelance yang sedang menetap di suatu kota yang sangat sepi di Kroasia, sedang berburu foto untuk diajukan dalam sebuah pameran, yang dibantu temannya, Carlo. Hingga pada suatu pagi, ketika Jo baru saja terbangun dari tempat tidurnya, ada seorang perempuan yang sudah terduduk di kasur tempat Jo tertidur, sedang menatap Jo dengan penuh perasaan.

Sontak, Jo terkaget dan melompat dari kasur tersebut dan bertanya kepada perempuan tersebut, siapa dia? Perempuan tersebut menjawab,

“Aku Sore. Istri kamu dari masa depan”

Bagi mereka yang sudah menonton web seriesnya, semua nuansa gambar, latar, musik, seketika membawa kita kembali ke Sore versi web seriesnya. Ada rindu yang terbalaskan di sana dan sangat besar.

Sore (2025), yang diperankan oleh Sheila Dara, berakting sangat kuat. Sebegitu kuatnya sampai seluruh emosi yang disampaikan melalui matanya terasa begitu dalam. Yandy dan Mita, selaku sutradara dan produser, memang menyatakan bahwa salah satu kekuatan terbesar dari Sore versi film panjang adalah mata dari Sheila dan Dion. Dan aku akui, janji Yandy dan Mita terbayar melebih ekspektasi.

Sore yang hadir dari masa depan, ingin membuat Jonathan berkehidupan yang lebih sehat. Jo yang setiap hari merokok, jarang meminum air mineral, dan suka begadang, ingin Sore ubah, Karena dengan pola hidup seperti itu, Jo akan meninggal saat dirinya sudah menjalani kehidupan pernikahan bersama Sore.

Banyak kesamaan yang dihadirkan Sore versi film panjang dengan Sore versi web series. Namun, terdapat perbedaan yang membuat kedua karya ini menghasilkan ending yang berbeda.

Sore versi film panjang adalah kemegahan dari idealisme Yandy Laurens untuk berani membawakan serta mengaransemen ulang cerita yang sudah sangat dicintai oleh banyak orang ini.

Alasan tersebut adalah, bagaimana pandangan Yandy mengenai pernikahan yang ternyata bertambah setelah melalui pernikahannya dengan Joeanne. Tentang bagaimana cinta adalah bentuk dari usaha yang tidak pernah putus.

Tidak ada transaksi dalam cinta. Karena yang terjadi adalah kita yang selalu ingin memberi atau melakukan hal lebih untuk pasangan kita, selamanya.

Kita bisa berdebat panjang mengenai Sore versi mana yang lebih bagus, opini semua orang valid. Tapi pelajaran yang disampaikan oleh Sore versi film panjang adalah sesuatu yang jelas tidak akan kamu dapatkan dari Sore versi web series.

Memilih kamu, sekalipun dalam kehidupan ke-10 ribu, rasanya agak mustahil untuk dibuktikan. Peradaban manusia belum semaju itu untuk menciptakan dunia paralel atau time travelling.

Namun, entah kenapa, itu adalah ungkapan yang paling romantis belakangan ini. Untuk menunjukkan betapa yakinnya Sore memilih Jonathan untuk menjadi pasangan hidupnya, selamanya.

Sunday, April 20, 2025

Pertemuan dengan Istri dari Masa Depan

Apa yang akan kamu lakukan jika tiba-tiba, kamu dipertemukan dengan istri atau suami kamu dari masa depan?

Reaksi pertama, pasti kaget.

Selanjutnya, ga percaya.

Setelahnya, kamu akan jungkir balik dan ditutup dengan kayang karena salah tingkah.

Oke yang terakhir aku ngarang.

Tentu saja, dipertemukan dengan seseorang dari masa depan adalah sesuatu yang tidak mungkin. Setidaknya di era ini. Sekalipun kita telah memiliki teori relativitas dan mekanika kuantum, teknologi yang membawa manusia ke masa lalu atau masa depan rasanya masih sangat jauh untuk kita rasakan. Mungkin tidak dalam kehidupan kita juga.

Aku mengenal, beberapa teman-temanku yang memiliki istri atau suami yang mereka sudah mengenal dari bangku sekolah. Jika mereka ternyata dipertemukan dengan jodoh mereka dari masa depan, maka agaknya rasa kaget atau shocknya bisa jadi berkurang.

Namun, bagaimana jika ternyata kamu bertemu dengan istri atau suami dari masa depan yang selama ini kamu tidak pernah bertemu dengannya?

Konsep fiksi ini sangat menarik buatku. Bukan tentang bagaimana caranya seseorang dari masa depan mengerahkan segala upayanya untuk bertemu dengan kita. Namun dari bagaimana urgensi mengapa orang tersebut ingin bertemu kita dari masa depan.

Bayangkan, kamu adalah pekerja kantoran biasa. Yang menjalani rutinitas biasa. Bekerja dari jam 8 ke jam 5. Membeli kopi di pagi hari karena kamu membutuhkan kafein akibat kebiasaan yang membuatmu kurang tidur setiap harinya. Lalu saat kamu ingin membeli americano normal sugarmu itu, tiba-tiba ada seseorang dari sebelahmu dan bilang,

“Kamu bisa ga gausah beli kopi dengan gula yang sebanyak itu lagi”

Seperti yang kubilang.

Reaksi pertama, pasti kaget.

Selanjutnya, ga percaya.

Setelahnya, kamu akan menambah gula lagi untuk americanomu karena kamu kesal dilarang untuk melakukan rutinitas pagimu setiap harinya.

Oke, yang itu juga ngarang. 

Karena biasanya kita harus terlihat cool di depan orang yang belum kita kenali.

“Ehm sorry, kakaknya siapa ya?”

“Aku? Aku istri kamu dari masa depan”

Ya masa iyaaaaaaa wkwkwk tidak akan ada yang percaya dengan pertemuan model seperti ini.

Tapi memangnya, ada urgensi apasih jodoh kita dengan segala intrik dan rahasia teknologi (atau sihirnya) yang dengan susah payah datang jauh dari masa depan untuk menemui kita 1 atau bahkan 5 tahun ke belakang?

Yang pertama mungkin karena jodoh kita ingin merubah kebiasaan buruk kita agar hidup lebih sehat di masa depan

Yang kedua mungkin karena terdapat kejadian buruk dan jodoh kita berusaha untuk menghindarkan kita terkena kejadian buruk tersebut

Atau yang ketiga, hanya sekedar ingin bertemu saja. Ingin menghabiskan waktu lebih banyak dan mengenal sisi jodoh kita di saat lebih muda

Terlepas apapun alasan kehadirannya, kedatangan istri atau suami dari masa depan adalah konsep yang romantis dan menarik untuk diikuti.

Jangankan dari masa depan, didatangi besok pun aku sudah pasti akan kaget.

Sore: Istri dari Masa Depan buatan Yandy Laurens akan tayang 10 Juli 2025 di bioskop kesayangan kamu. Ditonton ya!

 

Sunday, November 17, 2024

10 Years of Being Single

It’s already a decade, since last time I had a relationship. I found it pretty weird, because I always see myself as a person who really likes romantic things, romance stories, romance movies, but I ended up 10 years on being single. For people that didnt know me well must be reacting like, “Ah masa sih, Dhan orang kaya lo single selama 10 tahun?”. But seriously, its already a decade since last time I had a relationship and surprisingly, it really felt just like yesterday.

I remember, when I broke up with my ex 10 years ago. I kinda like made a commitment for myself, “I have to be ready in all aspects to finally brave enough to find a partner again”. From mentality, resources, till economically. Looking back right now, even I see myself back then really pushed me that hard. I really had a harsh mindset to live despite my romantic needs going opposite haha But I didn’t regret on my decision.

Back when I was in college, I literally got no time to do other things beside my college activities. I was very lucky to be choosen to become kinda like coordinator of my department and gratefully everything went well. If a had a girlfriend at that time, I might be cant be present for my girlfriend and everything would turns out bad.

My college years were fantastic, and I graduated happily in October 2017. Soon as I graduated, I start fastly to looking for a job. And my first official job need me to work in Bandung, March 2018. So many things happened to my life in span my life at Bandung until today. But on the other hands, I was not seeking, effortly, a partner at that time. And then rumours start to circling me. From my inability to move on till I was not felt loneliness because I had many friends to talk to.

Honestly, in these past 10 years, I trying to find a partner. But every attempt just didn’t end well. And for loneliness issue, oh… I dealt with it in harsh way that I decided too haha

Luckily, when my friends didn’t around. I can funnel my time to doing many things that I liked, such as playing Dota 2, reading manga, watching movies, and write my feelings down into blog or short story.

This 10 years of being single also teach me how to depend on myself far more better. It helps me on being happy with everything that I do. I become more and more mature and independent. And I realized, that the happiness come from myself. That’s the positive things haha the negative things for being independent I guess my sense on seeking for help to anyone is being compressed. I need to work on it I guess haha

Sometimes, I wonder, what my life would have been if I had a relationship in these past 10 years. But if someone asked, did I regret on not being able to have a relationship in these past 10 years?

Well, the answer is no.

I am very happy with what I become today.

And I guess, right now I am ready to be in relationship again.

Ahaha that it for today.

Lets see what the future holds.


Thursday, May 23, 2024

How to Make Millions Before Grandma Dies - In Depth Review

Di tahun 2018, saya memutuskan untuk bekerja di Bandung setelah mendapat 3 tawaran pekerjaan pada saat yang bersamaan. Keputusan itu adalah kolaborasi antara keinginan saya untuk bekerja sebagai insinyur pesawat terbang dan restu orang tua yang menginginkan saya untuk tinggal di Bandung. Selama 6 tahun saya tinggal dan bekerja di Bandung, ternyata saya baru mendapatkan jawaban sebenarnya kenapa saya harus berada di Bandung untuk waktu selama itu. Dan itu adalah untuk datang ke pemakaman Nenek saya, di tahun 2023.

Saat mendapatkan kabar bahwa Nenek saya meninggal dunia di pagi hari, saya langsung mengurus izin ke kantor dan berangkat naik motor dari Bandung menuju pemakaman keluarga di Sukabumi. Dan Ketika mengantar Nenek saya ke tempat peristirahatan terakhirnya, hati kecil saya berbisik. Ini adalah hal yang tidak akan saya alami jika saya kala itu menerima pekerjaan di luar pulau Jawa. Tepat, di situlah saya merasakan full circle moment. Segala peristiwa dalam hidup yang tidak kita ketahui arahnya akan terjawab dalam waktu yang tidak dapat diprediksi

Kenangan-kenangan itu seketika terputar kembali saat saya menonton film How to Make Million Before Grandma Dies. Saya mengira film ini adalah sebuah film tentang seorang anak yang sangat mencintai Neneknya dan dia ingin memiliki uang yang banyak untuk mewujudkan keinginan Neneknya sebelum meninggal dunia. Ternyata saya salah besar.

Film ini bercerita tentang seorang anak laki-laki Bernama “M” yang ingin mengurus Neneknya yang diketahui mengidap penyakit kanker stadium akhir. M ingin menjadi orang yang paling disayangi oleh Neneknya sehingga nanti Ketika Neneknya meninggal, M mendapat warisan yang besar dari Nenek.

Kurang ajar? Memang. Tidak sekali dua kali saya dibuat menghela napas panjang karena motif M yang sangat tegas tergambar pada setiap aksi-aksinya mengurus Nenek. Tidak Ikhlas dan jelas berharap pamrih dari apa yang dia lakukan. Neneknya pun sudah mencium gelagat M yang tiba-tiba peduli dan ingin mengurusnya.

Namun, bukankah itu justru realita yang banyak terjadi saat ini?

Kekuatan terbesar dari film ini bukan dari bagaimana cerita ini menghadirkan plot twist atau adegan yang bombastis. Tapi dengan dekatnya isu yang disajikan, bagaimana kegiatan sehari-hari yang terjadi antara nenek dengan anak atau cucu, dan relevannya obrolan yang disajikan oleh karakter di dalam film ini entah kenapa begitu mengena di hati saya.

Saya akan bilang, film ini bukan untuk semua orang. Namun jika kamu memiliki hubungan yang special antara seorang cucu dan Nenek, atau seorang anak dan Ibu, ini adalah film yang tepat untukmu. Seminimal mungkin, kamu akan mulai menghargai waktu yang saat ini dapat kamu habiskan dengan mereka.

Banyak orang yang mulai menangis bukan dari puncak konfliknya, namun dari bagaimana film ini memperlihatkan kedekatan sehari-hari antara Nenek dan M. Untuk saya, tangis saya pecah saat mengetahui fakta bahwa Nenek menabung untuk M, sejak M kecil, di setiap bulan, tanpa terputus, dan tanpa pamrih.

Meskipun M telah melupakan itu
Meskipun M datang kembali dalam hidup Nenek dengan sombong dan pamrih
Dan M dengan nyata menyakiti hati Nenek berulang kali

Terkadang, kita perlu diingatkan bahwa mencintai seseorang tidak harus selalu berbalas.

Namun, alangkah lebih baiknya jika seseorang tersebut mengetahui betapa besar rasa sayang kita kepada dirinya

Sebelum kesempatan tersebut menghilang dan perasaan kita tidak akan pernah tersampaikan..

Sunday, May 5, 2024

Rahasia Kehidupan dari Walter Mitty

Saya merasa saat saya SMP sampai SMA, saya tidak pernah berpikir panjang untuk menonton suatu film di bioskop. Karena jika dibandingkan dengan hari ini, saya bisa sangat selektif untuk memilih sebuah film untuk ditonton di bioskop. Sinopsisnya gimana, reviewnya bagus atau engga, sampai penasaran dan harus liat trailernya.

10 tahun yang lalu, saya melihat sebuah poster film seorang pria berpakaian rapi sedang membawa koper di tangannya, namun dia sedang berjalan di udara, setara dengan tingginya Gedung pencakar langit. Entah kenapa, tanpa pikir panjang saya langsung ingin sekali menonton film itu. Sebuah film yang berjudul The Secret Life of Walter Mitty.

Sialnya, layar bioskop dari The Secret Life of Walter Mitty sangat terbatas. Kala itu mall terdekat dari rumah saya, Cibubur Junction, bahkan tidak menayangkan film tersebut (atau mungkin karena terlambat untuk mengecek jadwalnya di web 21cineplex). Berkat pacar saya kala itu yang sangat baik, dia menemani saya untuk pergi ke Pejaten Village (itu adalah kunjungan pertama saya ke Penvil) untuk menonton film yang sangat saya idam-idamkan ini.

Tidak ada ekspektasi apapun, namun Ketika film ini berjalan dari bagian awalnya, saya langsung terkesima dengan bagaimana CGI beserta dentuman kanan kiri dari narasi cerita hadir setelah adegan perkenalan yang khidmat. Belum lagi dengan quotes yang banyak hadir di sepanjang film membuat saya sangat terkesima.

The Secret Life of Walter Mitty bercerita tentang seorang laki-laki paruh baya bernama Walter Mitty yang bekerja sebagai manager pengelolaan asset negative foto untuk dijadikan sampul dari majalah LIFE menghadapi fakta bahwa majalah LIFE akan bertransformasi dari konvensional menjadi digital. Dan hal itu mengakibatkan pengurangan karyawan besar-besaran dari kantornya saat ini.

Majalah LIFE yang akan menerbitkan edisi terakhirnya meminta seorang fotografer andalannya, yaitu Sean O’Connell, untuk mengirimkan foto terbaiknya untuk dijadikan cover majalah tersebut. Sean akhirnya mengirimkan negative film dari fotonya kepada Walter Mitty, namun negative film tersebut ternyata hilang dari paketnya.

Walter Mitty, yang dalam sepanjang hidupnya tidak pernah melakukan apapun di luar rutinitasnya harus menemukan Sean, yang keberadaannya di penjuru dunia tidak pernah diketahui oleh siapapun, demi menanyakan keberadaan negative film tersebut. Dan di sinilah petualangan dimulai

Teruntuk kamu yang belum menonton filmnya, saya menyarankan kamu untuk berhenti di sini. Namun jika kamu tidak khawatir dengan spoiler, please take a ride with me.

“To see the world. Things dangerous to come to. To see behind walls. Draw closer. To find each other. And to feel. That is the purpose of LIFE.

Film ini adalah film dengan pace yang sangat lambat dan menitikberatkan kepada kata-kata inspirasional yang diterjemahkan ke dalam percakapan. Kalau kamu tidak familiar atau tidak menyukai film dengan tema tersebut, jelas ini bukan film untukmu.

Kita akan disuguhkan dengan pemandangan tempat-tempat yang indah. Petualangan yang diambil oleh Walter Mitty membawanya ke tempat-tempat yang tidak pernah dia bayangkan sepanjang hidupnya. Untuk mendapatkan semua hal itu, dia hanya membutuhkan satu keberanian untuk memutuskan hal besar, sekalipun hal itu memiliki nilai beli yang besar. Tapi bukankah itu esensi dari kehidupan?

Walter Mitty sedari awal hidupnya adalah seorang yang pemberani. Dia juga merupakan anak yang memiliki banyak prestasi. Namun di puncak masa remajanya, dia harus merelakan segala mimpinya dan menanggung tanggung jawab kehidupan yang besar. Ketika dia telah menerima bahwa sepanjang hidupnya akan berjalan dengan apa adanya, momen yang mengubah kehidupannya datang. Dan dia menjalani semuanya secara penuh.

Saya melihat, Walter Mitty adalah cerminan dari saya pribadi. Sebegitu membekasnya sampai-sampai semua narasi untuk terus bergerak maju, apapun yang terjadi, betapapun beratnya semua pilihan yang hadir di depan mata, harus selalu kita hadapi.

Di satu fase dalam film tersebut, Walter Mitty tentu saja menghadapi banyak kebuntuan yang akhirnya tidak mempertemukannya dengan tujuannya. Namun, setelah dia mendapatkan esensi dari kehidupan, dia menyadari bahwasanya, tidak selalu apa yang kita inginkan merupakan hal yang terbaik untuk kita dalam kehidupan.

Makna dari kehidupan, pastinya berbeda-beda untuk semua orang. Tapi Ketika kamu menemukannya, saya harap kamu dapat selalu diselimuti dengan damai dan kebahagiaan.

The Secret Life of Walter Mitty saat ini sedang tayang di Netflix!

Tuesday, October 3, 2023

Petualangan Sherina 2 - In Depth Review

Mari kita mulai ulasan ini dengan pernyataan yang sahih.

Saya sangat menyukai film Petualangan Sherina 2.

You know what, I already put my expectation very high before watch this movie and what I got?

I SUPER SATISFIED! HAHA

Saya rasa dimulai dari sini kalian akan membaca banyak sekali hal positif tentang film ini dari kacamata saya. Tapi ya mau gimana lagi? Emang filmnya sebagus itu sih! Haha

Ulasan ini jelas akan menampilkan beberapa spoiler. So, untuk kamu yang belum menonton Petualangan Sherina 2, alangkah baiknya untuk kamu berhenti di sini karena saya tidak ingin mengacaukan kejutan dan pengalaman berharga ketika kamu menyaksikan film ini untuk pertama kalinya

Kalau kamu sudah menonton, please take a seat and lets have a good throwback with me

Sebagai anak kecil yang menyaksikan Petualangan Sherina di VCD pada tahun 2000, saya gak pernah berandai untuk berharap dapat menyaksikan sequel dari Petualangan Sherina dan Sadam kembali. Bahkan mungkin terpikirkan pun tidak. Sherina dan Sadam terlupakan seiring saya beranjak dewasa

Dalam rentang waktu tersebut, Life Happens, persis seperti kata Sadam mencari kata-kata untuk menjelaskan kenapa dia menghilang dari kehidupan Sherina selama 10 tahun lamanya

Sampai akhirnya di umur saya yang ke-27, kabar tentang pembuatan sequel dari Petualangan Sherina muncul, di titik itu saya benar-benar tidak tahu betapa saya ternyata membutuhkan bagaimana kelanjutan dari kisah Sherina dan Sadam

Film ini bercerita tentang Sherina dewasa yang ternyata tidak berubah. Tetap ceria, bersemangat, dan sangat berambisi untuk selalu memberikan yang terbaik untuk apa yang dia kejar. Jalan hidupnya membuat Sherina dipertemukan kembali secara kebetulan dengan sahabat lamanya yang telah menghilang selama 10 tahun, yaitu Sadam, di hutan Kalimantan sebagai manajer program di sebuah lembaga konservasi orangutan

Pertemuan berjarak 10 tahun saja untuk saya sudah menawarkan selling point yang kuat untuk dieksplorasi dalam film ini. Akan tetapi, film ini tidak hanya menjual reuni dua sahabat lama, Sherina dan Sadam kembali bertualang untuk menyampaikan pesan yang sangat penting untuk disampaikan ke seluruh saksi dari kelanjutan cerita mereka berdua

Elemen pendukungnya pun tidak kalah megah dan bersaing apik untuk mencapai puncak kualitas dari karya mereka kali ini. Duet Mira Lesmana dan Riri Riza kembali membuat saya kagum. Dengan bagaimana pengambilan gambar, pemilihan fokus lensa, tone gambar, dan segala hal tentang penyuntingan membuat saya tak henti berdecak kagum

Lagu-lagu tema, scoring, sampai koreo dari pertunjukan musikal dalam film juga membuat saya terhanyut dalam senyum dan beberapa kali membuat saya terharu serta emosional

Ardit Erwandha, Quinn Salman, Isyana Saraswati, Chandra Satria, Kelly Tandiono, Randy Danishta, dan seluruh cast pendukung berhasil membuat warna dan kedalaman yang begitu menyenangkan sekaligus menegangkan

Perkembangan karakter Sherina dan Sadam yang diceritakan dalam waktu 2 jam terasa cukup dan tidak ada yang terlewat. Percakapan, emosi yang ditunjukkan, sampai konklusi yang dihadirkan pasti akan membuat seluruh penonton dari Petualangan Sherina 2 gemas sampai bertepuk tangan.

Seluruh detail tersebut tidak akan berhasil tanpa kehadiran dan kesungguhan dari bintang utama film ini yaitu Sherina Munaf dan Derby Romero

Akhir kata, saya merasa bahwa Petualangan Sherina alangkah baiknya dicukupkan sampai sequelnya yang kedua. Karena siapa yang akan siap dengan kelanjutan kisah Sherina dan Sadam apalagi setelah adegan di scene terakhir? HAHA

Tapi setidaknya kita semua tahu, bahwa dalam universe Petualangan Sherina, Sherina dan Sadam saat ini sedang berkeliling dunia dan menikmati waktu yang mereka bisa habiskan berdua, bersama.

Jangan tanyakan bagaimana kelanjutannya, toh kita semua juga tahu kenapa mereka berdua ga cocok kan? AHAHAHA

Terima kasih atas wisata masa lalunya, Sherina dan Sadam

We owe you a lot

Tuesday, August 15, 2023

Hidup Memang Seharusnya Biasa Saja

Hidup memang seharusnya biasa saja
Bangun pagi, mandi, sarapan nasi atau roti, lalu pergi menguji jati diri
Berkendara naik mobil, motor, bus pengumpan, krl, mrt, ojek online

Setiap harinya selalu sama,
Bertemu kemacetan, terjebak polusi dalam perjalanan, lampu merah, lampu hijau
Macet lagi, jalan lagi, sampai di kantor… lagi

Bekerja delapan jam,
Pusing kurang tidur,
Mengulur-ngulur waktu sampai waktu pulang
Namun tetap menunggu di kantor karena tidak tahan dengan kemacetan sebelum jam 6

Aku selalu merasa, kehidupan orang lain pasti lebih baik dari kehidupanku
Yang membosankan dan tidak mengarah pada apapun

Sampai aku terbangun dari lamunanku ketika duduk di transjakarta menuju rumahku
Aku melihat seorang Ibu yang sedang mengandung, berdiri berpegangan di jam malam yang cukup penuh
Aku lepaskan headsetku, secara tidak sadar aku berdiri dan memanggil Ibu itu untuk duduk di kursi yang sedari tadi aku tempati

Ibu muda yang terlihat sangat kelelahan itu terkejut lalu tersenyum penuh dan mengucapkan terima kasih banyak kepadaku.
Yang tidak kusangka, senyumnya membuatku merasa sebagai manusia paling baik di dunia

Hidup memang seharusnya biasa saja
Agar kita dapat menikmati hal luar biasa pada kesempatan yang tidak kita duga

Thursday, June 22, 2023

Two Sides Coin of Death

Lately, I’ve been thinking about life more than any time that I spent to thinking
Probably it caused by my loneliness every night, far from home 

In the middle of nowhere, when I got a chance to talk to my friend, I would ask him/her, “How’s life?”
I don’t throw that kind question to just only random person, I ask that question to the person that I feel closed
Because I know sometimes it could become a rude question to ask

But when I ask you that question, I really do want to know your state condition.
Because I really do care about you
So if I ever ask you that question, you can count yourself as my closed ones 

One time, I met one of my long gone friend at hospital
We were best friend but life separates us away with different path of schools

After several minutes, I ask him what things that I missed about his life
It’s a long story to hear, but in the middle of his story.
He said one time he had suicidal thoughts on his mind
It happened when his life hit by tragedy and followed by tragedy after tragedy
I lost my words
He smiled painfully
My heart crumbling into pieces 

About one month earlier, one of my friend texted me on Instagram’s DM, she said that our friend has passed away caused by complication
I remembered that I cried when I heard that news
My friend that told me the news was fortunate enough to be able accompanying her in our friend last seconds
But her last words pain me the most
She said clearly that she was afraid of death
And if she could, she wanted to keep alive and continue pursue her dreams 

These two stories doesn’t related on every each to another and we have no right to judge their stories
Because we never experienced what life that they have been trough 

But it just got me thinking
Death is just like two sides of coin
One side is a life that really want to die
And another side is a life that really want to live 

Sometimes we can be really afraid of death,
But sometimes we can be really not bothered to death, even not cared about it at all
Life, somehow can be so cruel and unfair
And It always reminds myself that everyone has a battle to fight 

No matter what status that we already got, or what things that we already accomplished in life
Everyone has their own problems in a way that maybe we can't understand 

When I started to wrote this essay, I really didn’t know how I will conclude this topic
But I really want to say

In this fast paced world
When everyone already busy on their life routine
Don’t forget to ask your closest ones, "how’s life?" 

I believe somehow, it will help them in a way that maybe we cant imagine before

Thursday, February 2, 2023

Bukan Masalah Kemana, Tapi Sama Siapa

Semakin kamu berumur, pasti kamu semakin sadar.
Ternyata benar,
Bukan masalah “kemana”nya.
Tapi sama “siapa”nya

Saya ngga masalah, entah itu makan potongan daging berdiameter 10 cm dengan harga 120 ribu per porsi,
atau sekedar makan pecel lele ditemani genjrengan gitar para pengamen di perempatan lampu merah sebelum taman kota asal saya bisa denger dia bilang, “diabisin ya makanannya…”

Saya nggak masalah, minum kopi di balkon café lantai 5 di mall tengah kota atau cuma minum minuman panas dengan pemandangan jalan raya ditambah tukang nasi goreng beserta pelanggan pelanggannya yang antri supaya bisa denger cerita dia seharian kerja, tapi masih bela-belain jemput saya biar bisa nyeruput kopi sama saya

Mau roda empat atau cuma dua, sama saja
Seru emang, ngerecokin dia dari kursi samping sambil cium bahu kirinya pas dia lagi sibuk perhatiin jalan.
Tapi kamu udah pernah belom ngerasain liat-liatan dari spion kiri pas lagi bercanda sambil meluk dari belakang?
Atau dengkul dielus pas lagi lampu merah?
Nah itu

Jadi ya kalau bisa, jangan terlalu menuntut ini itu kalo emang dia udah bisa ngasih waktunya buat kamu, ya bersyukur
Soalnya uang bisa dicari
Tapi waktu gabisa kembali

Saya mah gak apa apa nggak bisa ngeliat aksinya mas Channing Tatum di bioskop, asal saya bisa ngeliat dia ketawa karena bercandaan saya
Saya nggak masalah kok duduk di ruang tamu dengan bekel teh gelas, dengerin dia ngeluh capek pengen tidur tapi malah nemuin saya karena kangen saya

Karena buat saya, bukan masalah kemananya
Tapi selama sama dia, saya udah bahagia
Dia aja itu udah cukup
Seribu kali lipat cukup


30 Oktober 2018
-Anyil, timeLINE

Wednesday, December 21, 2022

Rumah ke Rumah

Ketidaknyamanan adalah salah satu hal yang paling aku hindari dalam hidup.

Sekalipun dalam kehidupanku aku cukup erat bergelut dengan rasa tidak nyaman, tapi entah kenapa rasanya tidak pernah terbiasa.

Akhir tahun yang aku ekspektasikan akan hangat, tenang, dan menyenangkan harus sedikit terganggu dengan realita ketika aku diharuskan untuk pindah kost-an

 

Maret 2023 akan menjadi tahun ke-5 ku di Bandung dan kost-anku berikutnya akan menjadi tempat tinggal ke-5 ku juga di kota ini

Sebagai seseorang yang selalu berusaha menghindari ketidaknyamanan, pindah tempat menetap adalah hal yang benar-benar mengganggu

Untuk kost-anku yang terakhir ini, pemiliknya berencana menjual kost-annya dan satu persatu penghuninya memutuskan untuk pindah hingga menyisakkanku sendiri

Harus mencari tempat baru, harus beradaptasi lagi dengan lingkungan, pemikiran "apa nanti akan cocok dengan suasananya?" dan sebagainya berhasil memporak-porandakan moodku menjelang pergantian tahun

 

Tapi begitulah hidup, masing-masing dari kita tidak pernah benar-benar berjalan di tempat

Pada satu kesempatan bisa jadi kamu yang meninggalkan, bisa jadi kamu yang ditinggalkan

Bisa jadi kamu yang terlalu nyaman menikmati hidup sementara orang lain bekerja begitu keras pada waktu yang sama

Bisa jadi kamu dapat dengan tenang beristirahat sementara orang lain harus segera beranjak meneruskan perjalanan hidupnya yang mungkin juga tidak dia suka

 

Apapun alasan orang lain meninggalkan tempat tinggal, kita harus menghargai itu

Karena baginya, babak baru kehidupan sudah menunggu di depannya

Dan bagi kita, pertemuan singkat telah sampai di penghujung waktunya

 

Dari rumah ke rumah, dari satu tempat tinggal ke tempat menetap yang lain

Jika bisa memilih, aku akan menetap di tempat yang sudah aku kenal dengan baik ini

Namun jika memang diharuskan untuk berpindah, maka opsi yang tersisa hanya menjalaninya saja


Dari pengalamanku berpindah tempat menetap sebanyak 4 kali dalam 5 tahun terakhir, aku tahu betul bahwa yang terberat hanyalah langkah awal

Pada akhirnya, kamu yang harus berpindah tempat tinggal akan berhasil menemukan tempat yang membuatmu nyaman dan bisa menjadi dirimu apa adanya kembali entah di percobaan yang keberapa

Untukku, semoga tempat menetap ini menjadi tempat tinggalku dalam waktu yang cukup lama

Karena sesungguhnya, aku benci packing barang… argh…

 

Wednesday, November 9, 2022

In Terms of Listening to Music, You Can Still Enjoying It Even Without Knowing The Lyrics

Back then in 2019 (perhaps), I attended a gigs with my loved ones.

It's an intimate concert of our favorite band.

I would say that it just a coincidence that we like the same band between all the possible band that we could choose to like.

But idk, it's just how the life works, isn't it? Haha

We were using public transportation to get to the venue

We strolling around Jakarta with our best mood because this band was always in my lifetime bucket list to watch!

I already listen to that band songs from the first album until the last one. I even memorized all the songs lyrics!

We finally arrived at venue

This venue is freshly renovated and became a suitable place to spending the night with all these entertainment things

We enter the venue, window-shopping the merchandise, getting our tickets, and enter the gigs room without no hesitation

We didn't got the best front line but our view was good enough to enjoy the show (I thought her view was a bit blocked by a tall man that standing in front of her haha but she still managed the way to enjoy the show to the fullest)

In between of the excitement, I said to her

"Kamu udah ngapalin semua lagunya?"

"Ehm belom sih, aku paling denger-denger aja lagu-lagu yang aku suka. Sisanya paling dengerin shuffle di playlistnya mereka" she said with coolness and catch me confused

"Kamu ngapalin semuanya?" she continued

"Iya dong! Aku bener-bener ngapalin semua lagunya. Dari album pertama malah haha biar nikmatin shownya sambil sing along sampe suaraku abis!" I replied with proud

"aku juga bakal nikmatin shownya sampe puas!" she replied with more proud

"tanpa tau semua liriknya?" I said thet to flirt her

"buat nikmatin lagu tuh ga harus hapal liriknya tau" she replied confident.

I lift my left eyebrow and gave the expression like, youu sureeeeeee dudee????????? She laughin then

"kalau ada lagu yang kamu gatau liriknya, dengerin aja musiknya dan nikmatin vibesnya" she added that fast enough

I didn't got what she told me about and just accepted that with confused

Like, how can we enjoy the music concert without singing along all the songs?

And then the show started

The first song that they play was one of the hits thet their fans well-known

Of course, I singing along with all my heart

And she singing along too with all her heart

The next song was their hits of their latest album

I was sure that I am singing along with all my heart, again

She was listening to the verse with big smile and when the chorus came out she singing along with all her heart again

Because the setlist was not announced, we were really blind about what songs that going to play next

And then the time when we all didn't know the song has finally arrived

It was their hits in their second album that came out about 20 years ago (maybe) and it's a deep cuts!

Almost 90% of the crowd didn't know that song

I looked at her and she just smile as her eyes saying, this time we will enjoy the music without the lyrics! Letsgo!

As I can remember, the song was pretty absurd but I remembered that I laughin so hard right from the start that song played

It's because they invited a guest star to sang their song, which is makin it more absurd!

The surprise, the performance, the dance that I did was pretty insane

I having a good time by just enjoying music without knowing the lyrics

That event makes me realize so many things that happened to my life until now

In terms to found happiness, there is no specific way to achieve it, there is no just one way to grab it

Hapiness can be found with thousands ways that you never thought before.

Just like enjoying music

You can having a good time with singing along with it or enjoying the music without knowing the lyrics either

As this essay published on my blog, I just heard a song from a band named Sleep Alley

Sleep Alley is a band from Makati City, Philippines

And you know what, I really love their music ahaha

Can't imagined before I enjoyed a song that has lyrics which I can't understand

I wish, you can found happiness with a way that you can't understand too ahaha

Cheers and until we meet again, Exparadoks Gangs!